Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gempar! Siapa Basri Kajang? Sosok Konsultan Politik yang Terseret Isu Hubungan dengan Bupati Gowa

Minggu, 5 Juli 2026 18:15 WIB

Sengit! Inggris vs Meksiko, Duel Klasik yang Bisa Ubah Nasib di Piala Dunia 2026

Minggu, 5 Juli 2026 17:11 WIB

Tak Terbendung! Irfan Hakim Borong 14 Penghargaan di Bogor Koi Show 2026

Minggu, 5 Juli 2026 16:55 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gempar! Siapa Basri Kajang? Sosok Konsultan Politik yang Terseret Isu Hubungan dengan Bupati Gowa
  • Sengit! Inggris vs Meksiko, Duel Klasik yang Bisa Ubah Nasib di Piala Dunia 2026
  • Tak Terbendung! Irfan Hakim Borong 14 Penghargaan di Bogor Koi Show 2026
  • Belum Tutup Bursa Transfer, Bos Persib Bocorkan Masih Ada Kejutan Pemain Baru
  • Kisah Keyshia, Mojang Bandung yang Rela Kurang Tidur Demi Kejar Prestasi: Hasil Tak Mengkhianati Proses!
  • PLN Pastikan Tak Ada Lagi Pemadaman di Jawa, Kalbar Justru Alami Giliran Padam 7 Hari
  • Bakmi Parahyangan Sukajadi Bandung, Surga Yamien dan Chinese Food Halal Favorit Warga
  • Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini: Brasil vs Norwegia dan Meksiko vs Inggris
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 5 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Waspada! HIV di Jabar Menyebar ke Populasi Umum, Ini Penyebabnya

By SusanaMinggu, 29 Juni 2025 19:00 WIB2 Mins Read
Ilustrasi HIV
Kasus HIV. (Foto: Gerd Altmann dari Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus infeksi HIV baru di Jawa Barat mengalami lonjakan signifikan dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Jawa Barat, sepanjang tahun 2024 tercatat sebanyak 10.405 kasus baru, naik dua kali lipat dibanding rata-rata tahunan sebelum 2022.

Dari 1,19 juta orang yang menjalani tes HIV tahun lalu, kelompok yang paling banyak ditemukan positif HIV adalah mereka yang tertular melalui hubungan seksual.

Data menunjukkan bahwa penularan melalui hubungan seksual kini mendominasi, melampaui penyebaran melalui penggunaan jarum suntik yang sebelumnya menjadi penyebab utama.

“Penularan HIV paling banyak memang melalui hubungan seksual, baik sesama jenis maupun lain jenis,” kata Landry Kusmono, Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Jawa Barat, Kamis (26/6/2025).

Ancaman ke Populasi Umum

Yang menjadi perhatian serius adalah meluasnya risiko penularan HIV ke populasi umum, terutama karena sebagian individu dalam kelompok berisiko juga memiliki pasangan dari kelompok yang tidak menyadari potensi penularan tersebut.

“Banyak orang yang terlihat sehat dan hidup normal, namun tanpa sadar membawa risiko menularkan HIV ke pasangan mereka,” jelas Landry.

“Ini tantangan besar karena sulit mendefinisikan secara tegas kelompok berisiko, mengingat banyak dari mereka memiliki lebih dari satu jenis relasi seksual,” tambahnya.

Dengan begitu, penyebaran HIV tidak lagi terbatas dalam lingkup komunitas tertentu, tapi bisa menjalar ke masyarakat luas, termasuk pasangan heteroseksual yang tidak tergolong dalam kelompok risiko tinggi.

Tren Meningkat Sejak Pandemi

Landry mengungkapkan bahwa tren peningkatan kasus HIV mulai terlihat sejak pandemi COVID-19 mereda. Mobilitas kembali meningkat, terutama dari kalangan pekerja migran dan pekerja seks yang kembali ke kampung halaman karena kehilangan pekerjaan.

“Banyak pekerja seks perempuan yang pulang ke daerah asal karena pandemi. Mereka mungkin tidak sadar menjadi mata rantai penularan di lingkungan baru mereka, baik keluarga maupun masyarakat sekitar,” ujarnya.

Data tahunan memperkuat tren tersebut:

  • 2022: 8.620 kasus baru
  • 2023: 9.710 kasus baru
  • 2024: 10.405 kasus baru

Padahal, sebelumnya penambahan kasus tahunan relatif stabil di kisaran 5.000 kasus, dengan angka tertinggi 6.066 kasus pada tahun 2019.

Pentingnya Tes dan Edukasi Kesehatan Seksual

Melihat tingginya kasus baru yang berasal dari transmisi seksual, Landry menegaskan pentingnya edukasi tentang kesehatan reproduksi dan seksual secara inklusif. Pemeriksaan dini, penggunaan alat pelindung saat berhubungan seksual, dan pengurangan stigma terhadap orang dengan HIV menjadi langkah strategis untuk mencegah penyebaran lebih luas.

“Tes HIV harus menjadi bagian dari gaya hidup sehat, bukan sesuatu yang ditakuti. Edukasi dan keterbukaan informasi akan jadi benteng utama,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

HIV Indonesia 2025 Kasus HIV Jawa Barat Lonjakan HIV pasca pandemi Penularan HIV lintas populasi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gempar! Siapa Basri Kajang? Sosok Konsultan Politik yang Terseret Isu Hubungan dengan Bupati Gowa

Padam Listrik

PLN Pastikan Tak Ada Lagi Pemadaman di Jawa, Kalbar Justru Alami Giliran Padam 7 Hari

Detik-Detik Mencekam! Pekerja 20 Tahun Tersetrum di Rigging Videotron Konser Bandung

KDM Panggil Bupati Purwakarta Usai Lagu ‘Lalaki Langit Lalanang Bejad’ Viral

Siapa Nyimas Laula? Fotografer yang Kini ‘Dirujak’ Netizen Gara-Gara Etika Gym?!

Sentimen Suku Kental dan Boros Anggaran, Wacana Provinsi Sunda Dinilai Belum Mendesak

Terpopuler
  • Ini Link Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 untuk Pantau Jadwal dan Skema Pertandingan
  • Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?
  • Jangan Asal Klik! Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral, Begini Fakta dan Bahaya Link Palsunya
  • Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Viral! Ini Isi Lagu Om Zein yang Tuai Polemik
  • Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral di TikTok, Link Fullnya Bikin Waswas
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.