bukamata.id – Menjelang masuknya tahun anggaran baru, berbagai program bantuan sosial dari Kementerian Sosial (Kemensos) masih menjadi perhatian masyarakat. Pemerintah terus menyalurkan bantuan untuk kelompok yang dinilai rentan secara ekonomi, dengan tujuan menjaga kebutuhan dasar tetap terpenuhi.
Sebelum mengetahui apakah bantuan akan diterima, masyarakat perlu memastikan terlebih dahulu bahwa identitasnya tercatat dalam sistem resmi. Kini proses pengecekan tidak lagi rumit. Informasi status dapat diakses melalui ponsel, sehingga tidak perlu antre di kantor pelayanan.
Pengertian Bansos Kemensos
Bantuan sosial dari Kemensos merupakan program perlindungan yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah atau yang menghadapi risiko sosial. Bantuan diberikan dalam bentuk uang tunai atau dukungan kebutuhan pokok agar keluarga penerima manfaat dapat mengurangi beban pengeluaran sehari-hari.
Program bansos yang saat ini berjalan mencakup antara lain:
- Program Keluarga Harapan (PKH)
- Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)
- Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra)
Nama penerima harus tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang menjadi dasar penetapan calon penerima bantuan.
Tujuan Penyaluran Bansos
Program bansos tidak hanya dimaksudkan sebagai dukungan sementara, tetapi juga sebagai strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpendapatan rendah. Tujuan pelaksanaan program ini meliputi:
- Memenuhi kebutuhan pokok keluarga kurang mampu
- Mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan
- Mencegah penurunan kesejahteraan di masa krisis
- Mengurangi angka kemiskinan serta kesenjangan sosial
- Membuka akses masyarakat terhadap layanan keuangan resmi
Melalui langkah tersebut, pemerintah berupaya agar kelompok rentan tidak semakin terdampak ketika kondisi ekonomi melambat.
Nominal Bantuan PKH Tahun 2025
Besaran dana bantuan PKH disesuaikan dengan kategori penerima. Berikut indeks bantuan yang berlaku pada 2025:
- Ibu hamil: Rp750.000 per bulan
- Anak usia dini 0 sampai 6 tahun: Rp750.000 per bulan
- Anak tingkat SD atau sederajat: Rp225.000 per bulan
- Anak tingkat SMP atau sederajat: Rp375.000 per bulan
- Anak tingkat SMA atau sederajat: Rp500.000 per bulan
- Lansia dan penyandang disabilitas berat: Rp600.000 per bulan
Pencairan dilakukan bertahap selama satu tahun melalui bank Himbara dan PT Pos Indonesia. Penyaluran dapat berbentuk tunai maupun non tunai.
Cara Mengecek Status Penerima Bansos Kemensos
Pemerintah menyediakan dua cara utama untuk mengecek penerima bansos. Keduanya dapat dilakukan melalui ponsel dengan koneksi internet.
Melalui situs resmi Kemensos
- Buka laman cekbansos.kemensos.go.id
- Pilih provinsi, kabupaten atau kota, kecamatan, dan desa atau kelurahan
- Masukkan nama lengkap sesuai KTP
- Isi kode verifikasi yang tersedia
- Tekan tombol Cari Data
- Tunggu hingga sistem menampilkan informasi penerima, nama program, dan status pencairan
Melalui Aplikasi Cek Bansos
- Unduh aplikasi Cek Bansos pada PlayStore atau AppStore
- Masuk menggunakan akun yang sudah terdaftar atau buat akun baru
- Pilih menu Cek Bansos
- Isi data wilayah sesuai domisili
- Ketik nama sesuai KTP dan masukkan kode verifikasi
- Klik Cari Data
- Informasi status penerima akan muncul jika Anda termasuk dalam daftar
Persyaratan Daftar Bansos Kemensos
Bagi masyarakat yang berniat diusulkan sebagai penerima, beberapa syarat harus dipenuhi:
- Memiliki KTP elektronik dan NIK aktif
- Masuk kategori miskin atau rentan miskin
- Berdomisili sesuai data kependudukan
- Tidak sedang menerima bantuan sosial sejenis
- Bukan pegawai ASN, TNI, Polri, BUMN, atau BUMD
Ringkasan
Pengecekan penerima bansos kini semakin mudah dan praktis. Selama data kependudukan sudah valid serta memenuhi syarat, peluang untuk masuk dalam daftar penerima tetap terbuka. Informasi resmi dapat diakses melalui situs Kemensos atau aplikasi yang telah disediakan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









