bukamata.id – Sebuah rekaman video memperlihatkan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, terlibat adu argumen dengan seorang warga dalam sebuah acara resmi pemerintahan. Video berdurasi 1 menit 44 detik itu pertama kali dibagikan oleh akun TikTok Abah Muda dan dengan cepat menyebar luas, menjadi topik hangat di media sosial dan grup percakapan WhatsApp.
Peristiwa tersebut terjadi pada acara Sosialisasi Pembangunan Infrastruktur Hijau di Pondok Pesantren Darurohman, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, Senin (6/10/2025). Dalam video, seorang pria menyampaikan protes keras terkait janji kampanye Rp2 juta per Kepala Keluarga (KK) yang disebut pernah dijanjikan oleh pasangan Syakur Amin – Putri Karlina saat Pilkada.
“Bagaimana realisasi janji Rp2 juta per Kepala Keluarga?” tanya pria tersebut dengan suara lantang di hadapan Putri Karlina.
Pertanyaan itu sontak memanaskan suasana. Dengan nada tegas, Putri Karlina menjelaskan bahwa janji tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak menerima bantuan sosial seperti BPNT atau PKH. Namun, warga itu tetap mendesak, “Benar itu per Kepala Keluarga?”
Putri Karlina terlihat berusaha menenangkan situasi, tetapi ketegangan meningkat ketika ia balik bertanya, “Keinginan Bapak apa?”
Pria itu menjawab dengan suara tinggi, “Keinginan saya merealisasikan janji kampanye. Dua juta per KK, dan satu sampai lima juta untuk UMKM.”
Putri Karlina kemudian menyampaikan bahwa program bantuan bagi pelaku UMKM sudah berjalan, namun warga tersebut membantah dengan alasan tidak semua pelaku usaha mendapat bantuan. Perdebatan semakin panas hingga Putri Karlina menimpali dengan nada tinggi, “Apakah saya ngomong semuanya? Apakah saya ngomong semuanya?”
Situasi memuncak ketika Wakil Bupati tampak meninggalkan lokasi. Pria yang memprotes itu sempat berteriak, “Suara rakyat, suara Tuhan!” di hadapan peserta acara.
Klarifikasi dari Pihak Wakil Bupati
Setelah video tersebut viral, akun Instagram resmi Putri Karlina merilis pernyataan klarifikasi. Dalam unggahan itu, ia menegaskan bahwa janji kampanye tidak diabaikan, melainkan masih dalam proses perumusan agar tepat sasaran dan bisa direalisasikan bersama pemerintah pusat maupun DPR RI.
“Teh Putri menegaskan bahwa janji kampanye tidak dilupakan, melainkan sedang diramu agar program-program utama terlaksana, termasuk yang disalurkan melalui kerja sama dengan Pemerintah Pusat dan DPR RI,” tulis akun tersebut.
Sementara itu, akun Abah Muda yang mengunggah video awal menambahkan keterangan, “Warga hanya minta kejelasan janji, malah adu mulut sama pejabat. Di mana janji waktu kampanye dulu?”
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










