Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Massa Aksi Blokade Simpang Lima Bandung, Sampaikan Empat Tuntutan ke Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 16:50 WIB

Hutan Pinus di Kaki Tangkuban Parahu Terbakar, 2 Hektare Lahan Hangus

Selasa, 20 Oktober 2026 16:45 WIB

Dua Orang Dibacok Kelompok Bermotor di Bandung Kulon, Begini Kronologinya

Selasa, 20 Oktober 2026 16:24 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Massa Aksi Blokade Simpang Lima Bandung, Sampaikan Empat Tuntutan ke Pemerintahan Prabowo-Gibran
  • Hutan Pinus di Kaki Tangkuban Parahu Terbakar, 2 Hektare Lahan Hangus
  • Dua Orang Dibacok Kelompok Bermotor di Bandung Kulon, Begini Kronologinya
  • 10 Kedai Rujak Paling Unik di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kulineran
  • Jadwal & Rekor Pertemuan Madura United vs Persib: Maung Bandung Dominan!
  • Rifky Yafianda Sumbang Emas, Indonesia Koleksi 10 Medali di Asian Para Games 2026
  • Kabar Kim Jong-un Meninggal Viral, Benarkah Pemimpin Korea Utara Telah Tiada?
  • 3.248 Personel Gabungan Amankan Demo Bandung, Ini Titik Pengamanan Polisi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 20 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Aksi Pekerja Wisata di Gedung Sate Diselimuti Spanduk Sarkas: ‘Bapak Duda, Kami Punya Keluarga’

By Aga GustianaSenin, 21 Juli 2025 13:53 WIB2 Mins Read
Spanduk Sarkas Aksi Pekerja Wisata di Gedung Sate
Spanduk Sarkas Aksi Pekerja Wisata di Gedung Sate. (Foto: bukamata.id/Rafki R)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ribuan pekerja pariwisata dari berbagai wilayah Jawa Barat mengepung Gedung Sate dalam aksi damai yang berlangsung Senin pagi. Namun, yang mencuri perhatian bukan hanya jumlah massa, melainkan deretan spanduk bernada sarkas yang dibentangkan dengan gaya unik dan menyentil kebijakan pemerintah.

Salah satu spanduk yang paling menyita perhatian bertuliskan, “Kedah Bijak Ngadamel Aturan, Bapak mah Duda Abi mah Gaduh Keluarga” — kalimat bernada sindiran yang menyerukan pentingnya kebijakan yang bijak, dengan menyentuh sisi personal dan emosional. Spanduk ini menggambarkan keresahan para pekerja yang merasa tidak dilibatkan dalam pembuatan aturan yang memengaruhi langsung penghidupan mereka.

Ada pula spanduk lain yang menggunakan bahasa halus namun tajam, seolah menulis surat cinta untuk Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa Kang Dedi: “Dear Kang Dedi, Cing Soleh Nyak! Cing Adil ka Kami, 5 Sasih Kami Kehilangan Penghasilan, Tolong Kasih Kami Solusi!”.

Sindiran halus ini menyoroti kondisi para pekerja wisata yang kehilangan pendapatan selama lima bulan terakhir akibat kebijakan yang mereka anggap tidak berpihak.

Baca Juga:  Sebut Dedi Mulyadi 'Pria Tanpa Solusi', Konten Kreator Dizi Kritik Kebijakan Berbasis Nostalgia

Aksi ini merupakan bentuk penolakan terhadap Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 45/PK.03.03/KESRA, yang disebut-sebut menyebabkan penurunan drastis jumlah wisatawan serta pembatalan agenda wisata di berbagai daerah.

Baca Juga:  Dapat Untung Jika RK Maju ke Jakarta, Dedi Mulyadi: Ada Garis Tangan dan Nunggu Tanda Tangan

Diperkirakan sekitar 4.000 orang turun ke jalan, mewakili berbagai sektor: mulai dari pemandu wisata, sopir dan kru bus, pengelola tempat wisata, pelaku seni budaya, hingga pemilik UMKM yang menggantungkan hidup dari perputaran ekonomi pariwisata. Solidaritas ini tergabung dalam kelompok Pekerja Pariwisata Jawa Barat (P3JB).

Puluhan bus parkir berjajar di depan Gedung Sate, sambil sesekali membunyikan klakson sebagai simbol panggilan agar Gubernur keluar menemui massa. Teriakan “Cabut! Cabut! Cabut!” menggema, menyuarakan satu tuntutan utama: cabut SE Nomor 45.

Hingga menjelang siang, belum ada perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang tampak menemui massa aksi. Namun semangat para peserta tetap menyala, berdiri di bawah terik matahari sambil membawa poster bertuliskan “Jangan Matikan Wisata Kami” dan “Kami Bukan Musuh Pemerintah”.

Baca Juga:  Antrean Panjang Tinggal Kenangan, Dedi Mulyadi Dorong Lamaran Kerja Berbasis Online

Koordinator aksi menegaskan bahwa mereka tidak menolak aturan, tapi menuntut kebijakan yang berpihak dan melibatkan para pelaku wisata yang terdampak langsung.

“Pariwisata itu denyut ekonomi desa kami. Jangan dimatikan dengan satu edaran tanpa dialog,” ujarnya lantang.

Aksi kreatif ini menunjukkan bahwa suara rakyat tak melulu disampaikan dengan amarah. Kadang, sarkasme dan humor justru bisa menyampaikan pesan dengan lebih tajam—dan menyentuh.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Demo Bandung Gubernur Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Massa Aksi Blokade Simpang Lima Bandung, Sampaikan Empat Tuntutan ke Pemerintahan Prabowo-Gibran

Hutan Pinus di Kaki Tangkuban Parahu Terbakar, 2 Hektare Lahan Hangus

Dua Orang Dibacok Kelompok Bermotor di Bandung Kulon, Begini Kronologinya

Kabar Kim Jong-un Meninggal Viral, Benarkah Pemimpin Korea Utara Telah Tiada?

3.248 Personel Gabungan Amankan Demo Bandung, Ini Titik Pengamanan Polisi

Demo Jakarta

Siap-siap Macet! Ini Titik Demonstrasi Jakarta 20 Oktober dan Jalur Pintasnya

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.