Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sergio Ramos Dirumorkan Gabung Persija Jakarta Musim Depan, Siap Digaji Rp70 Miliar?

Sabtu, 4 April 2026 13:39 WIB
Wisata Subang

Eksplorasi Subang 2026: 6 Destinasi Hits yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan Anda!

Sabtu, 4 April 2026 12:47 WIB
Ilustrasi isi BBM

Jangan Sampai Ditolak SPBU! Begini Cara Daftar Barcode MyPertamina untuk Program Subsidi Tepat

Sabtu, 4 April 2026 11:23 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sergio Ramos Dirumorkan Gabung Persija Jakarta Musim Depan, Siap Digaji Rp70 Miliar?
  • Eksplorasi Subang 2026: 6 Destinasi Hits yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan Anda!
  • Jangan Sampai Ditolak SPBU! Begini Cara Daftar Barcode MyPertamina untuk Program Subsidi Tepat
  • Dompet Persib Terkuras Rp1,1 Miliar! Rekap Sanksi ‘Gila’ AFC di Liga Champions Asia Two
  • Update Harga Emas Antam Hari Ini 4 April 2026: Masih Bertahan di Level Rp2,85 Juta per Gram
  • Tega! Teman Ditinggalkan di Hutan Demi Puncak, Berujung Blacklist 5 Tahun
  • Daftar Lengkap Harga Emas 17K hingga 24K per 4 April 2026: Ada yang Stabil, Ada yang Turun!
  • Banjir Item Sultan! Kode Redeem FF 4 April 2026: Klaim AK47 Unicorn Ice Age & Rampage Evo Bundle Gratis
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 4 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Aksi Inspiratif Driver Ojol di Bandung, Tambal Jalan Berlubang Pakai Uang Pribadi

By Aga GustianaSenin, 19 Mei 2025 12:53 WIB3 Mins Read
Hasan Fiidel, pengemudi ojol asal Bandung, tak hanya antar penumpang tapi juga peduli dengan kondisi jalan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Aksi inspiratif seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Hasan Fiidel (24) asal Pasir Jambu, Kabupaten Bandung, menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Bagaimana tidak, Hasan dengan inisiatif sendiri menambal jalan-jalan berlubang tanpa menunggu bantuan dari pihak berwenang. Aksinya ini dilakukannya semata-mata demi keselamatan para pengguna jalan lain, bermodalkan uang pribadinya yang diperoleh dari hasil mengantar penumpang.

Motivasi Hasan ternyata berawal dari pengalaman pribadinya. “Saya pernah jatuh karena jalan berlubang waktu narik, sampai handphone saya rusak, LCD-nya pecah. Dari situ kepikiran, jangan sampai orang lain ngalamin hal yang sama,” ungkap Hasan saat ditemui pada Senin (19/5/2025), menceritakan pemicu mulia di balik tindakannya.

Kegiatan menambal jalan ini baru dilakoni Hasan selama dua pekan terakhir, namun perencanaannya sudah ia matangkan sejak empat bulan sebelumnya. “Cuma dulu banyak kendalanya, kaya peralatan belum ada, terus bingung aspalnya dari mana,” jelasnya mengenai proses persiapannya.

Hebatnya, Hasan mempelajari teknik menambal jalan secara otodidak. Ia memanfaatkan sumber daya internet seperti YouTube dan Google untuk mencari tahu caranya.

“Saya belajar dua hari, terus langsung praktik. Tapi waktu itu enggak langsung ngonten, masih percobaan dulu,” tuturnya.

Baca Juga:  Viral Anak-anak Diteror Kawanan Tawon Saat Bermain di Arjasari Bandung

Pada percobaan awalnya, Hasan membeli sendiri material seperti cairan aspal bakar, lem, dan pasir beton. Namun kini, setelah memahami alurnya, ia lebih sering memanfaatkan aspal bekas yang terkelupas di tepi jalan. “Sekarang modalnya tinggal buat beli gas, bensin, sama cairan perekat,” katanya.

Proses penambalan yang dilakukan Hasan cukup sederhana namun efektif. Aspal bekas dipanaskan hingga mencair, lalu dituangkan ke dalam lubang jalan yang sebelumnya telah diolesi lem perekat. Di lapangan, proses pengerjaan hanya memakan waktu sekitar 20 hingga 30 menit per titik.

“Yang lama itu nyiapin aspalnya,” jelas Hasan mengenai durasi yang dibutuhkan untuk mencairkan aspal, yakni sekitar dua hingga tiga jam.

Awalnya, Hasan mengeluarkan dana sekitar Rp 500 ribu tanpa mendokumentasikan aksinya. Namun kini, ia mulai membuat konten video dan membagikannya di media sosial. “Kalau sekarang, tergantung lubangnya. Kayak kemarin di Katapang, cuma habis puluhan ribu aja,” ujarnya.

Baca Juga:  Bukan Hutan Biasa, Ini Jejak Sejarah Baksil Kota Bandung

Pengetahuan Hasan mengenai titik-titik jalan berlubang didapatkannya dari pengalamannya sehari-hari sebagai pengemudi ojol. Ia bahkan sering memotret jalan rusak saat sedang bekerja.

“Biasanya saya tandai waktu narik dari Ciwidey ke Kota Bandung,” katanya.

Meskipun banyak rekan sesama ojol dan warga yang menawarkan bantuan, Hasan memilih untuk bekerja sendiri. Ia memiliki alasan tersendiri untuk keputusannya ini.

“Bukan enggak mau dibantu, tapi kita enggak tahu niat orang. Ada yang benar-benar ingin bantu, ada juga yang bisa jadi manfaatin,” ucapnya dengan bijak.

Hasan juga memastikan bahwa pihak keluarga dan pemerintah setempat mengetahui apa yang dilakukannya. Saat pertama kali menambal jalan di Desa Cibodas, ia bahkan meminta izin terlebih dahulu kepada kepala desa. “Itu adab saya, ngomong dulu sebelum mulai,” tegasnya.

Aksi sosial ini telah ia lakukan di beberapa wilayah seperti Ciwidey, Katapang, dan Soreang. Hasan menyisihkan sebagian penghasilannya sebagai pengemudi ojol untuk membiayai kegiatan mulianya ini.

Baca Juga:  Pura-pura Jadi Pramugari Demi Keluarga? Kisah Khairun Nisya yang Bikin Heboh

“Misalnya saya narik sampai jam 10 pagi, habis itu ngaspal. Setelah beres, lanjut narik lagi sampai malam,” jelasnya mengenai pembagian waktunya. Dengan penghasilan bersih rata-rata sekitar Rp 80 ribu per hari, sebagian dana ia alokasikan untuk membeli perlengkapan menambal jalan.

Menariknya, Hasan tidak menyalahkan pemerintah atas kondisi jalan yang rusak. Ia memahami adanya keterbatasan anggaran dan proses birokrasi.

“Saya yakin pemerintah juga ingin betulin jalan. Tapi kan butuh waktu, dana, prosedur. Saya bantu seadanya aja, daripada nunggu lama tapi lubangnya tetap ada,” ungkapnya dengan nada pengertian.

Meskipun aksinya tergolong kecil, banyak warga yang memberikan apresiasi tinggi atas inisiatifnya. Beberapa di antaranya mengucapkan terima kasih, merekam aksinya, bahkan ada yang mengira ia adalah petugas dari pemerintah.

“Saya mah skala kecil, kalau lubangnya gede bukan kerjaan saya,” pungkas Hasan dengan rendah hati.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bandung driver ojol bandung hasan fiidel tambal jalan viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Komisi IV DPRD Jabar Soroti LKPJ 2025: Gini Ratio hingga Tunda Bayar Jadi Catatan

Cuaca Ekstrem Bandung Makan Korban! Pohon Tumbang di Caringin Tewaskan Pengendara

Musda Golkar Jabar Berakhir, Daniel Mutaqien Resmi Jadi Ketua

pembunuhan

Tragis! Bocah 11 Tahun Tewas Terserempet Kereta saat Menuju Rumah Nenek

Cuaca Ekstrem Hantam Bandung, BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi Sepekan ke Depan

Hujan Angin Hantam Bandung! Pohon Tumbang hingga Billboard Raksasa Roboh

Terpopuler
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
  • Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri yang Bikin Penasaran, Link Telegram Banyak Dicari
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.