Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Mentereng! Ini Catatan Statistik John Herdman Selama Nahkodai Timnas Indonesia

Selasa, 13 Oktober 2026 21:35 WIB

PMI Asal Bandung Barat Diduga Disekap di Dubai, Keluarga Menanti Kabar

Selasa, 13 Oktober 2026 20:35 WIB

Klok Minta Bobotoh Terus Bersama Persib, Target Besar Menanti di ACL Two

Selasa, 13 Oktober 2026 20:22 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mentereng! Ini Catatan Statistik John Herdman Selama Nahkodai Timnas Indonesia
  • PMI Asal Bandung Barat Diduga Disekap di Dubai, Keluarga Menanti Kabar
  • Klok Minta Bobotoh Terus Bersama Persib, Target Besar Menanti di ACL Two
  • Dari Sumedang Jadi Diva Dunia! Kisah Rahasia Rossa yang Jarang Orang Tahu!
  • Igor Tolic Soroti Kekuatan Cong Viettel, Persib Siapkan Strategi Khusus
  • Warga Keluhkan Lagi Kebisingan, Lapangan Padel di Surya Sumantri Bakal Diperiksa
  • Erick Thohir Buka Opsi Baru! Timnas Indonesia Bisa Hadapi Lawan di Luar Jazirah Arab
  • Sasar Mahasiswa Jabar, inDrive Rampungkan Edukasi Keselamatan Berkendara ‘Drive Your Future Phase 2’
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 13 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

DPRD Jabar Desak Penyelesaian Cepat Kasus Kematian Harimau di Bandung

By SusanaRabu, 1 April 2026 14:01 WIB2 Mins Read
DPRD Jawa Barat soroti kematian dua anak harimau di Kebun Binatang Bandung. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus kematian dua anak harimau di Kebun Binatang Bandung kembali memicu perhatian serius dari legislatif daerah.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat meminta semua pihak terkait segera menyelesaikan persoalan yang menyangkut pengelolaan lembaga konservasi tersebut.

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat perlu ikut terlibat aktif dalam menyelesaikan polemik yang terjadi, terutama terkait status pengelolaan Kebun Binatang Bandung pasca perubahan lembaga konservasi.

MoU Pengelolaan Akan Berakhir, April Jadi Momentum Penting

Ono Surono mengungkapkan bahwa terdapat nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Kehutanan dan Pemerintah Kota Bandung yang akan berakhir pada 6 Mei 2026.

Dalam skema tersebut, Pemerintah Kota Bandung memiliki tanggung jawab utama dalam pengelolaan kebun binatang setelah pencabutan status lembaga konservasi dari pengelola sebelumnya.

Menurutnya, bulan April menjadi periode krusial untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk penempatan satwa agar tetap berada dalam pengawasan yang sesuai standar konservasi.

Ia menyebutkan, sebagian satwa dilindungi kemungkinan perlu dipindahkan ke lembaga konservasi lain di wilayah Jawa Barat dan sekitar Bandung, dengan dukungan dari kementerian terkait.

Desakan Penyelesaian Status Satwa dan Karyawan

Selain persoalan satwa, DPRD Jabar juga menyoroti ketidakjelasan status para pekerja di Kebun Binatang Bandung. Menurut Ono, keberlangsungan pengelolaan satwa sangat bergantung pada tenaga kerja yang merawatnya setiap hari.

“Dua hal ini harus berjalan bersama, yaitu pengelolaan satwa dan kejelasan status pegawai. Kalau status pegawai tidak jelas, tentu akan berdampak pada perawatan hewan,” ujarnya di Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (30/3/2026).

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Bandung diminta segera mengambil keputusan terkait status kepegawaian, termasuk rencana pengangkatan tenaga harian agar operasional di lapangan tidak terganggu.

Koordinasi Lintas Lembaga Dinilai Belum Optimal

Ono juga menyoroti belum optimalnya koordinasi antara pihak pengelola, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), dan instansi terkait lainnya. Kondisi tersebut dinilai menghambat penyelesaian persoalan secara menyeluruh.

Ia menyebutkan perlunya penunjukan kepemimpinan sementara di kebun binatang agar koordinasi dapat berjalan lebih efektif dan tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.

DPRD Minta Pemkot Bandung Bertindak Cepat

DPRD Jawa Barat menegaskan pentingnya langkah cepat dari Wali Kota Bandung dalam mengambil keputusan strategis terkait pengelolaan kebun binatang.

Menurut Ono, penyelesaian masalah tidak boleh berlarut-larut karena berdampak langsung terhadap kesejahteraan satwa dan operasional lembaga konservasi.

Ia menekankan bahwa kewenangan pengelolaan sudah jelas diatur dalam MoU yang berlaku, sehingga semua pihak diharapkan fokus pada solusi, bukan saling menyalahkan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

PMI Asal Bandung Barat Diduga Disekap di Dubai, Keluarga Menanti Kabar

Warga Keluhkan Lagi Kebisingan, Lapangan Padel di Surya Sumantri Bakal Diperiksa

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BSU Oktober 2026 Rp900 Ribu Belum Pasti Cair, Ini Penjelasan Kemnaker

Satu Mahasiswa Di-DO! Telkom University Jatuhkan Sanksi ke 4 Pelaku Perundungan Asrama

Dugaan Bullying di Kuningan, Siswa SMP Dilarikan ke RS Usai Telan Cairan Karbol

Kiaracondong Bandung Mulai Ditata, Drainase Tersumbat Sampah Jadi Perhatian

Terpopuler
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.