Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Kode Redeem FF

Update Besar! 63 Kode Redeem FF Max 28 Maret 2026: Sikat Bundle Panther & AK47 Unicorn Ice Age Tanpa Top Up

Sabtu, 28 Maret 2026 06:00 WIB

Link Telegram ‘Full Video’ Ibu Tiri vs Anak Tiri Bertebaran, Part 2 Ada yang Janggal?

Sabtu, 28 Maret 2026 05:00 WIB

Mantap! Pensiunan PNS Terima Gaji dan Tunjangan hingga Ratusan Ribu Rupiah

Sabtu, 28 Maret 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Update Besar! 63 Kode Redeem FF Max 28 Maret 2026: Sikat Bundle Panther & AK47 Unicorn Ice Age Tanpa Top Up
  • Link Telegram ‘Full Video’ Ibu Tiri vs Anak Tiri Bertebaran, Part 2 Ada yang Janggal?
  • Mantap! Pensiunan PNS Terima Gaji dan Tunjangan hingga Ratusan Ribu Rupiah
  • Persib Wajib Waspada! Guillermo Fernandez Siap Jadi Mimpi Buruk di Padang
  • Terbongkar Rahasia Gelap di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Ternyata Konten Luar Negeri?
  • AWAS JEBAKAN! Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Ternyata Umpan Hacker Curi Data Pribadi, Jangan Klik!
  • Dulu Viral, Sekarang Abadi! Kisah Dibalik Patung ‘Rantai Manusia’ di Kazakhstan yang Bikin Haru
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 28 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

64 Perusahaan Telah Terdaftar dalam Aplikasi Nyari Gawe

By Putra JuangSelasa, 14 Oktober 2025 15:15 WIB3 Mins Read
Kepala Diskominfo Jabar, Adi Komar. Foto: bukamata.id/ Rizal Fadillah.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pencari kerja sudah bisa melamar pekerjaan lewat aplikasi ketenagakerjaan “Nyari Gawe”. Sebanyak 64 perusahaan telah terdaftar dalam aplikasi buatan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) tersebut.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Adi Komar menjelaskan, aplikasi “Nyari Gawe” memungkinkan perusahaan memasang dan mengelola lowongan kerja, melakukan wawancara daring, hingga menyeleksi kandidat sesuai kualifikasi dengan dukungan kecerdasan buatan (AI).

“Kami terus mengembangkan fitur aplikasi sesuai masukan dari perusahaan dan pengguna. Tujuannya agar ekosistem ketenagakerjaan di Jabar semakin terhubung dan efisien,” ucap Adi dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Ketenagakerjaan bertema “Membangun Konektivitas Lowongan Pekerjaan dengan Aplikasi Nyari Gawe” di Gedung Sigrong Bale Sri Baduga, Kabupaten Purwakarta, Selasa (14/10/2025).

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menuturkan, Pemdaprov Jabar menjembatani pencari kerja dan perusahaan secara lebih cepat, terbuka, dan transparan melalui aplikasi “Nyari Gawe”.

Baca Juga:  Baru Semester I, Bapenda Jabar Bukukan Pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor Rp4,2 Triliun

Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, menekankan pentingnya transparansi dan keterbukaan informasi dalam hal perekrutan tenaga kerja.

Oleh karena itu, aplikasi “Nyari Gawe” hadir sebagai wadah digital untuk memastikan semua lowongan kerja dapat diakses masyarakat pencari kerja secara langsung.

“Jangan sampai aplikasi ‘Nyari Gawe’ hanya ramai pelamar tapi lowongannya tidak ada. Kita ingin sistem yang benar-benar nyata menghubungkan perusahaan dengan pencari kerja,” tegasnya.

KDM juga menyebut, perusahaan yang enggan membuka informasi lowongan kerja secara publik akan diumumkan secara terbuka oleh pihaknya. Langkah ini dilakukan untuk mendorong perusahaan berperan aktif dalam menyejahterakan masyarakat Jawa Barat.

Baca Juga:  20 Ribu Susu Kemasan Disiapkan untuk Uji Coba Makan Siang Gratis di Sumedang

Di samping itu, selain lewat digitalisasi informasi ketenagakerjaan, Pemdaprov Jabar juga turut menyiapkan strategi peningkatan kompetensi tenaga kerja.

Orang nomor satu di Jabar itu menegaskan, pemerintah daerah membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak termasuk TNI dalam hal pelatihan atau capacity building, pengembangan kapasitas untuk calon tenaga kerja agar siap kerja sekaligus berkarakter kuat.

“Kami ingin tenaga kerja yang lahir dari Jawa Barat bukan hanya siap bekerja, tapi juga punya karakter kuat dan disiplin tinggi,” kata dia.

Lebih jauh, dengan kolaborasi lintas sektoral dan pemanfaatan teknologi digital dalam aplikasi “Nyari Gawe”, Pemdaprov Jabar berupaya menurunkan angka pengangguran sekaligus memperkuat ekosistem tenaga kerja yang adaptif, transparan, dan berkeadilan.

Baca Juga:  Jabar Berkomitmen Tingkatkan Produk Dalam Negeri Upaya Bersaing di Pasar Dunia

Dengan begitu aplikasi “Nyari Gawe” menjadi wujud nyata transformasi digital Pemda Provinsi Jabar dalam bidang ketenagakerjaan untuk membuka peluang, mempertemukan harapan, dan membangun masa depan kerja yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh warga Jabar.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jabar, I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka memaparkan, angka pengangguran di Jabar pada Februari 2025 mencapai 1,81 juta orang atau 6,74 persen.

Meski menurun 0,17 persen dibanding tahun sebelumnya, tantangan masih besar terutama karena pengangguran didominasi oleh lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jabar menargetkan penurunan tingkat pengangguran hingga satu persen pada tahun ini. Oleh karena itu, pelatihan, pemagangan, dan pemanfaatan aplikasi “Nyari Gawe” menjadi kunci.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Adi Komar Nyari Gawe Pemprov Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mantap! Pensiunan PNS Terima Gaji dan Tunjangan hingga Ratusan Ribu Rupiah

Dramatis! Polisi dan Korban Kompak Jebak Maling Motor di Ujungberung

Mencekam! Langit Israel Dipenuhi Gagak Saat Konflik Timur Tengah Memanas

Kecelakaan Maut di Nagreg, Satu Orang Tewas Usai Tertabrak Mobil Boks

Dua Pelajar Terseret Ombak di Pangandaran, Satu Selamat Satu Masih Hilang

Ilustrasi emas antam

Harga Emas Antam Turun Tajam! Kini Rp 2,81 Juta per Gram, Ini Daftarnya

Terpopuler
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
  • Viral di TikTok! Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.