Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
menonton film

Nonton Film Gratis di LK21: Nyesel Baru Tahu Ternyata Ada Mata-mata yang Bisa Sadap HP!

Jumat, 20 Februari 2026 01:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto

Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace Bentukan Trump di Washington

Kamis, 19 Februari 2026 22:34 WIB

Link Video Chindo Adidas Full Version Bertebaran, Awas Jangan Sampai Jadi Korban Selanjutnya!

Kamis, 19 Februari 2026 22:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Nonton Film Gratis di LK21: Nyesel Baru Tahu Ternyata Ada Mata-mata yang Bisa Sadap HP!
  • Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace Bentukan Trump di Washington
  • Link Video Chindo Adidas Full Version Bertebaran, Awas Jangan Sampai Jadi Korban Selanjutnya!
  • Polemik Kursi Ketua DPW PPP Jabar: Pepep Saepul Hidayat Seret DPP ke Pengadilan
  • Satu Tahun Pimpin Kota Bandung, Farhan Soroti Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen
  • Mau Bukber Seru di Bandung? Ini 5 Kafe Hits dengan Paket Iftar Lengkap
  • Pengendara Motor Tewas Tabrak Trotoar di Jalan Terusan Pasirkoja Bandung
  • Persib Gagal di ACL Two, Nasib Adam Przybek Ikut Terseret
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 20 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Alasan Gugat ke PTUN, BMPS: Sekolah Swasta Terpinggirkan, Dedi Mulyadi Harus Tanggung Jawab

By Aga GustianaKamis, 7 Agustus 2025 20:41 WIB3 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Rizal Fadillah/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang memperluas jumlah siswa dalam satu kelas di sekolah negeri menuai gugatan dari delapan organisasi sekolah swasta. Gugatan resmi terhadap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dilayangkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung.

Perkara ini telah diregistrasi dengan nomor 121/G/2025/PTUN.BDG, dan objek gugatan mengacu pada Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 463.1/Kep.323-Disdik/2025, tertanggal 26 Juni 2025. Inti kebijakan yang dipermasalahkan adalah penambahan rombongan belajar (rombel) hingga maksimal 50 siswa per kelas pada tahun ajaran 2025/2026.

Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kabupaten Bandung, Atty Rosmiati, menilai kebijakan tersebut berdampak serius terhadap keberlangsungan sekolah swasta. Ia menyayangkan tidak adanya pelibatan pihak swasta dalam penyusunan program tersebut.

“Pada intinya kami sangat mengapresiasi program yang dilaunching Pak Gubernur, tapi program itu tidak melibatkan swasta dan dampaknya sangat signifikan terhadap penerimaan siswa baru,” ujar Atty saat dikonfirmasi, Kamis (7/8/2025).

Baca Juga:  Menilik Kuda Hitam di Pilgub Jabar, Cagub Wajib Punya 4 Indikator Ini

Menurut Atty, banyak sekolah swasta mengalami penurunan jumlah peserta didik secara drastis, terutama yang berlokasi berdekatan dengan sekolah negeri. Tak sedikit pula siswa yang sebelumnya dijanjikan masuk sekolah negeri, namun gagal, dan akhirnya baru mendaftar ke sekolah swasta.

“Bahkan ada yang baru masuk ke sekolah kami karena sebelumnya dijanjikan masuk negeri, tapi tidak diterima. Mereka seperti di-PHP,” tambahnya.

Dampak lainnya dirasakan para guru bersertifikasi di sekolah swasta. Dengan berkurangnya jumlah siswa, otomatis jam mengajar pun ikut turun, yang bisa menyebabkan guru kehilangan tunjangan sertifikasi.

Baca Juga:  Stadion Si Jalak Harupat Siap Gelar Piala Presiden 2025, Dedi Mulyadi: Ini Mahkota Jabar

“Kalau siswa menurun, otomatis jam mengajar guru pun berkurang. Itu sangat berdampak untuk guru-guru sertifikasi. Banyak guru swasta yang kemungkinan tidak akan mendapatkan sertifikasi di triwulan ketiga dan keempat tahun ini,” jelas Atty.

Ia mencatat, ribuan guru bersertifikasi di sekolah swasta saat ini bukanlah guru baru, melainkan mereka yang sudah mengabdi selama lebih dari 15 tahun. Demi bertahan, banyak dari mereka kini mencari jam tambahan di sekolah lain.

“Mungkin kalau negeri mau siswa berapapun enggak masalah karena negara sudah menjamin kehidupan,” katanya.

Dari hasil pemantauan sementara BMPS, dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta di Kabupaten Bandung sudah menutup operasionalnya karena kekurangan murid baru.

Baca Juga:  Bongkar Pasang Gedung Sate, Sentuhan Candi Bentar dan Pusaran Polemik

“SMK ada 130 sekolah, dan dua di antaranya sudah tutup. Kalau SMA ada 110, datanya masih kami kumpulkan,” lanjut Atty.

Ia berharap pemerintah tidak hanya memfokuskan kebijakan pada sekolah negeri, tetapi juga memberi ruang adil bagi lembaga pendidikan swasta yang juga melayani masyarakat.

“Kalau negeri dianggap mampu, silakan, tapi kami juga masyarakat Jabar. Kami juga butuh perlindungan dari Gubernur. Kalau memang swasta tidak diinginkan, seharusnya dari awal jangan diberi kesempatan sertifikasi atau tempat untuk berjuang,” pungkasnya.

Adapun delapan organisasi penggugat antara lain:

  • Forum Kepala Sekolah SMA Swasta Jabar
  • BMPS Kabupaten Bandung
  • BMPS Kabupaten Cianjur
  • BMPS Kota Bogor
  • BMPS Kabupaten Garut
  • BMPS Kota Cirebon
  • BMPS Kabupaten Kuningan
  • BMPS Kota Sukabumi

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMPS Dedi Mulyadi Gubernur Jabar kebijakan rombel sekolah swasta
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Presiden Prabowo Subianto

Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace Bentukan Trump di Washington

Polemik Kursi Ketua DPW PPP Jabar: Pepep Saepul Hidayat Seret DPP ke Pengadilan

Satu Tahun Pimpin Kota Bandung, Farhan Soroti Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen

Pengendara Motor Tewas Tabrak Trotoar di Jalan Terusan Pasirkoja Bandung

Satpol PP Bandung Tegaskan Larangan Jualan Takjil di Zona Terlarang

Satpol PP Bandung Larang Sahur On The Road dan Perang Sarung Selama Ramadan

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral! Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor, Nonton Full Dimana?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.