Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Cantik Saja Enggak Cukup! Mojang Bandung Ini Pilih ‘Jalur Langit’ demi Orang Tua

Sabtu, 4 April 2026 15:15 WIB

Kisah Mantan Kanit Tipidkor Pilih Jadi Tukang Kopi: Lebih Baik Patah Daripada Bengkok!

Sabtu, 4 April 2026 14:54 WIB

Sergio Ramos Dirumorkan Gabung Persija Jakarta Musim Depan, Siap Digaji Rp70 Miliar?

Sabtu, 4 April 2026 13:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cantik Saja Enggak Cukup! Mojang Bandung Ini Pilih ‘Jalur Langit’ demi Orang Tua
  • Kisah Mantan Kanit Tipidkor Pilih Jadi Tukang Kopi: Lebih Baik Patah Daripada Bengkok!
  • Sergio Ramos Dirumorkan Gabung Persija Jakarta Musim Depan, Siap Digaji Rp70 Miliar?
  • Eksplorasi Subang 2026: 6 Destinasi Hits yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan Anda!
  • Jangan Sampai Ditolak SPBU! Begini Cara Daftar Barcode MyPertamina untuk Program Subsidi Tepat
  • Dompet Persib Terkuras Rp1,1 Miliar! Rekap Sanksi ‘Gila’ AFC di Liga Champions Asia Two
  • Update Harga Emas Antam Hari Ini 4 April 2026: Masih Bertahan di Level Rp2,85 Juta per Gram
  • Tega! Teman Ditinggalkan di Hutan Demi Puncak, Berujung Blacklist 5 Tahun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 4 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Warga Sumedang Diminta Siaga dan Gotong Royong Hadapi Potensi Bencana

By Putra JuangKamis, 5 Desember 2024 21:36 WIB2 Mins Read
Penjabat Bupati Sumedang, Yudia Ramli. (Foto: sumedangkab)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Penjabat Bupati Sumedang, Yudia Ramli meminta masyarakat untuk tetap siaga dan mengedepankan gotong royong dalam menghadapi musim penghujan dan potensi bencana.

Yudia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sebagai bentuk antisipasi guna meminimalisir dampak bencana.

“Kita jadikan bencana sebagai sahabat. Maksudnya, jangan lari dari bencana, tapi hadapi bersama-sama. Di Sumedang, ada empat bencana yang menjadi perhatian serius,” ucap Yudia saat meninjau lokasi longsor di Desa Nagarawangi, Rancakalong, Rabu (4/12/2024).

“Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tapi juga menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga:  23 Bencana Hidrometeorologi Terjadi di Jabar, BPBD Siap Lakukan Mitigasi

Yudia mengatakan, bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor menjadi perhatian utama saat curah hujan tinggi.

Menurutnya, dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupa bantuan dana dan alat menunjukkan bahwa penanganan bencana tersebut tidak hanya menjadi prioritas di tingkat daerah, tetapi juga tingkat nasional.

“Kami telah menerima dukungan khusus dari BNPB untuk menangani bencana hidrometeorologi. Namun, kami membutuhkan kerja sama masyarakat untuk terus waspada dan tanggap,” katanya.

Baca Juga:  Tujuh Orang Dilaporkan Hilang Akibat Banjir Bandang dan Longsor di Sukabumi

Yudia juga meminta masyarakat untuk menggalakan kembali program Satali (Saling Tanglingakeun) sebagai bentuk solidaritas kepada masyarakat Sumedang.

Pihaknya pun memberikan apresiasi kepada masyarakat desa yang selalu sigap melakukan kerja bakti dan tanggap dalam menghadapi bencana.

“Terima kasih kepada masyarakat yang bergerak cepat, perangkat desa, hingga Kalak BPBD yang terus memantau. Ini adalah wujud nyata kolaborasi masyarakat, perangkat kecamatan, dan pemerintah daerah,” ungkapnya.

Yudia juga mengingatkan pentingnya kesiapan mental dan fisik dalam menghadapi potensi bencana.

“Perlu saling bahu-membahu dalam menyelesaikan permasalahan bencana, baik di tingkat desa maupun kabupaten,” ujarnya.

Baca Juga:  25 Atlet Kabupaten Sumedang Perkuat Kontingen Jawa Barat di PON 2024

Menurutnya, kolaborasi pemerintah daerah, DPRD, dan instansi terkait terus digalakan untuk memperkuat mitigasi bencana. Program mitigasi ini termasuk sosialisasi, penguatan infrastruktur, dan penanganan darurat jika bencana terjadi.

“Jangan menyelesaikan masalah sendiri-sendiri. Kita harus sama-sama bergerak agar lebih efektif dan efisien dalam penanganannya. Dengan gotong royong dan sinergi antar elemen, Sumedang diharapkan dapat menjadi contoh kesiapsiagaan dalam menghadapi musim penghujan dan tantangan bencana yang menyertainya,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bencana gotong royong Kabupaten Sumedang musim penghujan Yudia Ramli
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Komisi IV DPRD Jabar Soroti LKPJ 2025: Gini Ratio hingga Tunda Bayar Jadi Catatan

Cuaca Ekstrem Bandung Makan Korban! Pohon Tumbang di Caringin Tewaskan Pengendara

Musda Golkar Jabar Berakhir, Daniel Mutaqien Resmi Jadi Ketua

pembunuhan

Tragis! Bocah 11 Tahun Tewas Terserempet Kereta saat Menuju Rumah Nenek

Cuaca Ekstrem Hantam Bandung, BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi Sepekan ke Depan

Hujan Angin Hantam Bandung! Pohon Tumbang hingga Billboard Raksasa Roboh

Terpopuler
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
  • Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri yang Bikin Penasaran, Link Telegram Banyak Dicari
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.