Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Link Video Viral Durasi 9 Menit 48 Detik Jadi Buruan Netizen, Karyawan HWI Jepara Terseret?

Sabtu, 7 November 2026 13:30 WIB
BSU cair

Gaji di Atas Rp3,5 Juta Masih Bisa Dapat BSU 2026? Cek Ketentuan UMK dan Syarat Lengkapnya!

Sabtu, 7 November 2026 13:00 WIB

Daftar Tim Lolos 16 Besar ACL 2: Persib Bandung Bersanding dengan Raksasa Asia

Sabtu, 7 November 2026 12:31 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Video Viral Durasi 9 Menit 48 Detik Jadi Buruan Netizen, Karyawan HWI Jepara Terseret?
  • Gaji di Atas Rp3,5 Juta Masih Bisa Dapat BSU 2026? Cek Ketentuan UMK dan Syarat Lengkapnya!
  • Daftar Tim Lolos 16 Besar ACL 2: Persib Bandung Bersanding dengan Raksasa Asia
  • Viral Video Camat Injak Punggung Pria Demi Seberangi Kubangan, Pemkab Buka Suara!
  • Tragedi Ngaliwet di Garut: Cuma Gegara Sambal Asin, Paman Tega Tikam Keponakan Hingga Tewas
  • Larangan Spanduk Karhutla Berujung Hujatan! Klarifikasi Mentah, Oki Rengga Dituding Star Syndrome dan Jumawa!
  • Bencana Beneran Dianggap Arena Bermain? Ria Ricis Diamuk Warganet!
  • Ukir Catatan Emas di Asia, Persib dan Borneo FC Tuai Pujian Setinggi Langit dari Ferry Paulus
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 7 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Terjawab Setelah 16 Hari, Hilangnya Syafiq di Gunung Slamet dan Sorotan Rival Indigo

By Aga GustianaRabu, 14 Januari 2026 14:17 WIB3 Mins Read
Syafiq Ali, pendaki yang hilang di Gunung Slamet akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Teka-teki hilangnya pendaki muda asal Magelang, Syafiq Ridhan Ali Razan (18), di Gunung Slamet akhirnya menemukan kepastian. Setelah lebih dari dua pekan pencarian yang menguras tenaga di tengah medan berat dan cuaca ekstrem, Syafiq ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (14/1/2026).

Syafiq ditemukan di lereng puncak sisi selatan, tepatnya di kawasan yang berada di antara jalur Gunung Malang dan Baturraden. Lokasi tersebut dikenal sebagai area rawan dengan kontur curam dan vegetasi rapat.

Informasi penemuan korban disampaikan oleh Basecamp Bambangan Purbalingga dan dikonfirmasi oleh relawan serta tim SAR gabungan yang masih berada di lokasi. Saat kabar tersebut diumumkan, proses evakuasi masih berlangsung karena medan yang sulit dijangkau.

Syafiq sebelumnya dilaporkan hilang setelah mendaki Gunung Slamet bersama rekannya, Himawan Haidar Bahran, pada Sabtu malam (27/12/2025) melalui jalur Dipajaya, Pemalang. Keduanya tak kunjung turun sesuai jadwal, sehingga memicu operasi pencarian besar-besaran.

Himawan berhasil ditemukan lebih dulu dalam kondisi selamat di salah satu pos pendakian dan dievakuasi pada Senin (29/12/2025). Namun, Syafiq tidak berada bersama rekannya, sehingga pencarian terus difokuskan pada titik-titik yang diduga menjadi jalur lintasannya.

Operasi SAR dan Pencarian Mandiri Relawan

Pencarian resmi melibatkan ratusan personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta komunitas pendaki. Area penyisiran bahkan diperluas hingga radius lima kilometer dari titik terakhir korban terpantau. Meski demikian, hingga 7 Januari 2026, hasil yang diharapkan belum ditemukan.

Dengan mempertimbangkan cuaca ekstrem dan risiko keselamatan, Basarnas akhirnya menutup operasi SAR resmi. Namun, penutupan tersebut tidak menghentikan upaya pencarian sepenuhnya.

Sejumlah relawan dan komunitas pendaki memilih melanjutkan pencarian secara mandiri melalui jalur Bambangan Purbalingga dan Baturraden Banyumas, berbekal pemetaan dan koordinat yang sebelumnya disusun tim SAR.

Koordinator Basecamp Bambangan, Syaiful Amri, menyebut langkah tersebut diambil karena korban belum ditemukan dan dilandasi rasa kemanusiaan serta tanggung jawab moral sebagai pengelola jalur pendakian di kawasan kaki Gunung Slamet.

Munculnya Rival Indigo di Tengah Pencarian

Di tengah upaya pencarian itulah, perhatian publik tertuju pada kehadiran Rival Altaf, bocah asal Cilacap yang dikenal luas sebagai “anak indigo”. Rival diketahui mendatangi basecamp Dipajaya dan ikut bergerak bersama relawan menuju sejumlah titik pencarian.

Keterlibatan Rival Indigo memunculkan beragam reaksi. Sebagian masyarakat berharap kehadirannya dapat membantu mempercepat penemuan korban, sementara sebagian lainnya mengingatkan agar proses pencarian tetap mengutamakan metode ilmiah dan keselamatan di lapangan.

Nama Rival sebelumnya sempat menjadi sorotan nasional setelah dikaitkan dengan penunjukan lokasi korban bencana longsor di wilayah Cilacap dan Banjarnegara pada akhir 2025. Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, ia mengklaim mampu merasakan keberadaan korban di lokasi tertentu.

Meski demikian, relawan di lapangan tetap menjadikan pencarian fisik sebagai prioritas utama, dengan menyisir jalur rawan, lembah, serta area yang secara logis berpotensi dilalui korban.

Pencarian Berakhir Duka

Upaya panjang tersebut akhirnya berujung duka pada hari ke-16 pencarian, ketika Syafiq ditemukan di area lereng selatan Gunung Slamet. Saat ini, relawan gabungan masih melakukan proses evakuasi jenazah menuju titik aman sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Kasus Syafiq menambah daftar panjang pendaki yang mengalami kecelakaan di gunung-gunung Indonesia, seiring meningkatnya minat pendakian dan tantangan cuaca yang semakin sulit diprediksi.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya perencanaan matang, kepatuhan terhadap prosedur pendakian, serta kesiapan fisik dan mental, terutama saat mendaki gunung dengan karakter berat seperti Gunung Slamet.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral Video Camat Injak Punggung Pria Demi Seberangi Kubangan, Pemkab Buka Suara!

Tragedi Ngaliwet di Garut: Cuma Gegara Sambal Asin, Paman Tega Tikam Keponakan Hingga Tewas

Dari Pengarah Hingga Hapus Bukti: Ini Peran 4 Jenderal Polri di Kasus Penyadapan Ilegal

Tudingan Dokter Tifa Soal Jokowi Ambil Map Ijazah di Lantai Ruang Sidang, Demi Simpati?

Gelar Aksi di DPRD Jabar, BEM Nusantara Bandung Soroti Pengawasan MBG hingga Kasus Karhutla

Aksi Begal Todong Pistol di Cangkuang Bandung Viral, Pelaku Utama Ternyata Masih 17 Tahun

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ramai Dicari Netizen! Terbongkar Kebenaran Isu Link Video Egar dan Fina Asal Banyuwangi
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Lagi Dicari Netizen, Terungkap Isi Sebenarnya di Balik Video Viral Egar dan Fina Asal Banyuwangi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.