bukamata.id – Pencarian terhadap pendaki muda Syafiq Ali (18) di Gunung Slamet akhirnya berujung kepastian. Setelah dinyatakan hilang selama berminggu-minggu, Syafiq ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (14/1/2026).
Kabar penemuan pendaki asal Magelang tersebut disampaikan oleh akun resmi Basecamp Bambangan Purbalingga, @slametviabambangan, melalui media sosial Instagram. Dalam keterangannya, Syafiq ditemukan di lereng puncak sisi selatan, tepatnya di area antara jalur Gunung Malang dan Baturraden.
Hingga informasi tersebut diumumkan, tim relawan masih berjibaku melakukan proses evakuasi di medan terjal dan cuaca yang tidak menentu.
“Alhamdulillah, survivor atas nama Syafiq Ridhan Ali Razan ditemukan. Ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) di daerah lereng puncak sebelah selatan antara jalur Gunung Malang dan Baturaden. Saat ini masih dalam proses evakuasi,” tulis akun resmi tersebut.
Hilang Sejak Akhir 2025
Nama Syafiq Gunung Slamet sebelumnya dilaporkan hilang sejak Senin (29/12/2025). Ia mendaki Gunung Slamet bersama rekannya, Himawan Haidar Bahran, pada Sabtu malam (27/12/2025) melalui Basecamp Dipajaya, Pemalang.
Operasi pencarian berskala besar dilakukan setelah Haidar berhasil ditemukan selamat di Pos 9. Namun, meski berbagai upaya telah dilakukan, keberadaan Syafiq belum juga diketahui hingga operasi SAR resmi dihentikan pada Rabu (7/1/2026) karena tidak menemukan hasil.
Relawan Bergerak Secara Mandiri
Meski operasi SAR ditutup, relawan dari berbagai basecamp memilih tidak berhenti. Pencarian mandiri dilakukan melalui jalur Bambangan Purbalingga dan diperluas hingga Baturraden Banyumas.
Koordinator Basecamp Bambangan, Syaiful Amri, mengatakan pencarian ini dilandasi rasa kemanusiaan dan tanggung jawab moral sebagai warga yang hidup di kawasan kaki Gunung Slamet.
Ia menjelaskan bahwa pencarian mandiri telah dilakukan sejak 9 Januari 2026, dengan mengerahkan tiga Search and Rescue Unit (SRU) berdasarkan peta dan koordinat yang sebelumnya disusun Basarnas.
“Tiga hari kemarin, kami kembali menelusuri area sesuai pemetaan dari Basarnas, bahkan kami maksimalkan lagi.”
“Tapi, sampai hari Minggu (11/1/2026) kemarin, belum ada tanda-tanda,” ujar Syaiful.
Upaya tersebut terus berlanjut dengan memperluas wilayah pencarian ke jalur Baturraden, yang secara historis kerap menjadi jalur tersesat pendaki.
“Semalam, kami sudah koordinasi dengan Basecamp Bambangan.”
“Dari situ, kami sepakat memperluas pencarian ke jalur Baturraden. Karena secara histori, seringkali pendaki itu nyasar ke jalur ini,” jelasnya.
Medan Berat dan Cuaca Ekstrem
Dalam operasi pencarian terakhir, dua tim gabungan diterjunkan dengan total 57 personel, hasil kolaborasi relawan Basecamp Bambangan dan Baturraden. Penyisiran dilakukan sejak pagi hari dan dibatasi hingga pukul 15.00 WIB, demi menghindari risiko cuaca ekstrem yang kerap terjadi di sore hari.
Ditemukannya Syafiq Gunung Slamet mengakhiri pencarian panjang yang penuh harap, sekaligus menjadi pengingat akan tingginya risiko pendakian di Gunung Slamet, terutama bagi pendaki yang belum sepenuhnya mengenal karakter jalur.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











