Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Viral video ukhti mukena pink.

Warganet Penasaran Video Mukena Pink Tanpa Sensor, Hati-Hati Link Berbahaya

Senin, 16 Maret 2026 01:00 WIB
Persib Bandung

Persib Gagal Menang, tapi Poin Tetap di Puncak Klasemen Super League

Minggu, 15 Maret 2026 22:48 WIB

Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka

Minggu, 15 Maret 2026 21:53 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Warganet Penasaran Video Mukena Pink Tanpa Sensor, Hati-Hati Link Berbahaya
  • Persib Gagal Menang, tapi Poin Tetap di Puncak Klasemen Super League
  • Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka
  • Atur WFA Saat Libur Nyepi–Lebaran 2026, Pemkab Bandung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan
  • Pulang Umrah, Bupati Bandung Dadang Supriatna Langsung Tinjau Banjir Bandang Desa Panyadap Solokanjeruk
  • Ramadan 2026 Heboh! Link Video Mukena Pink No Sensor Tersebar, Begini Isi Videonya
  • Bukan Main Layangan, Bocah 10 Tahun Ini Malah Sibuk Masak dan Urus Orang Tua Sakit!
  • Doa Buka Puasa dan Jadwal Adzan Maghrib Bandung 15 Maret 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 16 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Waspada Virus Nipah, Kemenkes RI Ingatkan Warga Hindari Konsumsi Buah Ini

By Aga GustianaSelasa, 27 Januari 2026 17:53 WIB3 Mins Read
Virus Nipah. (Foto: Ilustrasi/Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Meningkatnya laporan kasus virus Nipah di India mendorong Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengeluarkan peringatan kepada masyarakat agar lebih waspada, terutama terkait konsumsi buah yang berpotensi terkontaminasi.

Salah satu imbauan utama yang disampaikan adalah larangan mengonsumsi buah yang menunjukkan bekas gigitan hewan liar, khususnya kelelawar.

“Tidak mengonsumsi buah dengan bekas gigitan kelelawar,” demikian keterangan pers yang disampaikan Juru Bicara Kemenkes, Widyawati pada Selasa (27/1/2026).

Selain itu, Kemenkes juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan langkah pencegahan lain guna meminimalkan risiko penularan virus Nipah. Imbauan tersebut mencakup kebiasaan mencuci dan mengupas buah secara menyeluruh sebelum dikonsumsi, menghindari kontak langsung dengan hewan yang diduga terinfeksi, serta menjaga daya tahan tubuh melalui perilaku hidup bersih dan sehat.

Masyarakat juga dianjurkan rutin mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, dan tetap aktif secara fisik. Bagi pelaku perjalanan yang berkunjung ke India atau negara lain yang melaporkan kasus virus Nipah, Kemenkes menyarankan agar mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan otoritas setempat.

Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, sesak napas, muntah, penurunan kesadaran, atau kejang dalam waktu hingga 14 hari setelah kepulangan dari wilayah terjangkit, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Baca Juga:  Lima Daerah di Jabar Dipilih Kenalkan Program USAID Bebas TB, Ada Bandung hingga Bogor

Berdasarkan pemantauan situasi global serta laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga 23 Januari 2026 tercatat dua kasus konfirmasi dan tiga kasus suspek virus Nipah di wilayah West Bengal, India. Hingga saat ini, belum dilaporkan adanya korban meninggal dunia.

Di sisi lain, Kemenkes menegaskan bahwa Indonesia masih berada dalam kondisi aman.

Baca Juga:  Kemenkes Sebut Harga Vaksin Covid-19 Tidak Ditentukan Pemerintah

“Hingga saat ini belum dilaporkan adanya kasus konfirmasi penyakit virus Nipah di Indonesia,” ujar Widyawati dalam keterangan tersebut.

Langkah Antisipasi Pemerintah

Widyawati juga memaparkan sejumlah langkah yang telah dan terus dilakukan pemerintah dalam menyikapi perkembangan kasus Nipah di India. Salah satunya adalah pemantauan intensif terhadap situasi global melalui kanal resmi maupun media monitoring.

Selain itu, Kemenkes telah menerbitkan notifikasi peringatan dini atau disease alert terkait virus Nipah yang dapat diakses melalui laman infeksiemerging.kemkes.go.id. Pengawasan juga diperketat terhadap orang, barang, dan alat angkut yang berasal, baik secara langsung maupun tidak langsung, dari negara atau wilayah yang melaporkan kasus Nipah.

Setiap pelaku perjalanan internasional yang kembali ke Indonesia diwajibkan melapor melalui aplikasi All Indonesia. Mekanisme ini bertujuan menjaring pelaku perjalanan yang bergejala atau memiliki riwayat kunjungan ke negara terjangkit untuk selanjutnya menjalani pemeriksaan dan anamnesis lanjutan.

Baca Juga:  Lakukan Uji Coba Nyamuk Wolbachia di Lima Kota, Kemenkes Gelontorkan Dana Rp16 Miliar

Di tingkat daerah dan fasilitas kesehatan, Kemenkes meningkatkan pemantauan dan deteksi dini melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), Public Health Emergency Operation Center (PHEOC), serta Sistem Informasi Kekarantinaan Kesehatan (SINKARKES).

Upaya lainnya mencakup peningkatan surveilans sentinel penyakit infeksi emerging di rumah sakit, penyebaran materi komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) seperti FAQ, poster, dan pedoman teknis, serta penguatan deteksi dini di fasilitas pelayanan kesehatan.

Deteksi ini difokuskan pada individu yang menunjukkan gejala mengarah ke virus Nipah dan memiliki faktor risiko, seperti riwayat perjalanan dari India dalam 14 hari terakhir, kontak dengan hewan terinfeksi, atau konsumsi produk seperti nira atau aren mentah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

buah gigitan kelelawar imbauan kesehatan Kemenkes RI Penyakit Menular virus nipah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka

CPNS Kemenag

Atur WFA Saat Libur Nyepi–Lebaran 2026, Pemkab Bandung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan

Pulang Umrah, Bupati Bandung Dadang Supriatna Langsung Tinjau Banjir Bandang Desa Panyadap Solokanjeruk

Bukan Main Layangan, Bocah 10 Tahun Ini Malah Sibuk Masak dan Urus Orang Tua Sakit!

Doa Buka Puasa dan Jadwal Adzan Maghrib Bandung 15 Maret 2026

CPNS Kemenag

Mobil Dinas Tak Boleh untuk Mudik, ASN Bandung Diminta Patuhi Aturan

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.