Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kebakaran Hebat Lahap Desa Adat Sade Lombok, 150 Rumah Warga Hangus dalam Sekejap

Minggu, 23 Agustus 2026 18:06 WIB
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Jangan Salah! Ini Cara Cek PKH Tahap 3 2026 Lewat HP, Status Bansos hingga Desil DTSEN

Minggu, 23 Agustus 2026 17:00 WIB

Bukan Sekadar Menang! Saddil Ramdani Beberkan Misi Besar Persib vs Manila Digger

Minggu, 23 Agustus 2026 16:14 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kebakaran Hebat Lahap Desa Adat Sade Lombok, 150 Rumah Warga Hangus dalam Sekejap
  • Jangan Salah! Ini Cara Cek PKH Tahap 3 2026 Lewat HP, Status Bansos hingga Desil DTSEN
  • Bukan Sekadar Menang! Saddil Ramdani Beberkan Misi Besar Persib vs Manila Digger
  • Bukan Asli Ajaran Nabi? Konser Diberi Izin Tapi Maulid Dilarang, Ada Apa dengan Arab Saudi?
  • Jelang Muktamar NU ke-35, PKB Kabupaten Bandung Gelar Mujahadah dan Tirakat Politik
  • 72 Ribu Hektare Lebih Dilalap Api! Ini Daftar Wilayah dengan Karhutla Terluas di Indonesia
  • Arcamanik Membiru! Ratusan Warga Meriahkan Pesta Rakyat Demokrat Jabar
  • Thailand Kena Mental? Vietnam Curi Kemenangan 2-0 di Rajamangala, Comeback Jadi Misi Mustahil
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 23 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Awal Ramadan 2026 Berpotensi Beda? Ini Agenda Krusial Sidang Isbat Kemenag

By SusanaSenin, 16 Februari 2026 20:31 WIB2 Mins Read
Ilustrasi rukyatul hilal. (Foto: NU Online/Suwitno)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Sidang Isbat penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa, 17 Februari 2026.

Sidang yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar ini dinilai krusial karena berpotensi memunculkan perbedaan awal puasa di Indonesia.

Sebelumnya, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026 berdasarkan metode hisab. Keputusan tersebut membuat masyarakat kini menantikan hasil resmi dari pemerintah.

Regulasi Baru Perkuat Legalitas Penetapan Awal Puasa

Sidang Isbat tahun ini memiliki pembaruan penting dengan disiapkannya Peraturan Menteri Agama (PMA) sebagai landasan hukum resmi.

Kehadiran regulasi tersebut diharapkan mampu memperkuat legitimasi hasil sidang sekaligus meningkatkan transparansi proses penentuan awal Ramadan 1447 H.

Mekanisme Hisab dan Rukyat Tetap Jadi Acuan Utama

Dalam pelaksanaannya, Kemenag tetap memadukan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (observasi hilal).

Tahapan Sidang Isbat meliputi:

  1. Pemaparan posisi hilal oleh tim pakar astronomi.
  2. Laporan hasil rukyatul hilal dari 137 titik pemantauan di seluruh Indonesia.
  3. Musyawarah bersama perwakilan ormas Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta perwakilan negara sahabat.

Metode gabungan ini menjadi pendekatan konsisten pemerintah dalam menentukan awal bulan Hijriah secara ilmiah dan syar’i.

Masjid IKN Nusantara Jadi Simbol Titik Pantau Strategis

Tahun ini, Masjid IKN di Nusantara akan difungsikan sebagai salah satu lokasi utama pemantauan hilal.

Langkah ini menjadi inovasi sekaligus simbol kesiapan infrastruktur keagamaan di Ibu Kota Nusantara. Penempatan ahli falak di berbagai titik strategis bertujuan meminimalkan potensi perbedaan hasil pengamatan.

Publik Menanti Keputusan Resmi Pemerintah

Dengan adanya potensi perbedaan awal Ramadan 2026, masyarakat diimbau menunggu hasil resmi Sidang Isbat. Pemerintah berharap keputusan yang dihasilkan dapat diterima seluruh umat Islam demi menjaga persatuan dan kekhusyukan dalam menyambut bulan suci Ramadan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kebakaran Hebat Lahap Desa Adat Sade Lombok, 150 Rumah Warga Hangus dalam Sekejap

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Jangan Salah! Ini Cara Cek PKH Tahap 3 2026 Lewat HP, Status Bansos hingga Desil DTSEN

Bukan Asli Ajaran Nabi? Konser Diberi Izin Tapi Maulid Dilarang, Ada Apa dengan Arab Saudi?

Jelang Muktamar NU ke-35, PKB Kabupaten Bandung Gelar Mujahadah dan Tirakat Politik

72 Ribu Hektare Lebih Dilalap Api! Ini Daftar Wilayah dengan Karhutla Terluas di Indonesia

Arcamanik Membiru! Ratusan Warga Meriahkan Pesta Rakyat Demokrat Jabar

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Menembus Angka 75,90: Menguji Rekor IPM Jawa Barat di Tengah Bayang Ketimpangan
  • Jabar Masih Dibelit Masalah, Kehadiran Dedi Mulyadi di NTT Dinilai Tak Urgent
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.