Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kisah Renat Agzamov: Dulu Pukul Lawan di Ring, Sekarang Petinju Ini Buat Kue Seharga Istana Mewah!

Kamis, 30 Juli 2026 09:34 WIB

Persib Sudah Lolos Semifinal, Tapi Mariano Peralta Masih Disimpan? Ini Rencana Igor Tolic

Kamis, 30 Juli 2026 05:00 WIB

Bukan Cuma Rendang! Ini 4 RM Padang Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kulineran

Kamis, 30 Juli 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kisah Renat Agzamov: Dulu Pukul Lawan di Ring, Sekarang Petinju Ini Buat Kue Seharga Istana Mewah!
  • Persib Sudah Lolos Semifinal, Tapi Mariano Peralta Masih Disimpan? Ini Rencana Igor Tolic
  • Bukan Cuma Rendang! Ini 4 RM Padang Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kulineran
  • Warga Ramai Cari BLT Kesra Rp900 Ribu, Benarkah Dana Cair Akhir Juli 2026?
  • Dapatkan Saldo DANA Gratis Rp100.000 Hari Ini, 30 Juli 2026: Cara Klaim Paling Mudah!
  • Klaim Kode Redeem FF 30 Juli 2026: Deretan Hadiah Eksklusif Tanpa Top Up
  • Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang
  • Belum Debut Tapi Sudah Jatuh Hati, Mariano Peralta Ungkap Pengalaman Pertama Bersama Persib
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Viral Video Joget ‘MBG Rp6 Juta’, Dapur SPPG Pangauban KBB Resmi Ditangguhkan BGN

By SusanaKamis, 26 Maret 2026 17:05 WIB2 Mins Read
Hendrik Irawan pemilik dapur SPPG Pangauban Batujajar Bandung Barat berujung penutupan. Foto: akun TikTok @hendrikirawan.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kontroversi video joget bertajuk “Gemoy MBG Rp 6 Juta Per Hari” yang melibatkan pemilik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, berujung pada tindakan tegas dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Setelah video tersebut viral di media sosial dan menuai kritik keras dari warganet, BGN resmi menangguhkan sementara operasional dapur SPPG Pangauban.

Pemilik Dapur Viral Unggah Video Joget

Pemilik dapur, Hendrik Irawan, menjadi sorotan publik setelah mengunggah konten joget di area dapur SPPG sekaligus menampilkan klaim penghasilan hingga Rp6 juta per hari.

Aksi tersebut dinilai tidak sesuai etika serta dianggap melanggar aturan dan protokol dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi pemerintah.

Minta Maaf ke Publik

Di tengah tekanan publik, Hendrik kemudian mengunggah video permintaan maaf. Ia menegaskan tidak memiliki niat untuk merendahkan program pemerintah maupun masyarakat.

“Saya mohon maaf kepada seluruh netizen dan masyarakat. Tidak ada sedikit pun niat saya untuk merendahkan program pemerintah ataupun rakyat Indonesia,” ujar Hendrik dalam video yang diunggah di akun @mitrapangaubanbatujajar, dikutip Kamis (26/3/2026).

Ia juga mengakui kesalahan karena tidak mematuhi aturan, terutama terkait larangan membuat konten di area dapur SPPG.

Dampak Penutupan: 150 Relawan Terdampak

Akibat penangguhan operasional, sekitar 150 relawan yang terlibat dalam kegiatan produksi makanan bergizi ikut terdampak dan tidak dapat bekerja sementara waktu.

Hendrik mengaku menyesalkan kondisi tersebut, namun tetap menerima keputusan BGN sebagai konsekuensi dari perbuatannya.

“Ada sekitar 150 relawan yang kini tidak bisa bekerja. Ini yang paling saya sesalkan,” ungkapnya.

Akui Kesalahan, Tetap Terima Kritik Warganet

Meski menuai kritik tajam, Hendrik menyatakan tidak menyalahkan warganet. Ia mengaku menerima seluruh kritik sebagai konsekuensi atas tindakannya di media sosial.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden serta seluruh pihak yang terlibat dalam program pemenuhan gizi nasional.

Namun demikian, ia tetap berharap dapur yang dikelolanya bisa kembali beroperasi karena selama ini telah berupaya menjaga kualitas makanan dan pelayanan.

BGN Tetap Lakukan Penangguhan

Meski telah ada permintaan maaf, BGN tetap memutuskan menangguhkan operasional dapur SPPG Pangauban hingga ada evaluasi dan keputusan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Pengingat Etika di Era Media Sosial

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh mitra program pemerintah agar lebih berhati-hati dalam berperilaku di ruang publik, terutama di era media sosial yang dapat menyebarkan informasi secara cepat dan luas.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Batujajar KBB BGN dapur gizi Hendrik Irawan Kabupaten Bandung Barat program pemerintah SPPG Pangauban video viral MBG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Warga Ramai Cari BLT Kesra Rp900 Ribu, Benarkah Dana Cair Akhir Juli 2026?

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat

Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat

Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan

Teras Cihampelas Resmi Diserahkan ke Pemprov Jabar, Oktober Ditargetkan Sudah Bersih

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.