bukamata.id – Potret Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang memperlihatkan dokumen pendidikan di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Timur kembali memicu perdebatan hangat di linimasa. Terdakwa Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa melayangkan sentilan keras atas aksi tersebut.
Dokter Tifa menilai penempatan map berisi dokumen ijazah di lantai bukan tanpa maksud. Menurut prediksinya, gestur tersebut disengaja untuk membentuk opini dan menggugah rasa iba publik.
Melalui postingan di akun media sosialnya, ia mempertanyakan alasan berkas yang dianggap penting itu dialas di lantai, sementara area tempat duduk hakim maupun saksi masih menyisakan ruang.
Pengalaman Langsung di Kursi Saksi PN Pulo Gebang
Dokter Tifa menegaskan pandangannya bukan tanpa dasar. Ia mengklaim sudah sangat familiar dengan interior ruang sidang PN Jakarta Timur karena rutin hadir setiap pekan sejak beberapa bulan lalu.
Ia menuturkan kerap menduduki kursi yang persis sama dengan yang dipakai Jokowi saat memberikan keterangan sebagai saksi. Kursi tersebut, menurutnya, memiliki dimensi yang cukup lapang untuk menampung penggunanya sekaligus berkas pendukung.
“Saya yang seminggu sekali setiap Kamis sejak 2 Juli 2026 duduk di kursi yang sama dengan yang diduduki Jokowi. Tahu persis bahwa kursi cukup lebar untuk diduduki dan menaruh map tipis entah di pangkuan atau di belakang punggung,” tulis Tiffauzia dalam unggahannya di media sosial, dikutip Jumat (6/11/2026).
Tudingan Pementasan Narasi Simpati Publik
Atas pertimbangan visual dan teknis ruangan tersebut, Dokter Tifa meyakini tindakan menaruh dokumen di lantai ruang persidangan mengandung dorongan pencitraan. Ia mengkritik reaksi sebagian warganet yang dinilai terlalu emosional merespons foto yang beredar.
Dokter Tifa berpendapat, jika dokumen itu memang ijazah asli yang bernilai tinggi, cara penempatannya seharusnya jauh lebih terhormat.
“Yang salah setting adalah, isi map itu adalah ijazah-ijazah yang dibangga-banggakan dan diklaim dimiliki. Masa iya taruh di lantai? Demi apa coba? Demi meraih simpati masyarakat melihat foto ini,” ujarnya.
Duduk Perkara Persidangan Ijazah Jokowi
Kehadiran Jokowi di PN Jakarta Timur merupakan bagian dari kapasitasnya sebagai saksi korban dalam persidangan dugaan fitnah serta pencemaran nama baik yang berkaitan dengan isu keabsahan ijazah miliknya.
Di depan majelis hakim, penuntut umum, dan pihak terdakwa, Jokowi menunjukkan lembaran berkas pendidikan yang ia bawa. Foto yang merekam aksinya dengan map berada di lantai itulah yang lantas viral dan memicu aneka spekulasi.
Kendati Dokter Tifa melempar kecurigaan adanya rekayasa situasi, tudingan tersebut sepenuhnya merupakan interpretasi pribadi dan belum memiliki pembuktian formal di persidangan. Perbedaan sudut pandang ini kian memperpanjang tensi seputar persidangan isu ijazah Jokowi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










