Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jangan Ketinggalan! Link Live Streaming Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026, Kick-off 00.00 WIB

Senin, 29 Juni 2026 16:13 WIB

Geger! Ciro Alves Muncul di Si Jalak Harupat, Balik ke Persib?

Senin, 29 Juni 2026 15:37 WIB

Tragedi Pagi di Pasirkaliki, Satu Pengendara Motor Tewas Usai Adu Banteng

Senin, 29 Juni 2026 15:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Ketinggalan! Link Live Streaming Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026, Kick-off 00.00 WIB
  • Geger! Ciro Alves Muncul di Si Jalak Harupat, Balik ke Persib?
  • Tragedi Pagi di Pasirkaliki, Satu Pengendara Motor Tewas Usai Adu Banteng
  • Buruan Klaim! Kode FF aktif Hari Ini, Hadiah Premium Langsung Masuk
  • Detik-Detik Eropa Terbakar Gelombang Panas Ekstrem! Rel Kereta Meleleh dan Kota Lumpuh!
  • Terungkap! Polisi Dalami Dugaan Kekerasan Seksual dalam Kasus Penyekapan di Bandung
  • Jerman Terancam? Paraguay Punya Modal Besar Usai Tumbangkan Brasil dan Argentina
  • Drama Transfer Memanas! Peralta dari Persija ke Persib? Situasi Berubah Drastis
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 29 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Viral! BPJS PBI Tak Aktif Saat Anak Butuh Perawatan, Ayah Ini Nangis Minta Tolong Presiden

By SusanaRabu, 11 Februari 2026 16:22 WIB4 Mins Read
BPJS PBI dinonaktifkan, seorang ayah memohon kepada Presiden Prabowo karena putrinya yang sakit paru-paru tak bisa berobat. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah upaya pemerintah menata ulang data penerima bantuan sosial, sebuah kisah menggetarkan datang dari seorang ayah yang harus menerima kenyataan pahit: BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran) milik putrinya mendadak dinonaktifkan. Padahal, sang anak sedang menjalani perawatan intensif akibat penyakit paru-paru serius.

Bagi keluarga ini, kartu BPJS bukan sekadar identitas kepesertaan. Ia adalah satu-satunya jembatan menuju harapan hidup.

BPJS PBI Dinonaktifkan Saat Anak Butuh Perawatan Rutin

Sang anak diketahui mengidap sindrom nefrotik yang disertai penumpukan cairan di paru-paru. Kondisi tersebut mengharuskannya menjalani kontrol dan pengobatan rutin di rumah sakit.

Namun, saat hendak mendapatkan layanan medis, pihak rumah sakit menyatakan status BPJS PBI anak tersebut tidak aktif. Tanpa jaminan kesehatan, pengobatan tak bisa dilanjutkan melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Ayahnya yang tidak memiliki kemampuan finansial memadai hanya bisa pasrah. Dalam kondisi terdesak, ia menyampaikan permohonan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto agar kepesertaan BPJS PBI putrinya dapat diaktifkan kembali.

“Pak Prabowo, saya sudah nyoblos bapak. Mudah-mudahan BPJS PBI anak saya tidak di-off. Anak saya butuh pengobatan serius,” tulisnya.

Permohonan itu menjadi simbol keputusasaan sekaligus harapan dari masyarakat kecil yang menggantungkan akses kesehatan pada subsidi negara.

Baca Juga:  Komentari Gimik ‘Gemoy’ Prabowo, Ganjar: Tidak Semua Anak Muda Suka

Respons Warganet: Antara Doa dan Kritik

Kisah tersebut menyebar luas di media sosial dan memicu beragam reaksi. Banyak warganet menyampaikan doa dan dukungan moral, sementara sebagian lainnya mengkritisi kebijakan penonaktifan massal peserta PBI.

Beberapa komentar yang beredar di media sosial antara lain mendorong agar pasien dengan penyakit kronis seperti sindrom nefrotik, gagal ginjal (HD), atau kondisi yang membutuhkan terapi jangka panjang tetap diprioritaskan dalam kepesertaan PBI.

Komentar warganet dikutip dari kolom komentar Instagram @ssmedia_id, Rabu (11/2/2026).

“Ya Allah …knp jadi berantakan neh negara….semoga cpt sembuh adeknya..aktif lg BPJS-nya…” tulis akun @yen***

“Mending minta tolong sama Tuhan,karena berharap sama penguasa tidak akan pernah didengar,” tulis akun @ath***

“Minimal buat kasus kaya pasien HD, sindrom nefrotik kaya si ade, dan penyakit kronis dengan pengobatan dan perawatan khusus ya dilanjutkan status PBI nya laaah. Jangan tiba-tiba diputus laah,” tulis akun @bus***

Gelombang empati ini menunjukkan bahwa persoalan BPJS PBI dinonaktifkan bukan sekadar isu administratif, tetapi menyangkut keselamatan jiwa.

13,5 Juta Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan, Ini Penjelasan Kemensos

Baca Juga:  Feeling Kuat Prabowo Subianto pada Ridwan Kamil: Muncul di Sejarah Bangsa Indonesia

Kementerian Sosial menegaskan bahwa penonaktifan 13,5 juta peserta PBI JKN bukanlah pengurangan subsidi, melainkan bagian dari proses realokasi agar lebih tepat sasaran.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan, kebijakan tersebut diambil setelah pemutakhiran data melalui Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Menurutnya, evaluasi menemukan masih banyak peserta dari kelompok ekonomi mampu (desil atas) yang menerima subsidi, sementara warga miskin belum terdaftar.

“Tidak ada yang dikurangi, tetapi direalokasi. Yang lebih mampu kita keluarkan, lalu dialihkan kepada mereka yang lebih memenuhi kriteria,” ujar Gus Ipul dalam rapat dengar pendapat di DPR.

Data Kemensos menyebutkan:

  • 13,5 juta peserta dinonaktifkan sepanjang 2025
  • Kuota nasional tetap 96,8 juta jiwa
  • Prioritas diberikan kepada rumah tangga desil 1–4 (kelompok termiskin)

Temuan sebelumnya menunjukkan sekitar 54 juta warga miskin desil bawah belum menerima PBI, sementara lebih dari 15 juta orang dari desil 6–10 justru tercatat sebagai penerima.

Mekanisme Reaktivasi BPJS PBI

Pemerintah memastikan tersedia jalur pengajuan ulang bagi warga yang merasa layak menerima bantuan. Proses reaktivasi dapat dilakukan melalui:

  • Dinas Sosial daerah
  • Aplikasi Cek Bansos
  • Layanan pengaduan 24 jam
  • Skema Universal Health Coverage (UHC) yang dikelola pemerintah daerah
Baca Juga:  BPJS PBI Dicabut Massal di Bogor, Fetty Anggraeni Minta Pemerintah Bertindak Cepat

Sebagian peserta yang dinonaktifkan juga dialihkan menjadi peserta mandiri karena dinilai mampu membayar iuran sendiri.

Namun, di lapangan, proses administrasi sering kali memerlukan waktu. Bagi pasien dengan penyakit kronis, jeda layanan medis dapat berdampak serius pada kondisi kesehatan.

Antara Validasi Data dan Hak atas Kesehatan

Kebijakan pemutakhiran data memang bertujuan meningkatkan ketepatan sasaran subsidi. Namun, kasus seperti yang dialami ayah ini memperlihatkan tantangan implementasi di lapangan.

Bagi keluarga miskin dengan anggota yang menderita penyakit kronis, akses terhadap BPJS PBI adalah perlindungan terakhir dari beban biaya kesehatan yang tak terjangkau.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik angka 13,5 juta peserta yang dinonaktifkan, terdapat individu-individu dengan cerita dan kebutuhan mendesak.

Penutup

Realokasi subsidi BPJS PBI merupakan langkah kebijakan yang bertujuan menciptakan keadilan sosial. Namun, proses verifikasi dan penonaktifan harus memastikan tidak ada warga rentan yang terlewat, terutama mereka yang tengah menjalani pengobatan serius.

Bagi ayah tersebut, harapannya sederhana: putrinya bisa kembali mendapatkan perawatan tanpa terhalang status administrasi. Karena dalam situasi seperti ini, yang dipertaruhkan bukan sekadar data kepesertaan, melainkan nyawa seorang anak.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

13 5 juta peserta BPJS PBI bantuan iuran BPJS BPJS PBI 2026 bpjs pbi dinonaktifkan BPJS PBI tidak aktif cara reaktivasi BPJS PBI pasien penyakit paru-paru Prabowo sindrom nefrotik anak
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tragedi Pagi di Pasirkaliki, Satu Pengendara Motor Tewas Usai Adu Banteng

Detik-Detik Eropa Terbakar Gelombang Panas Ekstrem! Rel Kereta Meleleh dan Kota Lumpuh!

Terungkap! Polisi Dalami Dugaan Kekerasan Seksual dalam Kasus Penyekapan di Bandung

Tak Hanya Isu Selingkuh, Jabatan Bupati Gowa Terancam Copot Karena 3 Dosa Besar Ini!

Skandal Kekerasan Terpanjang di Bandung: Fakta Mengerikan Penyiksaan YTR yang Berlangsung 3 Tahun Tanpa Terendus

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos Juli 2026 Segera Cair? Ini Daftar PKH, BPNT, PIP hingga Bantuan Beras yang Diperkirakan Dibagikan

Terpopuler
  • Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Banyak Dicari, Waspadai Modus Phishing
  • Ribuan Warganet Berburu Video ‘Handuk Putih Anak vs Ibu’, Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Terungkap! Ini Fakta Sebenarnya di Balik Video Ibu dan Anak Handuk Putih yang Viral
  • Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen
  • Jadwal Piala Dunia 2026 25–28 Juni, Banyak Laga Penentuan Tim Besar Dunia
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.