Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gagal SNBP 2026? SNBT Jadi Peluang Kedua Masuk Kampus Negeri

Rabu, 1 April 2026 14:53 WIB

Mengenal Kapten Zulmi Aditya, Perwira Akmil Asal Cimahi yang Syahid dalam Misi UNIFIL

Rabu, 1 April 2026 14:41 WIB

Sejarah Tercipta! Bek Persib Bandung Frans Putros Resmi Melenggang ke Piala Dunia 2026 Bersama Irak

Rabu, 1 April 2026 14:17 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gagal SNBP 2026? SNBT Jadi Peluang Kedua Masuk Kampus Negeri
  • Mengenal Kapten Zulmi Aditya, Perwira Akmil Asal Cimahi yang Syahid dalam Misi UNIFIL
  • Sejarah Tercipta! Bek Persib Bandung Frans Putros Resmi Melenggang ke Piala Dunia 2026 Bersama Irak
  • Pecah Tangis di PN Medan! Amsal Sitepu Divonis Bebas Kasus Korupsi Video Profil Desa Karo
  • Serbu Hadiah Gratis! Daftar Kode Redeem FF Hari Ini 1 April 2026: Ada Skin SG2 dan Bundle Langka
  • DPRD Jabar Desak Penyelesaian Cepat Kasus Kematian Harimau di Bandung
  • Jelang Lawan Semen Padang, Persib Ditinggal 3 Pemain Penting
  • VIRAL! Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Gegerkan Medsos, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 1 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Alissa Wahid Sebut NU Jadi Tulang Punggung Demokrasi Indonesia

By Putra JuangSelasa, 3 September 2024 08:24 WIB2 Mins Read
Nahdlatul Ulama. (Foto: dok NU Online)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Alissa Qotrunnada Wahid menegaskan, pentingnya peran NU dalam menjaga demokrasi di Indonesia karena NU selama ini menjadi tulang punggung proses demokrasi.

Alissa mengungkapkan bahwa sejak awal pendiriannya, NU telah mengusung semangat demokrasi. Hal ini tercermin dari proses musyawarah para ulama dalam mendirikan perkumpulan tersebut.

“Kalau kita melihat proses berdirinya NU, itu adalah proses yang sangat demokratis. Karena NU itu hasil musyawarah para ulama. NU ini didirikan oleh ulama-ulama yang berkumpul untuk memikirkan nasib umat Islam di Indonesia, bahkan saat itu terkait kebijakan Raja Saud yang baru didirikan,” ucap Alissa dilansir laman NU Online, Selasa (3/9/2024).

Alissa menekankan bahwa NU lahir dari semangat musyawarah dan kebersamaan dalam memperjuangkan Islam, yang kemudian diwujudkan dalam bentuk perkumpulan yang dikenal sebagai NU.

Baca Juga:  PBNU: Masyarakat Ingin Proses Pilkada Tak Cederai Demokrasi

“Para ulama duduk bersama, bermusyawarah memperjuangkan Islam, dan akhirnya memutuskan untuk bersama-sama mendirikan NU. Itulah mengapa namanya Nahdlatul Ulama, kebangkitan ulama. Dari sejak awal, NU sudah membawa semangat demokrasi,” katanya.

Semangat musyawarah yang menjadi dasar berdirinya NU, kata Alissa, adalah esensi dari demokrasi itu sendiri.

Baca Juga:  Diresmikan Kang Cucun, Kantor MWC NU Arjasari dan Kertasari Jadi Pusat Gerakan Umat

“Ini lah yang oleh Gus Dur dipegang erat dan dijaga betul agar NU menjaga semangat musyawarah, syura-nya itu. Itulah aslinya demokrasi, menentukan langkah-langkah bersama untuk kemaslahatan bersama,” ungkapnya.

Alissa menegaskan bahwa NU terus menjaga demokrasi di Indonesia karena dalam tubuh NU sendiri terdapat nilai-nilai demokrasi yang kuat.

“Kenapa NU menjaga demokrasi di Indonesia? Karena di dalam NU ada demokrasi, dan demokrasi itu dipandang sebagai jalan atau strategi terbaik untuk menjaga bangsa Indonesia,” imbuhnya.

Baca Juga:  Bawa Nama Indonesia, Dado Tak Mau 'Numpang Lewat' di ACL 2

Alissa juga mengingatkan, para seluruh lapisan masyarakat bahwa mereka memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan bangsa.

“Kita semua beruntung karena kita berada di Nahdlatul Ulama. Kita semua beruntung karena Nahdlatul Ulama menjadi tulang punggung Indonesia. Maka agar bangsa Indonesia beruntung, kita-kita yang lebih beruntung ini harus mengambil peran untuk berkhidmat kepada Indonesia. Gus Dur sudah meneladankan, saatnya kita melanjutkan,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Alissa Qotrunnada Wahid Demokrasi Indonesia Nahdlatul Ulama NU
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gagal SNBP 2026? SNBT Jadi Peluang Kedua Masuk Kampus Negeri

Mengenal Kapten Zulmi Aditya, Perwira Akmil Asal Cimahi yang Syahid dalam Misi UNIFIL

Pecah Tangis di PN Medan! Amsal Sitepu Divonis Bebas Kasus Korupsi Video Profil Desa Karo

DPRD Jabar Desak Penyelesaian Cepat Kasus Kematian Harimau di Bandung

Pansus XIII Resmi Bergerak, LKPJ Gubernur 2025 Masuk Tahap Krusial

Ilustrasi isi BBM

Stok BBM di Kota Bandung Terkendali, Masyarakat Diminta Tak Panic Buying

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Viral Part 2! Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit Diburu Netizen, Ini Faktanya
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.