bukamata.id – Sebanyak 12 pelajar SDN Legokhayam, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makanan Bermutu dan Bergizi (MBG).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung, Yuli Irnawaty, menjelaskan pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh laboratorium kesehatan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Sesuai prosedur Permenkes, sampel makanan yang belum dikonsumsi dan muntahan korban sudah kami serahkan ke laboratorium provinsi untuk diperiksa,” kata Yuli, Senin (25/8/2025).
Investigasi kasus ini juga melibatkan Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Bandung. Dinkes berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan mitigasi agar kasus serupa tidak terulang.
Selain menunggu hasil uji laboratorium, Dinkes memperketat pengawasan terhadap penyediaan makanan MBG. Pengawasan mencakup inspeksi sanitasi dapur, pembinaan penjamah makanan, hingga pelatihan pengelolaan makanan sehat.
“Semua penjamah makanan diberikan edukasi terkait cara membersihkan bahan makanan dan peralatan. Kami juga siapkan pelatihan pengelolaan makanan sehat,” tutur Yuli.
Ia menambahkan, kecil kemungkinan keracunan disebabkan oleh penyimpanan makanan terlalu lama. Sebab, makanan untuk pagi dan siang dimasak secara terpisah.
Diketahui, 12 siswa SDN Legokhayam mengalami mual dan muntah usai makan siang dari program MBG pada Kamis (21/8/2025). Seluruh korban telah mendapatkan perawatan medis, sementara penyelidikan penyebab pasti keracunan masih menunggu hasil laboratorium.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











