Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bakal Jadi Plaza Megah, Gedung Sate Segera Terhubung Langsung dengan Gasibu Lewat Proyek Rp15,8 Miliar!

Rabu, 15 April 2026 13:43 WIB

Kontroversi Lagu Erika, HMT ITB Minta Maaf dan Tarik Konten

Rabu, 15 April 2026 13:03 WIB

Skandal Lagu ‘Erika Guncang ITB, Tradisi dan Budaya Kampus Dipertanyakan

Rabu, 15 April 2026 13:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bakal Jadi Plaza Megah, Gedung Sate Segera Terhubung Langsung dengan Gasibu Lewat Proyek Rp15,8 Miliar!
  • Kontroversi Lagu Erika, HMT ITB Minta Maaf dan Tarik Konten
  • Skandal Lagu ‘Erika Guncang ITB, Tradisi dan Budaya Kampus Dipertanyakan
  • BSU Rp600 Ribu 2026 Kapan Cair? Ini Syarat dan Fakta Terbarunya
  • Jangan Euforia! Persib Diminta Jaga Fokus Kontra Dewa United
  • Waspada! Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Bisa Curi Data dan Bobol Rekening
  • Prediksi Bayern Munchen vs Real Madrid, Siapa Lolos ke Semifinal?
  • Menolak Lupa Mimpi: Kisah Dessy, Mahasiswi yang ‘Terjebak’ di Ruang Kelas Demi Sebuah Janji
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 15 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Di Balik Pemulangan 12 Korban TPPO: Ternyata Masih Ada 198 Warga Jabar di PUB NTT yang Misterius!

By Aga GustianaKamis, 26 Februari 2026 20:19 WIB3 Mins Read
Ilustrasi TPPO. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Isu perdagangan orang kembali menyentak publik Jawa Barat. Meski 12 warga Jawa Barat yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Sikka, Maumere, telah berhasil dipulangkan, tabir gelap kasus ini nyatanya masih menyisakan teka-teki besar. Ratusan warga Jabar lainnya disinyalir masih berada dalam ekosistem tempat hiburan malam di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Saat ini, 12 penyintas tersebut tengah mendapatkan pendampingan psikologis di rumah aman (safe house) milik UPTD PPA DP3AKB Provinsi Jawa Barat. Namun, kepulangan mereka justru membuka kotak pandora terkait sebaran pekerja asal Jabar di wilayah timur Indonesia.

Ratusan Jiwa dalam Radar Penelusuran

Ketua Tim Hukum Jabar Istimewa, Jutek Bongso, memaparkan temuan yang mengkhawatirkan. Berdasarkan koordinasi lintas instansi, angka warga Jawa Barat yang mengadu nasib di tempat hiburan malam atau PUB di seluruh penjuru NTT mencapai ratusan orang.

Data ini bukanlah spekulasi semata, melainkan merujuk pada hasil pendataan otoritas setempat.

Baca Juga:  Babak Baru TPPO di Sikka: Dua Pengelola Klub Malam Resmi Jadi Tersangka Penyekapan 12 Warga Jabar

“Masih ada, karena informasi setelah dilakukan pendataan oleh Dir PPO Polda NTT, dan juga Pemerintah Provinsi NTT Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, di data ada 198 warga Jawa Barat yang bekerja di PUB yang ada di seluruh NTT,” beber Jutek saat memberikan keterangan pada Kamis (26/2/2026).

Menakar Legalitas Pekerja di “Negeri Seribu Bukit”

Jutek menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memverifikasi status dari hampir 200 warga Jabar tersebut. Ketidakjelasan status keberangkatan mereka menjadi pintu masuk bagi dugaan praktik eksploitasi atau TPPO yang lebih luas.

Baca Juga:  Jawa Barat Absen dari Daftar Provinsi Layak Anak 2025, DP3AKB Buka Suara

Pihaknya terus melakukan penelusuran mendalam untuk memilah mana pekerja yang berangkat secara mandiri dan legal, dengan mereka yang diberangkatkan melalui jalur gelap atau sindikat.

“Itu hasil pendataan terakhir kemarin yang disampaikan ya. Lalu dari 198 pekerja yang ada di PUB ini apakah mereka legal atau tidak atau ilegal itu kami sedang telusuri,” jelasnya.

Pasutri Pemilik PUB Resmi Jadi Tersangka

Langkah hukum di meja penyidik Polres Sikka pun mulai membuahkan hasil. Sepasang suami istri yang merupakan pemilik PUB tempat 12 korban sebelumnya bekerja, kini telah menyandang status tersangka.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Geram Masih Temukan Banyak Anak Jalanan, Pertanyakan Kinerja DP3AKB Jabar

Namun, aparat meyakini bahwa jaringan ini tidak hanya melibatkan dua orang tersebut. Penyelidikan masih terus dikembangkan guna memburu aktor-aktor lain yang berperan sebagai perekrut maupun fasilitator pengiriman orang.

“Yang sudah ditetapkan 2 ya, suami istri, pemilik dari PUB sudah ditetapkan jadi tersangka. Kami juga dapat informasi tersangka ini berpotensi bertambah hasil pengembangan Polres Sikka, kita tunggu,” pungkas Jutek.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperketat pengawasan terhadap migrasi tenaga kerja domestik agar warganya tidak berakhir menjadi korban eksploitasi di negeri sendiri.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita tppo terbaru DP3AKB Jabar Jutek Bongso perdagangan orang ntt polres sikka tppo jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bakal Jadi Plaza Megah, Gedung Sate Segera Terhubung Langsung dengan Gasibu Lewat Proyek Rp15,8 Miliar!

Kontroversi Lagu Erika, HMT ITB Minta Maaf dan Tarik Konten

Skandal Lagu ‘Erika Guncang ITB, Tradisi dan Budaya Kampus Dipertanyakan

Pekerja menerima BSU 2025 dari pemerintah

BSU Rp600 Ribu 2026 Kapan Cair? Ini Syarat dan Fakta Terbarunya

Menolak Lupa Mimpi: Kisah Dessy, Mahasiswi yang ‘Terjebak’ di Ruang Kelas Demi Sebuah Janji

Detik-Detik Pohon Tumbang di Bandung, Toyota Noah Rusak Parah

Terpopuler
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 Viral, Hati-Hati Bisa Bobol Rekening
  • Link Video Diburu Netizen, Fakta di Balik Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbongkar
  • Terungkap! Rahasia di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Bikin Geger
  • Update Kode Redeem FF 12 April 2026: Buruan Ambil Skin Titan & Emote Langka Hari Ini!
  • Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri, Fakta Asli dari Kebun Sawit hingga Dapur Terungkap
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.