Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Saldo Belum Masuk Jangan Panik, Ini Alasan Bansos PKH dan BPNT Juli 2026 Cair Bertahap

Kamis, 23 Juli 2026 21:53 WIB

iPhone 18 Pro Bocor! Baterai Jumbo dan Chip A20 Pro Siap Bikin Rival Ketar-ketir

Kamis, 23 Juli 2026 21:47 WIB

Akhir Era Sang Legenda! Djadjang Nurdjaman Tinggalkan Persib Usai Ukir Sejarah Panjang

Kamis, 23 Juli 2026 21:14 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Saldo Belum Masuk Jangan Panik, Ini Alasan Bansos PKH dan BPNT Juli 2026 Cair Bertahap
  • iPhone 18 Pro Bocor! Baterai Jumbo dan Chip A20 Pro Siap Bikin Rival Ketar-ketir
  • Akhir Era Sang Legenda! Djadjang Nurdjaman Tinggalkan Persib Usai Ukir Sejarah Panjang
  • Jordi Amat Kirim Pesan Tegas! Timnas Indonesia Bidik Kemenangan Perdana di Piala AFF 2026
  • Farhan Sebut Miras, Obat-obatan, dan Judi Online Jadi Pemicu Utama Kriminalitas di Bandung Raya
  • Jadwal Lengkap dan Peta Kekuatan Timnas Indonesia di Grup A ASEAN Cup 2026
  • Cuma Modal NIK KTP! Cek Sekarang Apakah Anda Terdaftar Penerima Bansos Juli 2026
  • Igor Tolic Belum Puas? Persib Buka Pintu Transfer Lagi Usai Piala Presiden 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 23 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Bukan Sekadar Masalah Kamera! Ini Awal Mula Pecahnya Perang Seablings vs Knetz yang Viral

By Aga GustianaSenin, 16 Februari 2026 18:47 WIB3 Mins Read
Ilustrasi Seablings vs Knetz. (Foto: Instagram)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Lini masa media sosial, khususnya platform X, baru-baru ini diguncang oleh fenomena “Perang Seablings”. Konflik digital skala besar ini mempertemukan netizen Asia Tenggara (SEA) yang menamai diri mereka Seablings dengan netizen Korea Selatan atau yang akrab disapa Knetz.

Bukan sekadar adu komentar biasa, perseteruan ini berkembang menjadi perdebatan panas yang menyinggung harga diri bangsa, perbedaan budaya, hingga isu rasisme yang melintasi batas negara.

Pemicu Utama: Pelanggaran Aturan di Konser DAY6

Ketegangan ini bermula dari konser grup band asal Korea Selatan, DAY6, yang berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 31 Januari 2026. Sejumlah penggemar asal Korea Selatan (fansite) kedapatan membawa kamera profesional berlensa tele ke dalam area konser.

Padahal, pihak promotor telah melarang keras penggunaan alat tersebut demi kenyamanan penonton dan hak cipta. Aksi “kucing-kucingan” fansite ini direkam oleh penonton lokal hingga viral. Kritik pedas pun dilayangkan oleh netizen Malaysia yang merasa aturan tersebut dilecehkan.

Sebuah akun X, @kc****, menjelaskan duduk perkaranya:

“Perkara awalnya tuh krn pas konser DAY6 di KL, si fansite bawa kamera pro & lensa tele pdhl barang yg dilarang sama promotor konser. Ke foto sama penonton MY. Fansitenya ngamuk, ngancem pake UU ITE. Sempet war kecil, tp akhirnya dia ngetwit minta maaf.”

Meski sudah ada permintaan maaf, api konflik justru makin berkobar setelah foto wajah oknum pelanggar tersebut tersebar. Pihak Knetz menuding aksi tersebut sebagai doxing, dan sejak saat itu, komentar rasis mulai bertebaran.

Eskalasi Konflik: Dari Isu Konser ke Serangan Rasial

Alih-alih mereda, perdebatan bergeser ke arah yang sangat sensitif. Sebagian oknum netizen Korea mulai menyerang identitas fisik hingga status ekonomi masyarakat Asia Tenggara.

Salah satu komentar bernada ejekan yang memicu kemarahan berbunyi:

“Kecoa-kecoa Asia Tenggara (perempuan), plis enyah saja sana. Kenapa enggak dukung penyanyi negara kalian sendiri, kenapa malah dukung penyanyi Korea?”

Tak berhenti di situ, serangan juga menyasar musisi lokal Indonesia. Girl group No na diejek karena menggunakan latar persawahan dalam video klipnya, yang dianggap sebagai simbol kemiskinan oleh sebagian oknum. Bahkan, aktor Baskara Mahendra pun tak luput dari komentar negatif terkait identitas nasionalnya.

Counter-Attack Seablings: Adu Prestasi dan Humor +62

Menanggapi penghinaan tersebut, netizen Asia Tenggara tidak tinggal diam. Mereka meluncurkan serangan balik yang elegan dengan memamerkan bukti bahwa musisi Korea sendiri justru mengagumi talenta Asia Tenggara.

Momen kolaborasi rapper Korea, LOCO, dengan penyanyi Indonesia, Feby Putri, dalam lagu “No Where” kembali diungkit. Netizen menyoroti pujian akun-akun Korea terhadap vokal Feby:

“Orang ini penyanyi-penulis lagu Indonesia. Suaranya benar-benar gila,” tulis akun @JH***.

Bahkan LOCO secara terbuka menyatakan kekagumannya:

“Saya sudah lama ingin bekerja sama dengan musisi Indonesia, dan saya sangat terkesan dengan suara Feby Putri sehingga saya menghubunginya langsung.”

Selain pamer prestasi, netizen Indonesia juga menggunakan senjata andalannya: humor. Salah satu netizen merangkum strategi ini dengan jenaka: “Orang Indo emang ga pengen menang debat. Pengen bikin kesal aja wkwkkw”.

Solidaritas Regional: Lahirnya Nama ‘Seablings’

Konflik ini justru memicu lahirnya persatuan antara netizen Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, hingga Vietnam. Mereka menggunakan istilah Seablings—singkatan dari South East Asia Siblings (Saudara Asia Tenggara).

Hashtag #Seablings menjadi simbol kekuatan regional untuk melawan narasi rasis. Meski panas, penting diingat bahwa tidak semua netizen Korea setuju dengan perilaku rasis tersebut. Banyak dari mereka yang menyayangkan konflik ini dan berharap hubungan lintas budaya tetap terjaga dengan baik.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Budaya Pop Knetz Konser DAY6 KL Netizen Indonesia vs Korea Rasisme Medsos Seablings Viral X
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

iPhone 18 Pro Bocor! Baterai Jumbo dan Chip A20 Pro Siap Bikin Rival Ketar-ketir

Ketika Nasihat Berbuah Polemik: Menelisik Profil Ustaz Syam dan Riuh Sorotan Nikahan Nathalie

Followers Instagram Naik Cepat Tanpa Bot? Coba 7 Strategi yang Terbukti Efektif Ini

Meta Perketat Keamanan Threads, Orang Tua Kini Bisa Blokir Akses Anak pada Jam Tertentu

Harga Emas Antam Hari Ini 23 Juli 2026 Naik Rp5.000, Buyback Tembus Rp2,395 Juta per Gram

penyaluran bansos PKH dan BPNT 2025 di kantor pos

Kabar Bahagia Penyaluran Bansos Triwulan 3 2026: Panduan Lengkap Cek Status Penerima PKH dan BPNT Lewat HP

Terpopuler
  • Geliat, Tekanan, dan Arah Penanganan: Membedah Isu LGBTQ di Tanah Pasundan
  • Tampil Bugar di Usia 50-an, Duet Bos Koi Hartono-Julius Sukses Jadi Runner Up Padel Open Bandung
  • Mengenal Lebih Dekat Frank Alexander Hutapea: Pengacara Independen yang Tak Mau di Bayang-bayang Sang Ayah
  • Sidang Praperadilan Mantan Pengurus GKI Taman Cibunut Bergulir, Polisi Bantah Dalil Pemohon
  • Praperadilan Eks Pengurus GKI Taman Cibunut: Polisi Beberkan Bukti Sah Penetapan Tersangka
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.