Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Heboh Jasa Santet Tarif Rp3 Juta di Pantai Karang Hawu Sukabumi, Begini Faktanya

Kamis, 17 September 2026 13:17 WIB

Ada Temuan Dapur Tak Sesuai SOP, DKPP Bandung Perketat Pengawasan Ratusan SPPG

Kamis, 17 September 2026 13:08 WIB

Tantangan Ketahanan Pangan Bandung: Minim Lahan, 94% Pasokan Datang dari Luar

Kamis, 17 September 2026 13:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Heboh Jasa Santet Tarif Rp3 Juta di Pantai Karang Hawu Sukabumi, Begini Faktanya
  • Ada Temuan Dapur Tak Sesuai SOP, DKPP Bandung Perketat Pengawasan Ratusan SPPG
  • Tantangan Ketahanan Pangan Bandung: Minim Lahan, 94% Pasokan Datang dari Luar
  • 15 Ribu Pelari Serbu Bandung, Pemkot Imbau Warga Antisipasi Kepadatan
  • Menang di Stadion Piala Dunia 2002, Igor Tolic Sebut Persib Catat Pencapaian Istimewa
  • Terbongkar! Laboratorium Gelap Liquid Vape Narkotika Ditemukan di Bandung
  • 15 Negara Berebut Medali, Ini Jadwal Lengkap Sepak Bola Asian Games 2026
  • Bikin Bobotoh Cemas! Julio Cesar Akhirnya Ungkap Kondisi Usai Benturan Keras Lawan FC Seoul
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 17 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Viral Kasus Bansos PKH, Menantu Perempuan Diduga Ambil Hak Ayah Mertua

By Aga GustianaSenin, 15 Desember 2025 14:45 WIB5 Mins Read
Viral Kasus Bansos PKH, Menantu Perempuan Diduga Ambil Hak Ayah Mertua. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah video berdurasi singkat mendadak menyita perhatian publik di media sosial. Bukan karena kualitas visualnya atau tokoh terkenal yang terlibat, melainkan karena isi pengakuan di dalamnya yang menggugah emosi. Video itu memperlihatkan seorang petugas bantuan sosial tengah menjelaskan bahwa dana bantuan sosial telah dicairkan. Namun bukan sang penerima manfaat yang menikmatinya, melainkan anggota keluarga lain.

Dalam rekaman tersebut, terungkap fakta bahwa uang bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) yang seharusnya diterima seorang ayah justru telah diambil dan digunakan oleh menantu perempuannya. Ironisnya, sang ayah sebagai penerima resmi disebut tidak pernah menerima uang tersebut, bahkan tidak mengetahui pencairannya.

Narasi yang menyertai video itu ditulis dengan nada tegas dan emosional.

“Menantu Perempuan Makan Uang Bansos PKH Sang Ayah Mertuanya Tanpa Izin dan Diketahui Mertua nya Tak Pernah di Kasih Sepeser Pun, Aksinya Tersebut Pun Akhirnya Ketahuan” tulis keterangan video tersebut, dikutip pada Senin (15/12/2025).

Unggahan itu dengan cepat menyebar luas. Dalam hitungan jam, kolom komentar dipenuhi ribuan respons dari warganet yang tersulut emosi. Banyak yang merasa geram, sedih, sekaligus prihatin dengan nasib penerima bansos yang seharusnya mendapat perlindungan dari negara.

Reaksi Publik: Antara Marah dan Prihatin

Komentar demi komentar bermunculan, mencerminkan perasaan publik yang tersentuh oleh cerita dalam video tersebut. Banyak netizen menilai tindakan sang menantu sebagai bentuk pengkhianatan dalam lingkup keluarga, terlebih karena menyangkut bantuan bagi orang yang membutuhkan.

Baca Juga:  BSU Tidak Cair, Tapi Ada BLT Kesra Rp900 Ribu untuk Pekerja! Cek Nama Kamu Sekarang

“Menantunya tega banget” tulis seorang netizen.

Tak sedikit yang mengaitkan peristiwa itu dengan nilai moral dan empati dalam keluarga.

“Ya allah parah banget tuh menantu” timpal netizen lainnya.

Komentar lain menyoroti aspek hak dan keadilan sosial.

“Bukan haknya makan di ambil” sahut netizen lagi.

Gelombang komentar itu menunjukkan bahwa kasus ini tak sekadar dipandang sebagai konflik keluarga, melainkan juga sebagai persoalan etika dan keadilan dalam penyaluran bantuan sosial.

Bantuan Sosial dan Kerentanan di Lingkup Keluarga

Program bantuan sosial seperti PKH dirancang untuk menopang kelompok rentan—lansia, keluarga miskin, dan mereka yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Namun, kasus ini memperlihatkan sisi lain yang jarang disorot: kerentanan penerima bansos bukan hanya datang dari sistem, tetapi juga dari lingkungan terdekat.

Dalam banyak kasus, penerima bantuan adalah orang tua atau lansia yang tidak sepenuhnya memahami proses administrasi pencairan. Ketergantungan pada anggota keluarga lain untuk mengurus rekening, kartu ATM, atau proses pengambilan dana sering kali membuka celah penyalahgunaan.

Video yang viral ini seolah menjadi potret nyata dari celah tersebut. Sang ayah, yang namanya terdaftar sebagai penerima PKH, justru tidak menikmati bantuan itu sama sekali. Dana yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan hidupnya diduga diambil tanpa izin dan tanpa sepengetahuannya.

Baca Juga:  Tiba-tiba Disetop Polisi, Pengendara Motor di Purwakarta Jatuh hingga Terlindas Truk

Ketika Fakta Terungkap

Dalam video tersebut, petugas bantuan sosial tampak menjelaskan bahwa dana sudah dicairkan dan diterima. Fakta ini menjadi titik balik—sekaligus pemicu kehebohan. Publik menyadari bahwa selama ini bantuan negara bisa saja “hilang” bukan di tengah jalan birokrasi, melainkan di dalam rumah penerima sendiri.

Meski video tidak merinci bagaimana proses penelusuran dilakukan, narasi yang beredar menyebutkan bahwa tindakan sang menantu akhirnya terbongkar. Hal inilah yang memicu simpati sekaligus kemarahan publik. Banyak yang bertanya-tanya: sudah berapa lama sang ayah hidup tanpa mengetahui haknya sendiri diambil?

Refleksi tentang Pengawasan Bansos

Kasus ini memunculkan kembali diskusi lama soal pengawasan bantuan sosial. Selama ini, fokus publik kerap tertuju pada dugaan penyelewengan oleh oknum aparat atau kesalahan pendataan. Namun peristiwa ini memperlihatkan bahwa penyalahgunaan juga bisa terjadi dalam lingkup yang paling privat.

Di media sosial, sejumlah warganet menyuarakan perlunya edukasi lebih kuat bagi penerima bansos, terutama lansia, agar memahami hak-hak mereka. Ada pula yang mendorong pemerintah untuk memperketat mekanisme penyaluran, misalnya dengan pendampingan langsung atau verifikasi berkala.

Lebih dari itu, kasus ini menyingkap persoalan relasi kuasa dalam keluarga. Ketika seorang anggota keluarga menguasai akses ke rekening atau informasi, potensi penyalahgunaan menjadi sangat besar—terutama jika penerima bantuan berada dalam posisi lemah.

Baca Juga:  Cara Dapat BLT Kesra Rp900 Ribu November 2025: Syarat, Jadwal, dan Cara Daftar Online

Viral, Tapi Jangan Berhenti di Kemarahan

Viralnya video ini menunjukkan satu hal penting: publik masih peduli. Ribuan komentar yang muncul mencerminkan keinginan masyarakat agar bantuan negara benar-benar sampai ke tangan yang berhak. Namun, kemarahan warganet juga memunculkan pertanyaan lanjutan: apa yang terjadi setelah viral?

Tanpa tindak lanjut yang jelas, kasus serupa bisa terus berulang. Video ini bisa jadi hanya satu dari banyak cerita yang tak pernah terungkap ke publik. Di balik layar, mungkin ada penerima bansos lain yang mengalami nasib serupa, tetapi tak memiliki kesempatan atau keberanian untuk bersuara.

Potret Kecil, Masalah Besar

Pada akhirnya, kisah menantu yang diduga mengambil uang bansos ayah mertuanya bukan sekadar drama keluarga. Ia menjadi potret kecil dari masalah yang lebih besar: rapuhnya perlindungan bagi kelompok rentan, bahkan di dalam lingkungan terdekat mereka sendiri.

Reaksi publik yang keras menunjukkan bahwa masyarakat menolak normalisasi tindakan semacam ini. Bantuan sosial bukan rezeki bebas yang bisa diambil siapa saja, melainkan hak yang melekat pada mereka yang membutuhkan.

Kasus ini mengingatkan bahwa empati, kejujuran, dan tanggung jawab sosial tak hanya diuji di ruang publik, tetapi juga di ruang keluarga. Dan ketika bantuan negara tak sampai pada orang yang berhak, yang terluka bukan hanya satu individu—melainkan rasa keadilan bersama.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bantuan sosial video viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Cek Jadwal Pencairan BLT Dana Desa September 2026: KPM Bisa Kantongi Rp900 Ribu Sekaligus?

Menelusuri Jejak Spiritual dan Sejarah di Majalengka: 9 Destinasi Wisata Religi yang Penuh Misteri

Menjelajah Kelezatan Karawang: 10 Wisata Kuliner Legendaris yang Menggoyang Lidah

Rekomendasi Kuliner Legendaris Garut: 4 Tempat Makan Ikonik yang Wajib Dicoba

Devoyage Bogor, salah satu wisata di Bogor yang Instagramble banget.

10 Tempat Wisata Bogor Terbaru dan Paling Hits, Cocok untuk Liburan Keluarga

10 Rekomendasi Tempat Wisata Terbaik di Tasikmalaya, Cocok untuk Liburan Singkat Bersama Keluarga

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.