Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi emas antam

Naik Lagi! Ini Daftar Harga Emas Pegadaian dan Galeri24 Hari Ini, Minggu 23 Agustus 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 09:08 WIB

Banjir Hadiah Akhir Pekan! Daftar Kode Redeem FF 23 Agustus 2026 dan Cara Klaimnya

Minggu, 23 Agustus 2026 06:00 WIB
Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Klaim Saldo DANA Gratis Hingga Ratusan Ribu Rupiah Hari Ini, 23 Agustus 2026!

Minggu, 23 Agustus 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Naik Lagi! Ini Daftar Harga Emas Pegadaian dan Galeri24 Hari Ini, Minggu 23 Agustus 2026
  • Banjir Hadiah Akhir Pekan! Daftar Kode Redeem FF 23 Agustus 2026 dan Cara Klaimnya
  • Klaim Saldo DANA Gratis Hingga Ratusan Ribu Rupiah Hari Ini, 23 Agustus 2026!
  • Klaim Skin & Diamond Gratis! Kode Redeem FF Terbaru 23 Agustus 2026 yang Masih Aktif
  • Bongkar Kasus Argopuro: Bahaya Fatal Mandi Sabun di Sungai Qolbu yang Bikin Netizen Murka!
  • Turun Langsung ke Lokasi Karhutla Kalbar, Presiden Prabowo Perintahkan Mobilisasi 1.500 Pasukan dan Helikopter Boom
  • Rumor Transfer Mepet: Persib dan Persija Kompak Berburu Kiper Asal Eropa
  • Kejutan Buat Nasabah dan Bobotoh: bank bjb Sediakan 1.500 Kuota Early Access Jersey Persib Musim Baru
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 23 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Juri Dubai sampai Menangis! Detik-detik Aisyah Al-Rumy Raih Juara Dunia Hafalan Al-Qur’an

By SusanaRabu, 4 Maret 2026 09:18 WIB4 Mins Read
Aisyah Al-Rumy, hafizah 10 tahun asal Malang, sukses meraih juara 2 di Dubai International Holy Quran Award 2026. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kabar membanggakan datang dari dunia tahfiz Indonesia. Aisyah Al-Rumy, hafizah cilik asal Kabupaten Malang, Jawa Timur, sukses meraih juara dua dalam ajang bergengsi Dubai International Holy Quran Award 2026.

Prestasi ini menjadi sorotan karena kompetisi tersebut diikuti ribuan peserta dari berbagai negara.

Aisyah tampil di kategori The Most Beautiful Quran Recitation for 2026 dan bersaing dengan peserta terbaik dari berbagai belahan dunia. Di kategori perempuan, ia berhadapan dengan Jana Ehab Ramadan dari Mesir dan Sara Abdul Karim Alhlak dari Suriah.

Keberhasilan Aisyah menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia mampu bersaing di panggung internasional, khususnya dalam bidang hafalan dan tilawah Al-Qur’an.

Ungkapan Syukur Aisyah: “Aku Mencintai Al-Qur’an”

Melalui akun Instagram pribadinya @aisyah_hafizind, gadis berusia 10 tahun ini mengungkapkan rasa bahagia dan syukurnya atas capaian tersebut.

“Segala puji bagi Allah. Aku sangat bahagia. Aku gembira telah meraih juara kedua di acara Dubai International Holy Quran Award,” tulisnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada penguasa Dubai, Mohammed bin Rashid Al Maktoum, selaku penyelenggara ajang tersebut, serta kepada panitia, orang tua, sekolah, dan seluruh rakyat Indonesia yang telah mendoakannya.

Meski telah meraih prestasi besar, Aisyah menegaskan tidak akan berhenti menghafal Al-Qur’an.

“Aku masih kecil, tetapi aku mencintai Al-Qur’an. Aku akan selalu menghafal Al-Qur’an,” ujarnya penuh keyakinan.

Kompetisi Internasional dengan 5.000 Peserta dari 105 Negara

Dubai International Holy Quran Award merupakan ajang tahunan yang memperlombakan hafalan Al-Qur’an secara lengkap dengan tajwid yang ketat. Kompetisi ini terbuka bagi peserta dari seluruh dunia.

Tahun ini, ajang tersebut diikuti lebih dari 5.000 peserta dari 105 negara. Aisyah berhasil lolos setelah melalui dua tahap kualifikasi, termasuk seleksi daring yang menguji kualitas hafalan dan ketepatan tajwidnya.

Dari ribuan peserta tersebut, ia melaju hingga babak enam besar dan akhirnya meraih posisi runner-up dunia.

Atas prestasinya, Aisyah berhak menerima hadiah sebesar US$100.000 atau sekitar Rp1,69 miliar (kurs saat ini). Pemerintah Kabupaten Malang juga memberikan tambahan dukungan biaya sebesar Rp32 juta sebagai bentuk apresiasi.

Perjalanan Hafalan: 26 Juz di Usia 10 Tahun

Aisyah Ar-Rumy merupakan siswi kelas 4 SD Tahfidz Daarul Ukhuwwah Pakis, Kabupaten Malang. Di usianya yang baru menginjak 10 tahun, ia telah menghafal 26 juz Al-Qur’an dan terus menargetkan penyempurnaan hingga 30 juz.

Rutinitasnya terbilang disiplin. Dalam sehari, ia mampu menambah hafalan tiga hingga lima lembar. Untuk menjaga kualitas hafalan, Aisyah rutin melakukan murojaah tiga hingga lima juz setiap hari.

Metode konsisten tersebut membentuk daya ingat yang kuat sekaligus ketelitian dalam tajwid, dua aspek penting yang menjadi kekuatan utamanya dalam kompetisi internasional.

Meski memiliki jadwal padat, keseharian Aisyah tetap dijaga seimbang. Ia tetap bermain dan berinteraksi dengan teman sebaya seperti anak-anak lainnya.

Latar Belakang Keluarga dan Perjalanan Spiritual

Aisyah sebelumnya juga dikenal publik saat mengikuti ajang Hafiz Indonesia 2024. Ia berasal dari keluarga sederhana yang memiliki perjalanan spiritual tersendiri.

Sang ibu, Maisyaroh, mengisahkan bahwa keluarga mereka pernah memiliki usaha konveksi dengan delapan cabang. Namun, demi membersihkan harta dan menghentikan praktik riba, mereka memutuskan mengubah pola usaha. Keputusan tersebut berdampak pada kondisi ekonomi keluarga, tetapi mereka meyakini keberkahan lebih utama.

Aisyah merupakan anak bungsu, berdarah Madura dari garis ibu dan Lamongan dari garis ayah. Dukungan keluarga menjadi fondasi penting dalam perjalanan hafalannya.

Inspirasi dari Malang untuk Dunia

Keberhasilan Aisyah menjadi satu-satunya wakil Indonesia di ajang tersebut sekaligus membawa pesan kuat bahwa prestasi global tidak hanya lahir dari kota besar.

Dari sebuah daerah di Malang, seorang anak dengan ketekunan, disiplin, dan dukungan lingkungan mampu menembus panggung dunia. Capaian ini juga memperlihatkan pentingnya ekosistem pendidikan berbasis karakter dan religius yang konsisten sejak usia dini.

Prestasi Aisyah Al-Rumy bukan sekadar kemenangan pribadi. Ia menjadi simbol harapan bahwa generasi muda Indonesia memiliki daya saing global, terutama dalam bidang keilmuan dan spiritualitas.

Langkah kecil dari desa kini telah menjelma menjadi inspirasi besar bagi bangsa.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Turun Langsung ke Lokasi Karhutla Kalbar, Presiden Prabowo Perintahkan Mobilisasi 1.500 Pasukan dan Helikopter Boom

Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung

Viral Pengakuan Wisatawan Talaga Bodas Garut, Kena Pungli Berdalih Uang Ojek ‘Saredona’

Ke Luar Negeri Gercep, Bencana NTT Malah ‘Direncanakan’? Beda Gaya Prabowo vs SBY Bikin Netizen Amuk!

Viral! Keberanian Dua Bocah Palangka Raya Duel Mulut dan Ungkap Terduga Pembakar Lahan

Aksi Pemotor Piting dan Hajar Pemobil Gara-gara Suara Klakson, Polisi Buru Pelaku

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Menembus Angka 75,90: Menguji Rekor IPM Jawa Barat di Tengah Bayang Ketimpangan
  • Jabar Masih Dibelit Masalah, Kehadiran Dedi Mulyadi di NTT Dinilai Tak Urgent
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.