bukamata.id – Nama Jerome Polin lekat dengan konten edukatif, terutama matematika. Kisahnya sebagai penerima beasiswa kuliah di Jepang menginspirasi banyak remaja Indonesia. Kanal YouTube Nihongo Mantappu dan kolaborasinya bersama Waseda Boys membuat namanya dikenal luas.
Tapi perjalanan Jerome tidak selalu mulus. Gaya bicaranya yang blak-blakan beberapa kali menyeretnya ke pusaran kontroversi.
Yang terbaru, sindiran pendek soal hoaks di Threads berujung serangan balik dari lingkaran Raffi Ahmad. Warganet ramai mengaitkan sindiran itu dengan sang presenter. Jerome pun dicap “kacang lupa kulit”, dan jejak kontroversi lamanya kembali diungkit.
Berikut deretan kontroversi Jerome Polin yang pernah ramai dibicarakan.
1. Bercanda soal Kalimat Dokter
Jerome pernah mengunggah video TikTok berjoget dengan jas dokter. Keterangannya berbunyi “Mohon maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin”.
Bagi tenaga medis, kalimat itu tidak ringan. Kalimat itulah yang diucapkan kepada keluarga pasien yang tidak tertolong. Karena itu, banyak yang menilainya tidak pantas dijadikan lelucon.
2. Bisnis Minuman Dituding Scam
Nama Jerome ramai dibicarakan setelah sejumlah mitra bisnis minuman kekinian miliknya curhat soal kerugian. Mereka mengaku sudah menanam modal lebih dari Rp400 juta, tapi hanya mampu menjual 5 sampai 9 cup per hari.
Salah satu mitra bahkan menyebut bisnis itu sebagai penipuan. Tudingan ini datang dari pihak mitra dan sempat jadi perbincangan hangat di media sosial.
3. Konten Bareng Alshad Ahmad
Kolaborasi Jerome dengan Alshad Ahmad juga menuai kritik. Jerome dianggap mendukung Alshad memelihara satwa liar di rumah. Banyak yang berpendapat satwa liar seharusnya hidup di alam, bukan di rumah pribadi.
4. Membandingkan TV Indonesia dan Jepang
Jerome pernah menyebut acara televisi Indonesia jauh berbeda dengan acara televisi Jepang, yang banyak menyajikan kuis pengetahuan umum. Komentar itu memicu beragam tanggapan, termasuk dari Helmy Yahya, produser sejumlah acara televisi.
5. Pamer DM dengan Taeyong NCT 127
Jerome beruntung bisa bertemu NCT 127 di Jakarta dan sempat berbalas pesan dengan Taeyong, leader grup itu, lewat DM Instagram. Masalahnya, Jerome memamerkan percakapan itu di Instagram Story. Dia pun dinilai melanggar privasi sang idola.
6. Ditegur Sean Gelael
Jerome juga pernah mempertanyakan kiprah pembalap Indonesia di ajang internasional. Sean Gelael, pembalap yang berlaga di kancah internasional, lalu menegurnya. Sean meminta Jerome melakukan riset dulu sebelum membagikan pendapat atau informasi di media sosial.
7. Sindiran Hoaks yang Dikaitkan dengan Raffi Ahmad
Kontroversi terbaru ini paling panas. Gaungnya juga lebih besar dibanding yang sebelumnya.
Berawal dari acara Sumpah Pemuda
Pemicunya Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 yang digagas Polda Metro Jaya di Bundaran HI, Jakarta, Kamis (29/10/2026). Raffi Ahmad hadir dalam kapasitasnya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Di sana, dia mengajak anak muda melawan hoaks di media sosial.
Acara itu kemudian menuai sorotan. Sejumlah peserta mengaku bukan mahasiswa dan diduga dibayar untuk hadir. Beberapa orang berkemeja almamater yang diwawancarai awak media juga diduga mahasiswa sewaan.
“Disuruh melawan hoax sama yang bikin hoax”
Di tengah polemik itu, Jerome menulis di Threads: “Disuruh melawan hoax sama yang bikin hoax.”
Jerome tidak menyebut nama siapa pun. Tapi warganet langsung mengaitkannya dengan Raffi. Dugaan itu makin kuat setelah ketahuan Jerome tidak lagi mengikuti akun Instagram @raffinagita1717. Padahal selama ini Jerome dikenal dekat dengan keluarga Raffi dan Nagita Slavina.
Kubu Raffi balas menyerang
Serangan balik paling keras datang dari orang-orang terdekat Raffi. Merry, asisten pribadi Raffi, menulis: “Jerome tanpa Raffi Nagita bukan siapa-siapa, jleb banget.”
Mbak Lala, pengasuh Rafathar, ikut mengunggah ulang video lama Jerome. Dalam video itu, Jerome mengakui namanya melejit berkat bantuan Raffi. Ceritanya terjadi pada 2018, saat Jerome masih kuliah di Jepang. Pengikut Instagram-nya waktu itu belum sampai 100 ribu. Setelah Raffi mengajaknya bertemu dan menandai akunnya, pengikut Jerome langsung tembus 100 ribu. Jerome sendiri pernah menyebut momen itu sebagai salah satu pengalaman yang mengubah hidupnya.
Sejak itu, cap “kacang lupa kulit” menempel pada Jerome.
Tuduhan hoaks Rp150 juta yang keliru
Sebagian warganet balik menuding Jerome munafik dan pernah menyebar hoaks soal uang Rp150 juta. Narasi itu keliru, bahkan terbalik dari fakta.
Pada akhir Agustus 2025, Jerome membuka tangkapan layar tawaran Rp150 juta dari sebuah agensi untuk membuat konten ajakan damai. Jerome menolaknya. Menurutnya, uang sebesar itu lebih baik dipakai untuk menyejahterakan guru. Kakaknya, Jehian Sijabat, menegaskan bahwa tawaran itu memang masuk ke tim partnership Mantappu Corp.
Ada pula warganet yang menyebut konten kritik politik Jerome, seperti soal tunjangan DPR, isu Chromebook, dan kasus Nadiem Makarim, berlebihan atau memuat misinformasi. Tudingan itu baru sebatas penilaian warganet dan belum disertai bukti yang jelas.
Warganet terbelah, Jerome tetap pada sikapnya
Tidak sedikit warganet yang membela Jerome. Menurut mereka, Jerome membangun namanya sendiri, dan kritik terhadap pejabat publik tidak semestinya dibalas dengan urusan utang budi.
“Teman yang benar adalah yang mengingatkan jika salah,” tulis seorang warganet.
Jerome sendiri menjawab singkat lewat Threads pada Senin (2/11/2026): “Nobody can buy my integrity.”
Jehian juga ikut bersuara. Dia mengaku sudah lebih dulu berhenti mengikuti Raffi sejak tahun lalu. “Saya sendiri udah unfoll dari tahun lalu gara-gara ditelfon perihal ngepost tentang ojol yang meninggal dilindas. Langsung hilang respect,” tulisnya.
Sampai berita ini ditulis, pihak Raffi Ahmad belum memberikan tanggapan atas pernyataan Jehian.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









