Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Salat Id Pindah ke Gedung Sate, Pemprov Jabar Kejar Kekhusyukan Ibadah

Rabu, 18 Maret 2026 17:25 WIB

Buka Puasa Hari Ini di Bandung? Ini Waktu Maghrib dan Doa Lengkapnya

Rabu, 18 Maret 2026 17:05 WIB

H-3 Lebaran Membludak! 71 Ribu Kendaraan Serbu Jalur Nagreg

Rabu, 18 Maret 2026 16:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Salat Id Pindah ke Gedung Sate, Pemprov Jabar Kejar Kekhusyukan Ibadah
  • Buka Puasa Hari Ini di Bandung? Ini Waktu Maghrib dan Doa Lengkapnya
  • H-3 Lebaran Membludak! 71 Ribu Kendaraan Serbu Jalur Nagreg
  • Viral dengan Adegan Misterius yang Disensor! Wargnet Cari Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbaru
  • Persib di Jalan Terjal Menuju Hattrick Juara Liga 1 2025/2026
  • Truk Sapi Oleng di Cikaledong, 1 Pemudik Tewas! Arus Mudik Sempat Lumpuh
  • Dari Boneka ke Dunia Nyata: Perjalanan Punch Mencari Kasih Sayang yang Bikin Netizen Iri!
  • Prediksi Skor Liverpool vs Galatasaray: The Reds Bisa Balikkan Agregat?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 18 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sekolah Rakyat Siap Dibuka, Guru Dibekali Pendidikan Inklusif dan Karakter

By Aga GustianaSabtu, 12 Juli 2025 12:54 WIB3 Mins Read
Wamensos Agus Jebo
Wamensos Agus Jebo. (Foto: bukamata.id/Muhammad Iqbal Muzaffar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jebo resmi menutup pembekalan calon guru Sekolah Rakyat pada Jumat (12/7/2025), sekaligus meninjau langsung kesiapan pembukaan Sekolah Rakyat yang berlokasi di Poltekesos Bandung, di Jl Ir H Juanda No 367, Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.

Pembekalan calon guru dimulai sejak 10 Juli secara daring melalui Zoom dan dibuka langsung oleh Menteri Sosial. Kegiatan tersebut diikuti oleh 1.569 peserta dari seluruh Indonesia dan berlangsung selama tiga hari.

Bekal Guru: Dari Kurikulum hingga Pendidikan Karakter

Dalam sambutannya, Wamensos Agus Jebo menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap konsep Sekolah Rakyat, yang ditujukan untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

“Materi yang dijadikan pembekalan ada mulai dari kurikulum, orientasi Sekolah Rakyat, pendidikan inklusi-yang ramah anak, ramah HAM, termasuk talent mapping,” ujarnya.

Baca Juga:  Cara Cek Penerima Bansos Kemensos Jelang 2026, Bisa Lewat HP dan Tanpa Datang ke Kantor

Ia juga menegaskan pentingnya empati guru, mengingat sistem asrama yang memisahkan siswa dari orang tua mereka. “Hal terpenting dari pembekalan ini, karena ini Sekolah Rakyat—yang diperuntukkan bagi saudara-saudara kita yang keluarganya miskin dan miskin extreme, di pembekalan ini kita meminta supaya guru-guru ini punya empati terhadap siswa,” tambahnya.

Selain pendidikan akademis, Sekolah Rakyat juga menanamkan karakter kebangsaan, keagamaan, dan sosial. Sejalan dengan arahan Presiden, siswa juga dibekali keterampilan agar siap bekerja selepas SMA jika tidak langsung melanjutkan ke perguruan tinggi.

Tinjau Kesiapan Sekolah Rakyat di Poltekesos

Usai penutupan pembekalan, Wamensos didampingi Pusdiklat dan Direktur Poltekesos melakukan pengecekan langsung ke lokasi Sekolah Rakyat yang akan mulai beroperasi pada Senin (14/7/2025).

Sekolah Rakyat di Poltekesos akan menampung 100 siswa angkatan pertama—52 laki-laki dan 48 perempuan. Mereka akan menjalani pemeriksaan kesehatan selama dua hari sebelum memulai proses belajar mengajar.

Baca Juga:  Sekolah Rakyat di Jabar Terapkan Kurikulum Khusus Gapura Panca Waluya

“Kita sudah cek dari mulai kelasnya, asramanya, terus kemudian laboratoriumnya, dapurnya, tempat makannya, tempat tidurnya, semuanya aman,” jelas Agus Jebo.

“Kebutuhan proses belajar mengajar di kelas, kebutuhan untuk di asrama, termasuk kebutuhan-kebutuhan pribadi itu sudah kita siapkan dan besok semua sudah aman supaya nanti senin bisa dimulai,” lanjutnya.

Terkait konsumsi, Kementerian Sosial akan bekerja sama dengan Badan Gizi ke depannya, namun untuk tahap awal penyediaan makanan dilakukan melalui sistem katering.

Sasaran Tepat Berdasarkan Data DTSEN

Seleksi siswa Sekolah Rakyat dilakukan berbasis data dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Anak-anak yang diterima dipastikan berasal dari keluarga miskin atau miskin ekstrem.

Pengecekan dilakukan secara menyeluruh oleh Kemensos, BPS, serta Dinas Sosial tingkat kabupaten/kota. Hasil assessment kemudian ditandatangani kepala daerah setempat dan diserahkan ke Kementerian Sosial.

Baca Juga:  Siap-siap! Bansos Kemensos Cair Februari 2026: Intip Skema Baru DTSEN dan Cara Cek Penerima Lewat HP

Kurikulum Fleksibel dan Adaptif

Agus Jebo juga memaparkan sistem kurikulum Sekolah Rakyat yang dirancang oleh Dikdasmen, mengusung pendekatan Multi Entry dan Multi Exit. Sistem ini memungkinkan siswa menyelesaikan pendidikan sesuai kecepatan belajar masing-masing.

“Kalau siswa SD bisa selesaikan kurikulum dalam 4 tahun, mereka bisa lulus tanpa harus menunggu 6 tahun. Begitu juga siswa pindahan bisa masuk di tengah jalan sesuai kapasitas sekolah,” jelasnya.

Sekolah Rakyat juga akan membekali siswa dengan kemampuan Bahasa Inggris dan keterampilan digital. Fasilitas pendukung seperti laboratorium bahasa dan perangkat digital seperti laptop telah disiapkan.

“Termasuk kemudian kita akan membekali mereka untuk bisa Bahasa Inggris, makanya ada lab-nya. Peralatan untuk belajar mengajar itu digital, mulai dari laptop, dan lain-lain,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Agus Jebo anak miskin DTSEN guru pembekalan Kementerian Sosial Pendidikan Inklusif pendidikan karakter Sekolah Rakyat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Salat Id Pindah ke Gedung Sate, Pemprov Jabar Kejar Kekhusyukan Ibadah

Buka Puasa Hari Ini di Bandung? Ini Waktu Maghrib dan Doa Lengkapnya

H-3 Lebaran Membludak! 71 Ribu Kendaraan Serbu Jalur Nagreg

Truk Sapi Oleng di Cikaledong, 1 Pemudik Tewas! Arus Mudik Sempat Lumpuh

PO Haryanto Gak Ngaku?! Skandal Bus ‘Siluman’ Seruduk 6 Mobil, Siapa Tanggung Jawab?

Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Netizen Gagal Fokus! Adegan Disensor di Video Sawit Ini Bikin Ramai TikTok

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Kronologi dan Isi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Viral
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.