bukamata.id – DPD Partai Demokrat Jawa Barat kini resmi memiliki kantor baru yang berlokasi di Jl. Pacuan Kuda No.5, Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung.
Gedung ini lahir dari kerja keras kader dan menjadi simbol komitmen Demokrat dalam melakukan pembenahan di berbagai aspek organisasi.
Momentum Penting bagi Partai Demokrat
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan bahwa peresmian kantor baru menjadi momen penting untuk memperkuat kerja politik partai.
Menurut AHY, pembenahan tidak hanya dilakukan pada sisi personel, tetapi juga pada sumber daya manusia dan fasilitas pendukung partai.
“Saya yakini bahwa gedung atau kantor ini bukan sekadar tempat kami bekerja administratif, tetapi lebih merupakan rumah aspirasi bagi rakyat,” ujar AHY usai peresmian.
Kantor Baru sebagai Wadah Interaksi Publik
AHY menekankan bahwa kantor baru Demokrat bukan hanya untuk kepentingan internal, melainkan harus menjadi ruang terbuka yang melibatkan masyarakat. Ia menginstruksikan seluruh jajaran Demokrat untuk memakmurkan kantor dengan menghadirkan interaksi positif bersama publik.
“Dialog sekaligus interaksi positif selalu menghadirkan kebaikan. Kita ingin mendengarkan aspirasi bahkan kritik yang membangun karena kami ingin terus berbenah,” tegas AHY.
Lebih jauh, AHY berharap kantor baru tersebut menjadi wadah untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat, di mana setiap langkah politik Demokrat seharusnya berujung pada manfaat nyata bagi rakyat.
“Saya ucapkan selamat atas diresmikannya kantor baru ini. Semoga menjadi awal yang baik dan melanjutkan kerja-kerja kita untuk rakyat ke depan,” pungkas AHY.
Dukungan Gubernur Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang hadir dalam peresmian, berharap kantor baru Demokrat bisa semakin memperkuat komunikasi publik, baik antarpengurus, masyarakat, partai lain, maupun pemerintah provinsi. Sebagai bentuk apresiasi pribadi, Dedi menyumbang Rp250 juta untuk kantor Demokrat.
“Mudah-mudahan tidak melanggar undang-undang. Saya tidak boleh lebih dari Rp500 juta karena itu aturan namanya. Provinsi tidak boleh melebihi nasional,” ujar Dedi.
Ia menambahkan, pertemuan tersebut tidak hanya bermanfaat bagi Demokrat, tetapi juga seluruh masyarakat Jawa Barat. “Karena Demokrat adalah mitra Provinsi Jawa Barat, wujudkan masyarakat yang bermartabat, sehingga hidupnya melesat istimewa,” kata Dedi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









