Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral ‘Video Guru Bahasa Inggris vs Murid’ 6 Menit, Picu Pencarian Massif hingga Muncul Dugaan Rekayasa dan Link Berbahaya

Selasa, 19 Mei 2026 03:00 WIB

Video Tukang Cilok Viral di Medsos, Link Diburu Netizen!

Selasa, 19 Mei 2026 02:00 WIB

Link Video Viral Guru Bahasa Inggris vs Murid Part 2 Lebih Hot? Hati-hati Jebakan!

Selasa, 19 Mei 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral ‘Video Guru Bahasa Inggris vs Murid’ 6 Menit, Picu Pencarian Massif hingga Muncul Dugaan Rekayasa dan Link Berbahaya
  • Video Tukang Cilok Viral di Medsos, Link Diburu Netizen!
  • Link Video Viral Guru Bahasa Inggris vs Murid Part 2 Lebih Hot? Hati-hati Jebakan!
  • Jangan Main Bongkar Saja, Besok Kami Makan Apa? Jerit PKL Cicadas Terdampak Proyek BRT Jabar
  • Video Viral Guru Bahasa Inggris dan Murid Kembali Heboh, Link ‘Full 6 Menit’ Jadi Sorotan
  • Rumor Transfer Liga 1: Persija dan Persib Saling Sikut Berburu Tanda Tangan Mariano Peralta
  • Detik-Detik Menegangkan di Parepare: Persib Menang, Adam Alis Ungkap Fakta Mengejutkan
  • Video ‘Guru Bahasa Inggris’ Viral Picu Kekhawatiran Keamanan Digital, Netizen Diminta Waspada Link Palsu
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 19 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Aksi Pekerja Wisata di Gedung Sate Diselimuti Spanduk Sarkas: ‘Bapak Duda, Kami Punya Keluarga’

By Aga GustianaSenin, 21 Juli 2025 13:53 WIB2 Mins Read
Spanduk Sarkas Aksi Pekerja Wisata di Gedung Sate
Spanduk Sarkas Aksi Pekerja Wisata di Gedung Sate. (Foto: bukamata.id/Rafki R)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ribuan pekerja pariwisata dari berbagai wilayah Jawa Barat mengepung Gedung Sate dalam aksi damai yang berlangsung Senin pagi. Namun, yang mencuri perhatian bukan hanya jumlah massa, melainkan deretan spanduk bernada sarkas yang dibentangkan dengan gaya unik dan menyentil kebijakan pemerintah.

Salah satu spanduk yang paling menyita perhatian bertuliskan, “Kedah Bijak Ngadamel Aturan, Bapak mah Duda Abi mah Gaduh Keluarga” — kalimat bernada sindiran yang menyerukan pentingnya kebijakan yang bijak, dengan menyentuh sisi personal dan emosional. Spanduk ini menggambarkan keresahan para pekerja yang merasa tidak dilibatkan dalam pembuatan aturan yang memengaruhi langsung penghidupan mereka.

Ada pula spanduk lain yang menggunakan bahasa halus namun tajam, seolah menulis surat cinta untuk Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa Kang Dedi: “Dear Kang Dedi, Cing Soleh Nyak! Cing Adil ka Kami, 5 Sasih Kami Kehilangan Penghasilan, Tolong Kasih Kami Solusi!”.

Sindiran halus ini menyoroti kondisi para pekerja wisata yang kehilangan pendapatan selama lima bulan terakhir akibat kebijakan yang mereka anggap tidak berpihak.

Baca Juga:  Gubernur Dedi Mulyadi Prioritaskan Pembangunan Desa Penghasil Pajak

Aksi ini merupakan bentuk penolakan terhadap Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 45/PK.03.03/KESRA, yang disebut-sebut menyebabkan penurunan drastis jumlah wisatawan serta pembatalan agenda wisata di berbagai daerah.

Baca Juga:  Polsight Sebut Konstelasi Politik di Jakarta dan Jabar Berubah Efek Golkar Usung Dedi Mulyadi

Diperkirakan sekitar 4.000 orang turun ke jalan, mewakili berbagai sektor: mulai dari pemandu wisata, sopir dan kru bus, pengelola tempat wisata, pelaku seni budaya, hingga pemilik UMKM yang menggantungkan hidup dari perputaran ekonomi pariwisata. Solidaritas ini tergabung dalam kelompok Pekerja Pariwisata Jawa Barat (P3JB).

Puluhan bus parkir berjajar di depan Gedung Sate, sambil sesekali membunyikan klakson sebagai simbol panggilan agar Gubernur keluar menemui massa. Teriakan “Cabut! Cabut! Cabut!” menggema, menyuarakan satu tuntutan utama: cabut SE Nomor 45.

Hingga menjelang siang, belum ada perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang tampak menemui massa aksi. Namun semangat para peserta tetap menyala, berdiri di bawah terik matahari sambil membawa poster bertuliskan “Jangan Matikan Wisata Kami” dan “Kami Bukan Musuh Pemerintah”.

Baca Juga:  Luka Bandung Pasca Demonstrasi: Kerusakan Meluas, Farhan Jamin Kondisi Aman Terkendali

Koordinator aksi menegaskan bahwa mereka tidak menolak aturan, tapi menuntut kebijakan yang berpihak dan melibatkan para pelaku wisata yang terdampak langsung.

“Pariwisata itu denyut ekonomi desa kami. Jangan dimatikan dengan satu edaran tanpa dialog,” ujarnya lantang.

Aksi kreatif ini menunjukkan bahwa suara rakyat tak melulu disampaikan dengan amarah. Kadang, sarkasme dan humor justru bisa menyampaikan pesan dengan lebih tajam—dan menyentuh.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Aksi Gedung Sate Dedi Mulyadi Demo Bandung Gubernur Jabar Pekerja Wisata Spanduk sarkas
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jangan Main Bongkar Saja, Besok Kami Makan Apa? Jerit PKL Cicadas Terdampak Proyek BRT Jabar

Heboh Sosok Sambo di Bali! Bukan Polisi, Tapi Kerjaan Seharinya Jauh Lebih Bikin Merinding!

Tragis! Pria Hanyut di Sungai Cikapundung Ditemukan Tewas di Batujajar

Bikin Malu Tuan Rumah! Peselancar Putri Indonesia Ini Cetak Rekor yang Belum Pernah Ada!

Klarifikasi Atau Settingan? Misteri Pria Gondrong Demo Pati di Kantor Intel Kodim!

Regenerasi Emas Persib Dimulai dari Sini, Piala Wali Kota Bandung Jadi Kawah Candradimuka Pesepakbola Muda

Terpopuler
  • Link Asli Video Viral? Guru Vs Murid Durasi 6 Menit Bikin Penasaran Publik
  • Dicari Link Full 6 Menit, Video Guru Bahasa Inggris Ini Justru Bikin Publik Curiga
  • Video 6 Menit Guru Bahasa Inggris Viral di TikTok dan X, Ternyata Banyak Kejanggalan
  • Link Video Viral Skandal Guru Bahasa Inggris vs Murid, Benarkah Ada Kelanjutannya?
  • Adu Mekanik di Bursa Transfer: Persib Tantang Klub Yunani Demi Amankan Tanda Tangan Bintang Brasil
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.