Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Mahasiswa ITB Nyaris Terjun dari Jembatan GT Baros, Teriakan Pengendara Picu Penyelamatan

Minggu, 20 September 2026 13:08 WIB

Seraf Naro Siregar Persembahkan Medali Pertama Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Minggu, 20 September 2026 12:40 WIB

Mind Blowing: Fakta-Fakta ‘Make in Indonesia’ Implementasi Diam-Diam Konsep ‘Indonesia Incorporated’ Presiden Prabowo

Minggu, 20 September 2026 12:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mahasiswa ITB Nyaris Terjun dari Jembatan GT Baros, Teriakan Pengendara Picu Penyelamatan
  • Seraf Naro Siregar Persembahkan Medali Pertama Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
  • Mind Blowing: Fakta-Fakta ‘Make in Indonesia’ Implementasi Diam-Diam Konsep ‘Indonesia Incorporated’ Presiden Prabowo
  • Kabar Gembira! 7.550 PPPK Paruh Waktu Kabupaten Bandung Bakal Jadi Penuh Waktu Januari 2027
  • Tak Mau Ulangi Catatan Musim Lalu, Marc Klok Tantang Persijap Jepara
  • Bukan Cuma Enak! 5 Tempat Makan Viral di Bandung 2026 yang Bikin Pengunjung Rela Antre
  • Cek Sebelum Keluar Rumah! Ini Prakiraan Cuaca Bandung dan Kabupaten Bandung Hari Ini
  • 4,65 Detik Mengubah Segalanya: Jejak Robby dari Gresik hingga Jadi Raja Speed Dunia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 20 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Bukan Sekadar Masalah Kamera! Ini Awal Mula Pecahnya Perang Seablings vs Knetz yang Viral

By Aga GustianaSenin, 16 Februari 2026 18:47 WIB3 Mins Read
Ilustrasi Seablings vs Knetz. (Foto: Instagram)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Lini masa media sosial, khususnya platform X, baru-baru ini diguncang oleh fenomena “Perang Seablings”. Konflik digital skala besar ini mempertemukan netizen Asia Tenggara (SEA) yang menamai diri mereka Seablings dengan netizen Korea Selatan atau yang akrab disapa Knetz.

Bukan sekadar adu komentar biasa, perseteruan ini berkembang menjadi perdebatan panas yang menyinggung harga diri bangsa, perbedaan budaya, hingga isu rasisme yang melintasi batas negara.

Pemicu Utama: Pelanggaran Aturan di Konser DAY6

Ketegangan ini bermula dari konser grup band asal Korea Selatan, DAY6, yang berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 31 Januari 2026. Sejumlah penggemar asal Korea Selatan (fansite) kedapatan membawa kamera profesional berlensa tele ke dalam area konser.

Padahal, pihak promotor telah melarang keras penggunaan alat tersebut demi kenyamanan penonton dan hak cipta. Aksi “kucing-kucingan” fansite ini direkam oleh penonton lokal hingga viral. Kritik pedas pun dilayangkan oleh netizen Malaysia yang merasa aturan tersebut dilecehkan.

Sebuah akun X, @kc****, menjelaskan duduk perkaranya:

“Perkara awalnya tuh krn pas konser DAY6 di KL, si fansite bawa kamera pro & lensa tele pdhl barang yg dilarang sama promotor konser. Ke foto sama penonton MY. Fansitenya ngamuk, ngancem pake UU ITE. Sempet war kecil, tp akhirnya dia ngetwit minta maaf.”

Meski sudah ada permintaan maaf, api konflik justru makin berkobar setelah foto wajah oknum pelanggar tersebut tersebar. Pihak Knetz menuding aksi tersebut sebagai doxing, dan sejak saat itu, komentar rasis mulai bertebaran.

Eskalasi Konflik: Dari Isu Konser ke Serangan Rasial

Alih-alih mereda, perdebatan bergeser ke arah yang sangat sensitif. Sebagian oknum netizen Korea mulai menyerang identitas fisik hingga status ekonomi masyarakat Asia Tenggara.

Salah satu komentar bernada ejekan yang memicu kemarahan berbunyi:

“Kecoa-kecoa Asia Tenggara (perempuan), plis enyah saja sana. Kenapa enggak dukung penyanyi negara kalian sendiri, kenapa malah dukung penyanyi Korea?”

Tak berhenti di situ, serangan juga menyasar musisi lokal Indonesia. Girl group No na diejek karena menggunakan latar persawahan dalam video klipnya, yang dianggap sebagai simbol kemiskinan oleh sebagian oknum. Bahkan, aktor Baskara Mahendra pun tak luput dari komentar negatif terkait identitas nasionalnya.

Counter-Attack Seablings: Adu Prestasi dan Humor +62

Menanggapi penghinaan tersebut, netizen Asia Tenggara tidak tinggal diam. Mereka meluncurkan serangan balik yang elegan dengan memamerkan bukti bahwa musisi Korea sendiri justru mengagumi talenta Asia Tenggara.

Momen kolaborasi rapper Korea, LOCO, dengan penyanyi Indonesia, Feby Putri, dalam lagu “No Where” kembali diungkit. Netizen menyoroti pujian akun-akun Korea terhadap vokal Feby:

“Orang ini penyanyi-penulis lagu Indonesia. Suaranya benar-benar gila,” tulis akun @JH***.

Bahkan LOCO secara terbuka menyatakan kekagumannya:

“Saya sudah lama ingin bekerja sama dengan musisi Indonesia, dan saya sangat terkesan dengan suara Feby Putri sehingga saya menghubunginya langsung.”

Selain pamer prestasi, netizen Indonesia juga menggunakan senjata andalannya: humor. Salah satu netizen merangkum strategi ini dengan jenaka: “Orang Indo emang ga pengen menang debat. Pengen bikin kesal aja wkwkkw”.

Solidaritas Regional: Lahirnya Nama ‘Seablings’

Konflik ini justru memicu lahirnya persatuan antara netizen Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, hingga Vietnam. Mereka menggunakan istilah Seablings—singkatan dari South East Asia Siblings (Saudara Asia Tenggara).

Hashtag #Seablings menjadi simbol kekuatan regional untuk melawan narasi rasis. Meski panas, penting diingat bahwa tidak semua netizen Korea setuju dengan perilaku rasis tersebut. Banyak dari mereka yang menyayangkan konflik ini dan berharap hubungan lintas budaya tetap terjaga dengan baik.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan Cuma Enak! 5 Tempat Makan Viral di Bandung 2026 yang Bikin Pengunjung Rela Antre

10 Wisata Kuliner Legendaris di Karawang yang Wajib Dicoba

Lebih dari Sekadar Dodol: 11 Rekomendasi Wisata Kuliner Legendaris di Garut yang Wajib Dicoba

Keindahan Curug Cimahi, destinasi utama Wisata Cimahi dengan udara sejuk dan pemandangan mempesona

Bosan ke Bandung? Saatnya Eksplorasi 9 Permata Tersembunyi di Kota Cimahi

Waspada Lonjakan Influenza A: Kenali Gejala, Risiko Komplikasi, dan Cara Ampuh Pencegahannya

Karma Dibayar Kontan? Deretan Kontroversi Jule dari Lepas Hijab hingga Berakhir di Sel Tahanan

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.