Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Supersub Persib! Luka Menalo Butuh 11 Menit untuk Ubah Nasib Laga di Melbourne

Rabu, 4 November 2026 19:42 WIB

Herri Pras Diserbu Laporan! Belasan Ormas Datangi Polda Jabar Usai Konten soal UAS dan UAH

Rabu, 4 November 2026 19:37 WIB

Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?

Rabu, 4 November 2026 18:25 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Supersub Persib! Luka Menalo Butuh 11 Menit untuk Ubah Nasib Laga di Melbourne
  • Herri Pras Diserbu Laporan! Belasan Ormas Datangi Polda Jabar Usai Konten soal UAS dan UAH
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
  • Persib Menang Lagi di ACL 2! Ini Hitung-hitungan Poin Koefisien Liga Indonesia Terbaru di Ranking AFC
  • Peringatan Darurat Sanitasi Kota Bandung, 90 Persen Sungai Tercemar Bakteri E. Coli
  • Ukir Sejarah! Bek Timnas Indonesia Terpilih Jadi Pemain Terbaik Liga Champions
  • Terungkap Motif Pembunuhan Sadis Hj Komariyah di Indramayu: Sakit Hati Sering Disindir Utang
  • Lagi Dicari Netizen, Terungkap Isi Sebenarnya di Balik Video Viral Egar dan Fina Asal Banyuwangi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 4 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Di Balik Pemulangan 12 Korban TPPO: Ternyata Masih Ada 198 Warga Jabar di PUB NTT yang Misterius!

By Aga GustianaKamis, 26 Februari 2026 20:19 WIB3 Mins Read
Ilustrasi TPPO. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Isu perdagangan orang kembali menyentak publik Jawa Barat. Meski 12 warga Jawa Barat yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Sikka, Maumere, telah berhasil dipulangkan, tabir gelap kasus ini nyatanya masih menyisakan teka-teki besar. Ratusan warga Jabar lainnya disinyalir masih berada dalam ekosistem tempat hiburan malam di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Saat ini, 12 penyintas tersebut tengah mendapatkan pendampingan psikologis di rumah aman (safe house) milik UPTD PPA DP3AKB Provinsi Jawa Barat. Namun, kepulangan mereka justru membuka kotak pandora terkait sebaran pekerja asal Jabar di wilayah timur Indonesia.

Ratusan Jiwa dalam Radar Penelusuran

Ketua Tim Hukum Jabar Istimewa, Jutek Bongso, memaparkan temuan yang mengkhawatirkan. Berdasarkan koordinasi lintas instansi, angka warga Jawa Barat yang mengadu nasib di tempat hiburan malam atau PUB di seluruh penjuru NTT mencapai ratusan orang.

Data ini bukanlah spekulasi semata, melainkan merujuk pada hasil pendataan otoritas setempat.

“Masih ada, karena informasi setelah dilakukan pendataan oleh Dir PPO Polda NTT, dan juga Pemerintah Provinsi NTT Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, di data ada 198 warga Jawa Barat yang bekerja di PUB yang ada di seluruh NTT,” beber Jutek saat memberikan keterangan pada Kamis (26/2/2026).

Menakar Legalitas Pekerja di “Negeri Seribu Bukit”

Jutek menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memverifikasi status dari hampir 200 warga Jabar tersebut. Ketidakjelasan status keberangkatan mereka menjadi pintu masuk bagi dugaan praktik eksploitasi atau TPPO yang lebih luas.

Pihaknya terus melakukan penelusuran mendalam untuk memilah mana pekerja yang berangkat secara mandiri dan legal, dengan mereka yang diberangkatkan melalui jalur gelap atau sindikat.

“Itu hasil pendataan terakhir kemarin yang disampaikan ya. Lalu dari 198 pekerja yang ada di PUB ini apakah mereka legal atau tidak atau ilegal itu kami sedang telusuri,” jelasnya.

Pasutri Pemilik PUB Resmi Jadi Tersangka

Langkah hukum di meja penyidik Polres Sikka pun mulai membuahkan hasil. Sepasang suami istri yang merupakan pemilik PUB tempat 12 korban sebelumnya bekerja, kini telah menyandang status tersangka.

Namun, aparat meyakini bahwa jaringan ini tidak hanya melibatkan dua orang tersebut. Penyelidikan masih terus dikembangkan guna memburu aktor-aktor lain yang berperan sebagai perekrut maupun fasilitator pengiriman orang.

“Yang sudah ditetapkan 2 ya, suami istri, pemilik dari PUB sudah ditetapkan jadi tersangka. Kami juga dapat informasi tersangka ini berpotensi bertambah hasil pengembangan Polres Sikka, kita tunggu,” pungkas Jutek.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperketat pengawasan terhadap migrasi tenaga kerja domestik agar warganya tidak berakhir menjadi korban eksploitasi di negeri sendiri.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Herri Pras Diserbu Laporan! Belasan Ormas Datangi Polda Jabar Usai Konten soal UAS dan UAH

Peringatan Darurat Sanitasi Kota Bandung, 90 Persen Sungai Tercemar Bakteri E. Coli

Terungkap Motif Pembunuhan Sadis Hj Komariyah di Indramayu: Sakit Hati Sering Disindir Utang

3 Jenderal Polisi Ditangkap, SBY Surati Prabowo: Kok Jadi Begini Negara Kita

Presiden Prabowo Subianto.

Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.