bukamata.id – Jempol bergerak cepat, menggulir beranda TikTok tanpa henti. Di antara tarian, promosi, dan cuplikan drama, muncul satu judul yang membuat penasaran: “Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor”.
Dalam hitungan jam, kolom komentar meledak. Warganet bertanya-tanya, menduga, dan membagikan pengalaman menonton. Rasa penasaran menyebar lebih cepat daripada fakta.
Penyebaran di Facebook dan Algoritma FYP
Fenomena ini tidak hanya di TikTok. Di Facebook, potongan video berdurasi 1 menit 50 detik dibagikan berulang-ulang. Algoritma mendorong konten ini masuk FYP (For You Page), hingga kata kunci “video Teh Pucuk 17 menit” merangkak naik di pencarian populer.
Satu potongan adegan sederhana, seorang pria menyerahkan minuman kepada perempuan menjadi perbincangan nasional. Tidak ada adegan kontroversial, tetapi judul provokatif membuat warganet penasaran.
Versi Lengkap vs Viralitas
Video versi penuh berdurasi 17 menit disebut telah ditonton ratusan ribu kali. Salah satu unggahan bahkan menembus lebih dari 401,4 ribu tayangan. Angka ini memberi kesan ada sesuatu “besar” yang tersembunyi.
Namun, warganet yang menonton versi lengkap menilai isinya biasa saja, tidak sesuai label “no sensor”. Narasi menggantung dan judul provokatif diduga menjadi bahan bakar utama viralitas video.
Risiko Link Palsu dan Ancaman Keamanan
Di tengah rasa ingin tahu, sejumlah link video Teh Pucuk 17 menit beredar di Telegram, X, hingga situs shortlink anonim. Banyak yang tidak mengarah ke video sama sekali.
Hasil penelusuran menunjukkan sebagian link membawa pengguna ke:
- Laman penuh iklan agresif
- File mencurigakan
- Formulir yang meminta data pribadi
Polanya mengarah ke phishing dan potensi pencurian cookie. Meski ada peringatan keamanan di browser, rasa takut ketinggalan tren membuat beberapa orang tetap mengklik.
Kesimpulan
Fenomena video Teh Pucuk 17 menit no sensor menunjukkan bagaimana judul provokatif dan potongan konten bisa memicu viralitas media sosial. Namun, warganet perlu berhati-hati terhadap link palsu dan risiko keamanan yang menyertainya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











