Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Habis Adik dan Ipar, Sekarang Asisten: Seberapa Kuat Pengaruh Raffi Ahmad di Pemerintahan?

Minggu, 28 Juni 2026 20:09 WIB
Zalnando

Resmi! Persib Berpisah dengan Zalnando Usai 6 Musim Penuh Cerita

Minggu, 28 Juni 2026 19:34 WIB

Mahasiswa UPI Tolak GEMA Jabar, Polemik Pendidikan dan Guru Honorer Menguat

Minggu, 28 Juni 2026 18:57 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Habis Adik dan Ipar, Sekarang Asisten: Seberapa Kuat Pengaruh Raffi Ahmad di Pemerintahan?
  • Resmi! Persib Berpisah dengan Zalnando Usai 6 Musim Penuh Cerita
  • Mahasiswa UPI Tolak GEMA Jabar, Polemik Pendidikan dan Guru Honorer Menguat
  • Messi Menggila! Cetak Gol ke-6, Pimpin Klasemen Top Skor Piala Dunia 2026
  • Tragis! Pemuda 21 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Ciparang Bandung Barat
  • Guncang Bursa Transfer! Persib Umumkan Perpisahan dengan Rezaldi Hehanussa
  • Hanya Sun Tangan Tanpa Pelukan, Interaksi Oki Setiana Dewi dan Ory Vitrio Picu Isu Rumah Tangga!
  • Garena Bagi-Bagi Hadiah Hari Ini! Kode Redeem FF 28 Juni 2026 Berhadiah Skin, Diamond, dan Emote Langka
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 29 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

48 Rumah Rusak Parah di Purwakarta Akibat Pergerakan Tanah, Warga Mengungsi

By Aga GustianaKamis, 12 Juni 2025 13:10 WIB2 Mins Read
Ilustrasi pergerakan tanah. (iStockphoto)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pergerakan tanah yang terjadi di Desa Pasir Munjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, menyebabkan kerusakan serius pada puluhan rumah warga. Sebanyak 48 rumah dilaporkan terdampak, dengan 25 di antaranya ambruk total hingga rata dengan tanah.

Fenomena ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut secara intens dalam beberapa pekan terakhir, membuat struktur tanah menjadi labil dan rentan bergeser. Bahkan, jalan-jalan di sekitar permukiman mengalami penurunan hingga dua meter, menyulitkan akses dan proses evakuasi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purwakarta, Erlan, mengungkapkan bahwa pergerakan tanah telah terjadi berulang sejak 20 April 2025 dan terus berlanjut hingga pertengahan Juni.

“Pergerakan tanah pertama kali terjadi pada 20 April, lalu berulang pada 23 April dan 19 Mei. Puncaknya pada 11 Juni kemarin. Saat ini tercatat 48 rumah terdampak—42 rumah di Kampung Cigintung dan 6 lainnya di Sukamulya. Hingga kini, 25 rumah sudah ambruk total. Syukurlah, tidak ada korban jiwa,” ujar Erlan, Kamis (12/6).

Baca Juga:  Dua Pria Asal Purwakarta Harus Lebaran di Penjara Usai Beli Ayam Pakai Uang Palsu

Warga setempat bergotong-royong mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Dengan bantuan kendaraan pikap, barang-barang dibawa ke tempat pengungsian sementara seperti GOR, balai desa, hingga rumah kerabat.

Baca Juga:  Buntut Keracunan Ratusan Warga di Purwakarta, Polisi Periksa Donatur Makanan

Salah satu warga terdampak, Susi Susilawati, mengungkapkan bahwa rumahnya roboh dalam sekejap.

“Enggak sempat nyelamatin barang. Rumah langsung ambruk. Dari awal Ramadan memang sudah terasa ada pergerakan tanah, tapi enggak separah sekarang. Jalannya rusak, rumah-rumah pada tumbang,” katanya.

Baca Juga:  PVMBG Ungkap 19 Daerah di Jawa Barat Ada Potensi Pergerakan Tanah, Ini Sebarannya

Hingga saat ini, BPBD dan relawan masih terus berjaga dan membantu evakuasi, mengingat potensi pergerakan tanah susulan masih tinggi. Warga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bencana Alam Fenomena Pergerakan Tanah purwakarta warga mengungsi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Habis Adik dan Ipar, Sekarang Asisten: Seberapa Kuat Pengaruh Raffi Ahmad di Pemerintahan?

Mahasiswa UPI Tolak GEMA Jabar, Polemik Pendidikan dan Guru Honorer Menguat

Tragis! Pemuda 21 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Ciparang Bandung Barat

Bukan Penyiksaan? Ini Penjelasan Komnas Perempuan Soal Kasus YTR Bandung

Bos Hartono Angkat Topi, Koleksi Ikan Irfan Hakim Rajai All Indonesia Young Koi Show 2026!

Absen Lengkap Tapi Dituduh Lalai?! Guru Senior Ini Tetap Mengajar Walau Haknya Dirampok 73 Bulan!

Terpopuler
  • Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Banyak Dicari, Waspadai Modus Phishing
  • Ribuan Warganet Berburu Video ‘Handuk Putih Anak vs Ibu’, Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen
  • Terungkap! Ini Fakta Sebenarnya di Balik Video Ibu dan Anak Handuk Putih yang Viral
  • Jadwal Piala Dunia 2026 25–28 Juni, Banyak Laga Penentuan Tim Besar Dunia
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.