Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tak Mau Terlena! Dado Minta Persib Lupakan Kemenangan dan Fokus ke Melbourne

Senin, 26 Oktober 2026 18:35 WIB

Bikin Napas Terengah! Intip Jadwal Super Padat Persib Bandung usai Tekuk Garudayaksa FC

Senin, 26 Oktober 2026 18:23 WIB

Daftar Lengkap Nominal PKH Tahap 4 2026: Dari Rp225 Ribu hingga Rp2,7 Juta

Senin, 26 Oktober 2026 17:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tak Mau Terlena! Dado Minta Persib Lupakan Kemenangan dan Fokus ke Melbourne
  • Bikin Napas Terengah! Intip Jadwal Super Padat Persib Bandung usai Tekuk Garudayaksa FC
  • Daftar Lengkap Nominal PKH Tahap 4 2026: Dari Rp225 Ribu hingga Rp2,7 Juta
  • BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Tahun Cair Lagi? Cek Fakta & Cara Akses Bansos Kemensos Pakai NIK KTP
  • Dua Halte BRT Kiaracondong Disoroti, Jarak ke Rel Dinilai Terlalu Dekat
  • Rencana Skatepark Teuku Umar Bandung Picu Kekhawatiran soal Ruang Olahraga Anak
  • Bayern Muenchen Kudeta Dortmund dari Puncak Klasemen Bundesliga
  • Modus Beli Rokok demi Kembalian Asli, Pengedar Uang Palsu Nyaris Diamuk Warga Ngamprah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 26 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Waspada! HIV di Jabar Menyebar ke Populasi Umum, Ini Penyebabnya

By SusanaMinggu, 29 Juni 2025 19:00 WIB2 Mins Read
Ilustrasi HIV
Kasus HIV. (Foto: Gerd Altmann dari Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus infeksi HIV baru di Jawa Barat mengalami lonjakan signifikan dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Jawa Barat, sepanjang tahun 2024 tercatat sebanyak 10.405 kasus baru, naik dua kali lipat dibanding rata-rata tahunan sebelum 2022.

Dari 1,19 juta orang yang menjalani tes HIV tahun lalu, kelompok yang paling banyak ditemukan positif HIV adalah mereka yang tertular melalui hubungan seksual.

Data menunjukkan bahwa penularan melalui hubungan seksual kini mendominasi, melampaui penyebaran melalui penggunaan jarum suntik yang sebelumnya menjadi penyebab utama.

“Penularan HIV paling banyak memang melalui hubungan seksual, baik sesama jenis maupun lain jenis,” kata Landry Kusmono, Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Jawa Barat, Kamis (26/6/2025).

Ancaman ke Populasi Umum

Yang menjadi perhatian serius adalah meluasnya risiko penularan HIV ke populasi umum, terutama karena sebagian individu dalam kelompok berisiko juga memiliki pasangan dari kelompok yang tidak menyadari potensi penularan tersebut.

“Banyak orang yang terlihat sehat dan hidup normal, namun tanpa sadar membawa risiko menularkan HIV ke pasangan mereka,” jelas Landry.

“Ini tantangan besar karena sulit mendefinisikan secara tegas kelompok berisiko, mengingat banyak dari mereka memiliki lebih dari satu jenis relasi seksual,” tambahnya.

Dengan begitu, penyebaran HIV tidak lagi terbatas dalam lingkup komunitas tertentu, tapi bisa menjalar ke masyarakat luas, termasuk pasangan heteroseksual yang tidak tergolong dalam kelompok risiko tinggi.

Tren Meningkat Sejak Pandemi

Landry mengungkapkan bahwa tren peningkatan kasus HIV mulai terlihat sejak pandemi COVID-19 mereda. Mobilitas kembali meningkat, terutama dari kalangan pekerja migran dan pekerja seks yang kembali ke kampung halaman karena kehilangan pekerjaan.

“Banyak pekerja seks perempuan yang pulang ke daerah asal karena pandemi. Mereka mungkin tidak sadar menjadi mata rantai penularan di lingkungan baru mereka, baik keluarga maupun masyarakat sekitar,” ujarnya.

Data tahunan memperkuat tren tersebut:

  • 2022: 8.620 kasus baru
  • 2023: 9.710 kasus baru
  • 2024: 10.405 kasus baru

Padahal, sebelumnya penambahan kasus tahunan relatif stabil di kisaran 5.000 kasus, dengan angka tertinggi 6.066 kasus pada tahun 2019.

Pentingnya Tes dan Edukasi Kesehatan Seksual

Melihat tingginya kasus baru yang berasal dari transmisi seksual, Landry menegaskan pentingnya edukasi tentang kesehatan reproduksi dan seksual secara inklusif. Pemeriksaan dini, penggunaan alat pelindung saat berhubungan seksual, dan pengurangan stigma terhadap orang dengan HIV menjadi langkah strategis untuk mencegah penyebaran lebih luas.

“Tes HIV harus menjadi bagian dari gaya hidup sehat, bukan sesuatu yang ditakuti. Edukasi dan keterbukaan informasi akan jadi benteng utama,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Daftar Lengkap Nominal PKH Tahap 4 2026: Dari Rp225 Ribu hingga Rp2,7 Juta

Dua Halte BRT Kiaracondong Disoroti, Jarak ke Rel Dinilai Terlalu Dekat

Rencana Skatepark Teuku Umar Bandung Picu Kekhawatiran soal Ruang Olahraga Anak

ilustrasi bansos

Modus Beli Rokok demi Kembalian Asli, Pengedar Uang Palsu Nyaris Diamuk Warga Ngamprah

Ilustrasi Hujan.

Peta Penyemaian Hujan Buatan di Jabar: Ini 3 Zona Target Operasi Modifikasi Cuaca BNPB

Tewas Usai Nonton Persib di Pakansari, Kematian Pelajar SMA di Bogor Masih Jadi Misteri

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.