Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

1.096 Botol Miras Ilegal Disita di Jatinangor, 25 Orang Diamankan

Minggu, 20 September 2026 19:34 WIB

Sudah Lama Rusak, Ruang Kelas MI Tegal Koneng Bandung Barat Ambruk

Minggu, 20 September 2026 17:15 WIB

Link Live Streaming Persijap vs Persib, Kick Off 19.00 WIB di Super League

Minggu, 20 September 2026 16:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 1.096 Botol Miras Ilegal Disita di Jatinangor, 25 Orang Diamankan
  • Sudah Lama Rusak, Ruang Kelas MI Tegal Koneng Bandung Barat Ambruk
  • Link Live Streaming Persijap vs Persib, Kick Off 19.00 WIB di Super League
  • Kemarau Mengancam, Geo Dipa Unit Patuha Serahkan Tangki Air 5.000 Liter ke BPBD Bandung
  • Mengenal KH Hasan Abdullah Sahal: Sosok di Balik Pidato Fenomenal yang Tampar Pemimpin
  • Persijap vs Persib: Misi Balas Dendam Maung Bandung di Gelora Bumi Kartini
  • Sah! Andre Taulany dan Amanda Rigby Resmi Menikah Hari Ini
  • Mahasiswa ITB Nyaris Terjun dari Jembatan GT Baros, Teriakan Pengendara Picu Penyelamatan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 20 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Aksi Inspiratif Driver Ojol di Bandung, Tambal Jalan Berlubang Pakai Uang Pribadi

By Aga GustianaSenin, 19 Mei 2025 12:53 WIB3 Mins Read
Hasan Fiidel, pengemudi ojol asal Bandung, tak hanya antar penumpang tapi juga peduli dengan kondisi jalan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Aksi inspiratif seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Hasan Fiidel (24) asal Pasir Jambu, Kabupaten Bandung, menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Bagaimana tidak, Hasan dengan inisiatif sendiri menambal jalan-jalan berlubang tanpa menunggu bantuan dari pihak berwenang. Aksinya ini dilakukannya semata-mata demi keselamatan para pengguna jalan lain, bermodalkan uang pribadinya yang diperoleh dari hasil mengantar penumpang.

Motivasi Hasan ternyata berawal dari pengalaman pribadinya. “Saya pernah jatuh karena jalan berlubang waktu narik, sampai handphone saya rusak, LCD-nya pecah. Dari situ kepikiran, jangan sampai orang lain ngalamin hal yang sama,” ungkap Hasan saat ditemui pada Senin (19/5/2025), menceritakan pemicu mulia di balik tindakannya.

Kegiatan menambal jalan ini baru dilakoni Hasan selama dua pekan terakhir, namun perencanaannya sudah ia matangkan sejak empat bulan sebelumnya. “Cuma dulu banyak kendalanya, kaya peralatan belum ada, terus bingung aspalnya dari mana,” jelasnya mengenai proses persiapannya.

Hebatnya, Hasan mempelajari teknik menambal jalan secara otodidak. Ia memanfaatkan sumber daya internet seperti YouTube dan Google untuk mencari tahu caranya.

Baca Juga:  Gara-gara Barang Tertinggal, Penumpang Nekat Ganjal Pintu Whoosh: Jadwal Berangkat Jadi Kacau!

“Saya belajar dua hari, terus langsung praktik. Tapi waktu itu enggak langsung ngonten, masih percobaan dulu,” tuturnya.

Pada percobaan awalnya, Hasan membeli sendiri material seperti cairan aspal bakar, lem, dan pasir beton. Namun kini, setelah memahami alurnya, ia lebih sering memanfaatkan aspal bekas yang terkelupas di tepi jalan. “Sekarang modalnya tinggal buat beli gas, bensin, sama cairan perekat,” katanya.

Proses penambalan yang dilakukan Hasan cukup sederhana namun efektif. Aspal bekas dipanaskan hingga mencair, lalu dituangkan ke dalam lubang jalan yang sebelumnya telah diolesi lem perekat. Di lapangan, proses pengerjaan hanya memakan waktu sekitar 20 hingga 30 menit per titik.

“Yang lama itu nyiapin aspalnya,” jelas Hasan mengenai durasi yang dibutuhkan untuk mencairkan aspal, yakni sekitar dua hingga tiga jam.

Awalnya, Hasan mengeluarkan dana sekitar Rp 500 ribu tanpa mendokumentasikan aksinya. Namun kini, ia mulai membuat konten video dan membagikannya di media sosial. “Kalau sekarang, tergantung lubangnya. Kayak kemarin di Katapang, cuma habis puluhan ribu aja,” ujarnya.

Baca Juga:  Nongkrong di Bengkel: 2 Kafe Otomotif Unik yang Wajib Dikunjungi di Bandung

Pengetahuan Hasan mengenai titik-titik jalan berlubang didapatkannya dari pengalamannya sehari-hari sebagai pengemudi ojol. Ia bahkan sering memotret jalan rusak saat sedang bekerja.

“Biasanya saya tandai waktu narik dari Ciwidey ke Kota Bandung,” katanya.

Meskipun banyak rekan sesama ojol dan warga yang menawarkan bantuan, Hasan memilih untuk bekerja sendiri. Ia memiliki alasan tersendiri untuk keputusannya ini.

“Bukan enggak mau dibantu, tapi kita enggak tahu niat orang. Ada yang benar-benar ingin bantu, ada juga yang bisa jadi manfaatin,” ucapnya dengan bijak.

Hasan juga memastikan bahwa pihak keluarga dan pemerintah setempat mengetahui apa yang dilakukannya. Saat pertama kali menambal jalan di Desa Cibodas, ia bahkan meminta izin terlebih dahulu kepada kepala desa. “Itu adab saya, ngomong dulu sebelum mulai,” tegasnya.

Aksi sosial ini telah ia lakukan di beberapa wilayah seperti Ciwidey, Katapang, dan Soreang. Hasan menyisihkan sebagian penghasilannya sebagai pengemudi ojol untuk membiayai kegiatan mulianya ini.

Baca Juga:  5 Kedai Bakso Enak dan Murah di Bandung, Cocok Dinikmati Saat Hujan!

“Misalnya saya narik sampai jam 10 pagi, habis itu ngaspal. Setelah beres, lanjut narik lagi sampai malam,” jelasnya mengenai pembagian waktunya. Dengan penghasilan bersih rata-rata sekitar Rp 80 ribu per hari, sebagian dana ia alokasikan untuk membeli perlengkapan menambal jalan.

Menariknya, Hasan tidak menyalahkan pemerintah atas kondisi jalan yang rusak. Ia memahami adanya keterbatasan anggaran dan proses birokrasi.

“Saya yakin pemerintah juga ingin betulin jalan. Tapi kan butuh waktu, dana, prosedur. Saya bantu seadanya aja, daripada nunggu lama tapi lubangnya tetap ada,” ungkapnya dengan nada pengertian.

Meskipun aksinya tergolong kecil, banyak warga yang memberikan apresiasi tinggi atas inisiatifnya. Beberapa di antaranya mengucapkan terima kasih, merekam aksinya, bahkan ada yang mengira ia adalah petugas dari pemerintah.

“Saya mah skala kecil, kalau lubangnya gede bukan kerjaan saya,” pungkas Hasan dengan rendah hati.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bandung viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

1.096 Botol Miras Ilegal Disita di Jatinangor, 25 Orang Diamankan

Sudah Lama Rusak, Ruang Kelas MI Tegal Koneng Bandung Barat Ambruk

Kemarau Mengancam, Geo Dipa Unit Patuha Serahkan Tangki Air 5.000 Liter ke BPBD Bandung

Mengenal KH Hasan Abdullah Sahal: Sosok di Balik Pidato Fenomenal yang Tampar Pemimpin

Mahasiswa ITB Nyaris Terjun dari Jembatan GT Baros, Teriakan Pengendara Picu Penyelamatan

Mind Blowing: Fakta-Fakta ‘Make in Indonesia’ Implementasi Diam-Diam Konsep ‘Indonesia Incorporated’ Presiden Prabowo

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.