Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pria Gagal Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Bandung, Motif Asmara Terungkap

Minggu, 29 Maret 2026 11:40 WIB

Persib Gerak Cepat Amankan Bojan Hodak, Negosiasi Kontrak Baru Dimulai

Minggu, 29 Maret 2026 11:00 WIB

Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan

Minggu, 29 Maret 2026 10:31 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pria Gagal Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Bandung, Motif Asmara Terungkap
  • Persib Gerak Cepat Amankan Bojan Hodak, Negosiasi Kontrak Baru Dimulai
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Pengelola Wisata Rahong Sigap Tangani Bencana Pohon Tumbang di Pangalengan, Evakuasi Berjalan Cepat
  • Berani Banget! Sambil Mandi Lumpur, Bocah Gemoy Ini Kritik Pedas Jalan Rusak
  • Gila! Beckham Putra Menggila, Timnas Indonesia Pesta Gol di GBK!
  • Banjir Reward! Intip Deretan Kode Redeem FF Terbaru 29 Maret 2026, Ada Skin SG2 dan Bundle Langka
  • Bukan Kaleng-Kaleng! Kode Redeem FF 29 Maret 2026: Sikat SG2 OPM dan Skin M1887 Gratis
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 29 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Aksi Pekerja Wisata di Gedung Sate Diselimuti Spanduk Sarkas: ‘Bapak Duda, Kami Punya Keluarga’

By Aga GustianaSenin, 21 Juli 2025 13:53 WIB2 Mins Read
Spanduk Sarkas Aksi Pekerja Wisata di Gedung Sate
Spanduk Sarkas Aksi Pekerja Wisata di Gedung Sate. (Foto: bukamata.id/Rafki R)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ribuan pekerja pariwisata dari berbagai wilayah Jawa Barat mengepung Gedung Sate dalam aksi damai yang berlangsung Senin pagi. Namun, yang mencuri perhatian bukan hanya jumlah massa, melainkan deretan spanduk bernada sarkas yang dibentangkan dengan gaya unik dan menyentil kebijakan pemerintah.

Salah satu spanduk yang paling menyita perhatian bertuliskan, “Kedah Bijak Ngadamel Aturan, Bapak mah Duda Abi mah Gaduh Keluarga” — kalimat bernada sindiran yang menyerukan pentingnya kebijakan yang bijak, dengan menyentuh sisi personal dan emosional. Spanduk ini menggambarkan keresahan para pekerja yang merasa tidak dilibatkan dalam pembuatan aturan yang memengaruhi langsung penghidupan mereka.

Ada pula spanduk lain yang menggunakan bahasa halus namun tajam, seolah menulis surat cinta untuk Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa Kang Dedi: “Dear Kang Dedi, Cing Soleh Nyak! Cing Adil ka Kami, 5 Sasih Kami Kehilangan Penghasilan, Tolong Kasih Kami Solusi!”.

Sindiran halus ini menyoroti kondisi para pekerja wisata yang kehilangan pendapatan selama lima bulan terakhir akibat kebijakan yang mereka anggap tidak berpihak.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Kunjungi Sahara dan Yai Mim di Malang: Tak Perlu Dimediasi, Sudah Rukun

Aksi ini merupakan bentuk penolakan terhadap Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 45/PK.03.03/KESRA, yang disebut-sebut menyebabkan penurunan drastis jumlah wisatawan serta pembatalan agenda wisata di berbagai daerah.

Diperkirakan sekitar 4.000 orang turun ke jalan, mewakili berbagai sektor: mulai dari pemandu wisata, sopir dan kru bus, pengelola tempat wisata, pelaku seni budaya, hingga pemilik UMKM yang menggantungkan hidup dari perputaran ekonomi pariwisata. Solidaritas ini tergabung dalam kelompok Pekerja Pariwisata Jawa Barat (P3JB).

Baca Juga:  MQ Iswara Disiapkan Jadi Pendamping Dedi Mulyadi, Pengamat: Pasangan Realistis

Puluhan bus parkir berjajar di depan Gedung Sate, sambil sesekali membunyikan klakson sebagai simbol panggilan agar Gubernur keluar menemui massa. Teriakan “Cabut! Cabut! Cabut!” menggema, menyuarakan satu tuntutan utama: cabut SE Nomor 45.

Hingga menjelang siang, belum ada perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang tampak menemui massa aksi. Namun semangat para peserta tetap menyala, berdiri di bawah terik matahari sambil membawa poster bertuliskan “Jangan Matikan Wisata Kami” dan “Kami Bukan Musuh Pemerintah”.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Desak Sanksi Tegas dalam Kasus Dugaan Pemerkosaan oleh Dokter Priguna

Koordinator aksi menegaskan bahwa mereka tidak menolak aturan, tapi menuntut kebijakan yang berpihak dan melibatkan para pelaku wisata yang terdampak langsung.

“Pariwisata itu denyut ekonomi desa kami. Jangan dimatikan dengan satu edaran tanpa dialog,” ujarnya lantang.

Aksi kreatif ini menunjukkan bahwa suara rakyat tak melulu disampaikan dengan amarah. Kadang, sarkasme dan humor justru bisa menyampaikan pesan dengan lebih tajam—dan menyentuh.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Aksi Gedung Sate Dedi Mulyadi Demo Bandung Gubernur Jabar Pekerja Wisata Spanduk sarkas
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pria Gagal Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Bandung, Motif Asmara Terungkap

Pengelola Wisata Rahong Sigap Tangani Bencana Pohon Tumbang di Pangalengan, Evakuasi Berjalan Cepat

Berani Banget! Sambil Mandi Lumpur, Bocah Gemoy Ini Kritik Pedas Jalan Rusak

Donald Trump

Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran

Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi

Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.