bukamata.id – Bank Indonesia (BI) baru-baru ini merilis hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) untuk periode kuartal I-2025. Laporan tersebut menunjukkan bahwa meskipun aktivitas dunia usaha secara umum masih berada dalam tren positif, namun terjadi perlambatan yang signifikan dibandingkan periode-periode sebelumnya.
Saldo Bersih Tertimbang (SBT), indikator utama dalam SKDU yang mencerminkan kondisi kegiatan usaha, tercatat sebesar 7,63% pada kuartal I-2025. Angka ini menunjukkan penurunan yang cukup tajam jika dibandingkan dengan SBT pada kuartal IV-2024 yang mencapai 12,46% dan kuartal I-2024 sebesar 14,11%.
Menariknya, angka SBT 7,63% ini merupakan yang terendah sejak kuartal I-2021. Bahkan, jika kita mengecualikan periode pandemi Covid-19 yang penuh gejolak, capaian ini menjadi yang terendah sejak kuartal IV-2018, menandakan adanya tren penurunan aktivitas usaha dalam beberapa waktu terakhir.
Meskipun demikian, laporan BI mencatat bahwa beberapa sektor usaha masih menunjukkan kinerja positif. Sektor Jasa Keuangan mencatatkan SBT tertinggi, diikuti oleh sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, serta sektor Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Motor.
BI menjelaskan bahwa kinerja positif pada sektor-sektor ini sejalan dengan musim panen di wilayah lumbung pangan nasional serta peningkatan aktivitas selama bulan Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri.
Dari sisi kapasitas produksi, tercatat peningkatan tipis menjadi 73,25% pada kuartal I-2025, naik dari 72,91% pada kuartal sebelumnya. Namun, angka ini masih di bawah capaian kuartal I-2024 yang sebesar 73,61%.
Peningkatan kapasitas produksi ini terutama didorong oleh sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan. Sementara itu, kondisi keuangan dunia usaha secara umum dinilai tetap baik, terutama dalam aspek likuiditas dan rentabilitas, dengan akses kredit yang masih tergolong mudah.
Kabar baiknya, pelaku dunia usaha memiliki ekspektasi yang cukup optimis untuk kuartal II-2025. BI memperkirakan SBT akan melonjak menjadi 15,35%, yang jika terealisasi, akan menjadi angka tertinggi sejak kuartal II-2024.
Peningkatan ini diproyeksikan akan bersumber utama dari sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, didukung oleh kondisi cuaca yang lebih baik, ketersediaan sarana produksi dan kapasitas penyimpanan yang memadai, serta permintaan pasar yang terjaga.
Dengan adanya perlambatan pada kuartal I-2025 dan harapan pemulihan di kuartal berikutnya, perkembangan dunia usaha akan menjadi perhatian penting dalam dinamika perekonomian nasional ke depan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











