Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Keindahan Curug Cimahi, destinasi utama Wisata Cimahi dengan udara sejuk dan pemandangan mempesona

Bosan ke Bandung? Saatnya Eksplorasi 9 Permata Tersembunyi di Kota Cimahi

Minggu, 20 September 2026 01:00 WIB
Ilustrasi begal

Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!

Sabtu, 19 September 2026 20:03 WIB

Waspada Lonjakan Influenza A: Kenali Gejala, Risiko Komplikasi, dan Cara Ampuh Pencegahannya

Sabtu, 19 September 2026 19:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bosan ke Bandung? Saatnya Eksplorasi 9 Permata Tersembunyi di Kota Cimahi
  • Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!
  • Waspada Lonjakan Influenza A: Kenali Gejala, Risiko Komplikasi, dan Cara Ampuh Pencegahannya
  • Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!
  • Insiden Memalukan di Asian Games 2026, Korea Selatan Diputarkan Lagu Korea Utara
  • Daftar Lokasi Nobar Resmi Persijap vs Persib Bandung: Titik Kumpul Bobotoh Akhir Pekan Ini
  • Kronologi Lengkap Mahasiswa UPI Tewas Usai Kecelakaan di Jalan A.H. Nasution Bandung
  • Karma Dibayar Kontan? Deretan Kontroversi Jule dari Lepas Hijab hingga Berakhir di Sel Tahanan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 20 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Di Balik Pemulangan 12 Korban TPPO: Ternyata Masih Ada 198 Warga Jabar di PUB NTT yang Misterius!

By Aga GustianaKamis, 26 Februari 2026 20:19 WIB3 Mins Read
Ilustrasi TPPO. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Isu perdagangan orang kembali menyentak publik Jawa Barat. Meski 12 warga Jawa Barat yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Sikka, Maumere, telah berhasil dipulangkan, tabir gelap kasus ini nyatanya masih menyisakan teka-teki besar. Ratusan warga Jabar lainnya disinyalir masih berada dalam ekosistem tempat hiburan malam di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Saat ini, 12 penyintas tersebut tengah mendapatkan pendampingan psikologis di rumah aman (safe house) milik UPTD PPA DP3AKB Provinsi Jawa Barat. Namun, kepulangan mereka justru membuka kotak pandora terkait sebaran pekerja asal Jabar di wilayah timur Indonesia.

Ratusan Jiwa dalam Radar Penelusuran

Ketua Tim Hukum Jabar Istimewa, Jutek Bongso, memaparkan temuan yang mengkhawatirkan. Berdasarkan koordinasi lintas instansi, angka warga Jawa Barat yang mengadu nasib di tempat hiburan malam atau PUB di seluruh penjuru NTT mencapai ratusan orang.

Data ini bukanlah spekulasi semata, melainkan merujuk pada hasil pendataan otoritas setempat.

“Masih ada, karena informasi setelah dilakukan pendataan oleh Dir PPO Polda NTT, dan juga Pemerintah Provinsi NTT Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, di data ada 198 warga Jawa Barat yang bekerja di PUB yang ada di seluruh NTT,” beber Jutek saat memberikan keterangan pada Kamis (26/2/2026).

Menakar Legalitas Pekerja di “Negeri Seribu Bukit”

Jutek menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memverifikasi status dari hampir 200 warga Jabar tersebut. Ketidakjelasan status keberangkatan mereka menjadi pintu masuk bagi dugaan praktik eksploitasi atau TPPO yang lebih luas.

Pihaknya terus melakukan penelusuran mendalam untuk memilah mana pekerja yang berangkat secara mandiri dan legal, dengan mereka yang diberangkatkan melalui jalur gelap atau sindikat.

“Itu hasil pendataan terakhir kemarin yang disampaikan ya. Lalu dari 198 pekerja yang ada di PUB ini apakah mereka legal atau tidak atau ilegal itu kami sedang telusuri,” jelasnya.

Pasutri Pemilik PUB Resmi Jadi Tersangka

Langkah hukum di meja penyidik Polres Sikka pun mulai membuahkan hasil. Sepasang suami istri yang merupakan pemilik PUB tempat 12 korban sebelumnya bekerja, kini telah menyandang status tersangka.

Namun, aparat meyakini bahwa jaringan ini tidak hanya melibatkan dua orang tersebut. Penyelidikan masih terus dikembangkan guna memburu aktor-aktor lain yang berperan sebagai perekrut maupun fasilitator pengiriman orang.

“Yang sudah ditetapkan 2 ya, suami istri, pemilik dari PUB sudah ditetapkan jadi tersangka. Kami juga dapat informasi tersangka ini berpotensi bertambah hasil pengembangan Polres Sikka, kita tunggu,” pungkas Jutek.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperketat pengawasan terhadap migrasi tenaga kerja domestik agar warganya tidak berakhir menjadi korban eksploitasi di negeri sendiri.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi begal

Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!

Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!

Kronologi Lengkap Mahasiswa UPI Tewas Usai Kecelakaan di Jalan A.H. Nasution Bandung

Jejak Pengabdian Danny Setiawan: Dari Camat di Lebak hingga Kursi Gubernur Jawa Barat

Pamer Lencana KPK, Oknum LSM Pemeras Ketua Kelompok Tani di Sukabumi Dicokok Polisi

Bongkar Alasan Dikick dari Kemenkeu! Aksi ‘Koboy’ Purbaya Berakhir di Kolam Pancing, Siap Kejar Pilgub Jabar?

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.