Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi video syur

Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka

Minggu, 1 November 2026 17:30 WIB

Persib Menggila! Unggul 3-0 atas Kalteng FC di Babak Pertama

Minggu, 1 November 2026 16:29 WIB

Diduga Mabuk, Pemotor 15 Tahun Hilang Kendali di Jalan AH Nasution

Minggu, 1 November 2026 15:55 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka
  • Persib Menggila! Unggul 3-0 atas Kalteng FC di Babak Pertama
  • Diduga Mabuk, Pemotor 15 Tahun Hilang Kendali di Jalan AH Nasution
  • Mutombo Absen, Persib Tak Mau Ambil Risiko Jelang Lawan Kalteng FC
  • Diduga Microsleep! Brio Seruduk 3 Kendaraan di Depan UIN Bandung
  • Marc Klok Comeback! Persib Siap Hajar Kalteng FC demi Puncak Klasemen
  • Mojang Bandung Adjeng Wulandari, Buktikan Prestasi dan Organisasi Bisa Berjalan Beriringan
  • Pesta Gol di Camp Nou, Barcelona Kudeta Atletico dari Puncak
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 1 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Viral Kasus Bansos PKH, Menantu Perempuan Diduga Ambil Hak Ayah Mertua

By Aga GustianaSenin, 15 Desember 2025 14:45 WIB5 Mins Read
Viral Kasus Bansos PKH, Menantu Perempuan Diduga Ambil Hak Ayah Mertua. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah video berdurasi singkat mendadak menyita perhatian publik di media sosial. Bukan karena kualitas visualnya atau tokoh terkenal yang terlibat, melainkan karena isi pengakuan di dalamnya yang menggugah emosi. Video itu memperlihatkan seorang petugas bantuan sosial tengah menjelaskan bahwa dana bantuan sosial telah dicairkan. Namun bukan sang penerima manfaat yang menikmatinya, melainkan anggota keluarga lain.

Dalam rekaman tersebut, terungkap fakta bahwa uang bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) yang seharusnya diterima seorang ayah justru telah diambil dan digunakan oleh menantu perempuannya. Ironisnya, sang ayah sebagai penerima resmi disebut tidak pernah menerima uang tersebut, bahkan tidak mengetahui pencairannya.

Narasi yang menyertai video itu ditulis dengan nada tegas dan emosional.

“Menantu Perempuan Makan Uang Bansos PKH Sang Ayah Mertuanya Tanpa Izin dan Diketahui Mertua nya Tak Pernah di Kasih Sepeser Pun, Aksinya Tersebut Pun Akhirnya Ketahuan” tulis keterangan video tersebut, dikutip pada Senin (15/12/2025).

Unggahan itu dengan cepat menyebar luas. Dalam hitungan jam, kolom komentar dipenuhi ribuan respons dari warganet yang tersulut emosi. Banyak yang merasa geram, sedih, sekaligus prihatin dengan nasib penerima bansos yang seharusnya mendapat perlindungan dari negara.

Reaksi Publik: Antara Marah dan Prihatin

Komentar demi komentar bermunculan, mencerminkan perasaan publik yang tersentuh oleh cerita dalam video tersebut. Banyak netizen menilai tindakan sang menantu sebagai bentuk pengkhianatan dalam lingkup keluarga, terlebih karena menyangkut bantuan bagi orang yang membutuhkan.

Baca Juga:  Link Video Cukur Kumis Viral Durasi Panjang, Netizen Dibuat Penasaran

“Menantunya tega banget” tulis seorang netizen.

Tak sedikit yang mengaitkan peristiwa itu dengan nilai moral dan empati dalam keluarga.

“Ya allah parah banget tuh menantu” timpal netizen lainnya.

Komentar lain menyoroti aspek hak dan keadilan sosial.

“Bukan haknya makan di ambil” sahut netizen lagi.

Gelombang komentar itu menunjukkan bahwa kasus ini tak sekadar dipandang sebagai konflik keluarga, melainkan juga sebagai persoalan etika dan keadilan dalam penyaluran bantuan sosial.

Bantuan Sosial dan Kerentanan di Lingkup Keluarga

Program bantuan sosial seperti PKH dirancang untuk menopang kelompok rentan—lansia, keluarga miskin, dan mereka yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Namun, kasus ini memperlihatkan sisi lain yang jarang disorot: kerentanan penerima bansos bukan hanya datang dari sistem, tetapi juga dari lingkungan terdekat.

Dalam banyak kasus, penerima bantuan adalah orang tua atau lansia yang tidak sepenuhnya memahami proses administrasi pencairan. Ketergantungan pada anggota keluarga lain untuk mengurus rekening, kartu ATM, atau proses pengambilan dana sering kali membuka celah penyalahgunaan.

Video yang viral ini seolah menjadi potret nyata dari celah tersebut. Sang ayah, yang namanya terdaftar sebagai penerima PKH, justru tidak menikmati bantuan itu sama sekali. Dana yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan hidupnya diduga diambil tanpa izin dan tanpa sepengetahuannya.

Baca Juga:  Guru Mengajar, Siswa Menghina: Skandal Video Viral SMAN 1 Purwakarta Coreng Citra Sekolah Unggulan

Ketika Fakta Terungkap

Dalam video tersebut, petugas bantuan sosial tampak menjelaskan bahwa dana sudah dicairkan dan diterima. Fakta ini menjadi titik balik—sekaligus pemicu kehebohan. Publik menyadari bahwa selama ini bantuan negara bisa saja “hilang” bukan di tengah jalan birokrasi, melainkan di dalam rumah penerima sendiri.

Meski video tidak merinci bagaimana proses penelusuran dilakukan, narasi yang beredar menyebutkan bahwa tindakan sang menantu akhirnya terbongkar. Hal inilah yang memicu simpati sekaligus kemarahan publik. Banyak yang bertanya-tanya: sudah berapa lama sang ayah hidup tanpa mengetahui haknya sendiri diambil?

Refleksi tentang Pengawasan Bansos

Kasus ini memunculkan kembali diskusi lama soal pengawasan bantuan sosial. Selama ini, fokus publik kerap tertuju pada dugaan penyelewengan oleh oknum aparat atau kesalahan pendataan. Namun peristiwa ini memperlihatkan bahwa penyalahgunaan juga bisa terjadi dalam lingkup yang paling privat.

Di media sosial, sejumlah warganet menyuarakan perlunya edukasi lebih kuat bagi penerima bansos, terutama lansia, agar memahami hak-hak mereka. Ada pula yang mendorong pemerintah untuk memperketat mekanisme penyaluran, misalnya dengan pendampingan langsung atau verifikasi berkala.

Lebih dari itu, kasus ini menyingkap persoalan relasi kuasa dalam keluarga. Ketika seorang anggota keluarga menguasai akses ke rekening atau informasi, potensi penyalahgunaan menjadi sangat besar—terutama jika penerima bantuan berada dalam posisi lemah.

Baca Juga:  Miris! Potret Getir Bocah di Bandung Barat: Makan Rumput Demi Bertahan di Balik Keterbatasan

Viral, Tapi Jangan Berhenti di Kemarahan

Viralnya video ini menunjukkan satu hal penting: publik masih peduli. Ribuan komentar yang muncul mencerminkan keinginan masyarakat agar bantuan negara benar-benar sampai ke tangan yang berhak. Namun, kemarahan warganet juga memunculkan pertanyaan lanjutan: apa yang terjadi setelah viral?

Tanpa tindak lanjut yang jelas, kasus serupa bisa terus berulang. Video ini bisa jadi hanya satu dari banyak cerita yang tak pernah terungkap ke publik. Di balik layar, mungkin ada penerima bansos lain yang mengalami nasib serupa, tetapi tak memiliki kesempatan atau keberanian untuk bersuara.

Potret Kecil, Masalah Besar

Pada akhirnya, kisah menantu yang diduga mengambil uang bansos ayah mertuanya bukan sekadar drama keluarga. Ia menjadi potret kecil dari masalah yang lebih besar: rapuhnya perlindungan bagi kelompok rentan, bahkan di dalam lingkungan terdekat mereka sendiri.

Reaksi publik yang keras menunjukkan bahwa masyarakat menolak normalisasi tindakan semacam ini. Bantuan sosial bukan rezeki bebas yang bisa diambil siapa saja, melainkan hak yang melekat pada mereka yang membutuhkan.

Kasus ini mengingatkan bahwa empati, kejujuran, dan tanggung jawab sosial tak hanya diuji di ruang publik, tetapi juga di ruang keluarga. Dan ketika bantuan negara tak sampai pada orang yang berhak, yang terluka bukan hanya satu individu—melainkan rasa keadilan bersama.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bantuan sosial video viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mojang Bandung Adjeng Wulandari, Buktikan Prestasi dan Organisasi Bisa Berjalan Beriringan

Raffi Ahmad Minta Maaf Lagi! Ungkap Siapa Pengundangnya ke Bundaran HI

Emas Antam Hari Ini Tertahan di Rp 2,526 Juta, Saatnya Beli?

Bansos

Siap-siap! Rilis 10 November, Syarat Dapat Bansos Digital Wajib Scan Wajah dan NIK

Kabar Terbaru Penyaluran Bansos PKH dan BPNT Kuartal IV 2026: Syarat Desil, Cara Cek, hingga Solusi Dana Belum Cair

Semangkuk cuanki hangat di Cuanki Serayu

Hangatkan Tubuh di Tengah Cuaca Dingin Kota Kembang: 7 Rekomendasi Kuliner Berkuah Khas Bandung yang Wajib Dicoba

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.