bukamata.id – Semarang tak pernah kehabisan cerita soal rasa. Di balik pesona Lawang Sewu dan romantisme Kota Lama, ibu kota Jawa Tengah ini menyimpan deretan kuliner legendaris yang siap membuat siapa pun jatuh cinta sejak suapan pertama. Menyusuri Semarang bukan hanya soal destinasi, tapi juga tentang menikmati kekayaan rasa yang telah bertahan puluhan tahun.
Mulai dari hidangan berkuah hangat hingga camilan ikonik, berikut enam tempat makan legendaris di Semarang yang layak masuk daftar buruan kulinermu.
Nasi Pindang Kudus Gajah Mada
Petualangan rasa bisa dimulai sejak pagi hari di warung legendaris yang telah berdiri sejak 1987 ini. Nasi Pindang Kudus Gajah Mada dikenal sebagai salah satu pilihan sarapan favorit warga Semarang.
Berlokasi di Jalan Gajah Mada, tepat di seberang Hotel Gumaya, tempat ini sudah ramai sejak pukul 06.00 WIB. Sajian nasi pindangnya memiliki karakter mirip nasi gandul, dengan kuah gurih yang ringan namun kaya rasa. Dengan harga mulai Rp17.000 per porsi, kamu sudah bisa menikmati hidangan klasik yang pas untuk mengawali hari.
Gudeg Koyor Mbak Tum
Saat malam tiba, saatnya berburu gudeg koyor legendaris di kawasan Wonodri. Gudeg Koyor Mbak Tum telah melayani pencinta kuliner sejak 1991 dan terkenal berkat koyor atau urat sapi yang empuk dan melimpah.
Warung ini buka mulai pukul 17.00 hingga sekitar pukul 03.00 WIB, menjadikannya tujuan favorit wisata kuliner malam. Dengan kisaran harga Rp20.000–Rp27.500, kamu bisa menikmati gudeg lengkap dengan tambahan telur atau suwiran ayam. Tak heran jika tempat ini kerap menjadi langganan berbagai kalangan, termasuk tokoh-tokoh penting di Semarang.
Asem-asem Koh Liem
Bagi pencinta rasa segar, Asem-asem Koh Liem wajib masuk daftar. Kuliner hasil perpaduan budaya Cina dan Jawa ini telah eksis sejak 1978 dan tetap mempertahankan resep turun-temurun.
Berlokasi di kawasan Kampung Kali, warung ini menyajikan olahan daging berkuah dengan sensasi asam segar dari asam jawa dan belimbing wuluh. Dibuka dari pagi hingga malam, satu porsi asem-asem dibanderol sekitar Rp33.000, lengkap dengan pilihan lauk pendamping seperti sate ayam, sate usus, cumi, hingga udang. Meski kini dikelola generasi ketiga, rasa khasnya tetap terjaga.
Nasi Gandul Mbak Tini
Kuliner khas Pati ini juga punya tempat istimewa di hati warga Semarang. Nasi Gandul Mbak Tini yang berdiri sejak 1993 berlokasi di Jalan MT Haryono dan selalu ramai pengunjung.
Warung ini buka setiap sore hingga malam, kecuali hari Minggu. Dengan harga sekitar Rp25.000 per porsi, kamu akan mendapatkan nasi gandul dengan kuah santan gurih, porsi besar, serta pilihan lauk yang menggoda. Lokasinya yang strategis membuatnya mudah ditemukan oleh pemburu kuliner.
Soto Bokoran 1949
Jika mencari sarapan legendaris, Soto Bokoran 1949 adalah jawabannya. Warung soto ayam ini telah melayani pelanggan sejak 1949 dan dikenal sebagai salah satu pelopor soto di Semarang.
Berlokasi di Jalan Plampitan, tempat ini buka sejak pagi hingga siang hari. Kuahnya yang gurih dengan sentuhan manis khas Semarang menjadi ciri utama. Harga per porsi berkisar Rp25.000 hingga Rp50.000, lengkap dengan aneka lauk pendamping seperti sate usus, tempe goreng, hingga sate kerang.
Tahu Pong Gadjah Mada
Menutup perjalanan kuliner, jangan lewatkan tahu pong legendaris yang sudah eksis sejak 1955. Tahu Pong Gadjah Mada terkenal dengan teksturnya yang garing di luar dan kosong di dalam.
Terletak di Jalan Gajah Mada No. 63B, warung ini buka dari siang hingga sore hari. Keistimewaannya terletak pada sajian tahu pong yang dipadukan dengan petis, kecap, acar lobak putih, dan cabai rawit. Dengan harga sekitar Rp20.000–Rp32.000, camilan ini menjadi penutup sempurna wisata rasa di Semarang.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











