Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
El Nino

Ribuan Hektare Sawah Sukabumi Terancam Puso: El Nino Picu Krisis Air di Lumbung Pangan Selatan

Jumat, 14 Agustus 2026 21:22 WIB

Modal Ngaku Intel dan Tuduh Bawa Narkoba, Pria Ini Gasak Uang Warga Rp600 Ribu

Jumat, 14 Agustus 2026 20:27 WIB

Persib Kena Sanksi Berat AFC, Denda Rp3,57 Miliar dan Dua Laga Tanpa Penonton

Jumat, 14 Agustus 2026 20:14 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ribuan Hektare Sawah Sukabumi Terancam Puso: El Nino Picu Krisis Air di Lumbung Pangan Selatan
  • Modal Ngaku Intel dan Tuduh Bawa Narkoba, Pria Ini Gasak Uang Warga Rp600 Ribu
  • Persib Kena Sanksi Berat AFC, Denda Rp3,57 Miliar dan Dua Laga Tanpa Penonton
  • Suarakan Jeritan Warga Garut Selatan, Band Metal VoB Soroti Jalan Rusak 10 Tahun
  • Spesial Kemerdekaan, Naik Bandros di Bandung Cuma Bayar Rp8 Pakai QRIS
  • Prabowo Sebut ‘Biadab’ Tapi MBG Lanjut Terus? Tragedi Keracunan Massal Karo Bikin Gempar!
  • Terungkap! Detik-detik Honda Ferio Tabrak Aiptu Asep Suhara hingga Terpental 8 Meter
  • Persib Tak Full Team Lawan Sabah FC, 5 Pemain Timnas Masih Absen
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 15 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

DPRD Jabar Desak Penyelesaian Cepat Kasus Kematian Harimau di Bandung

By SusanaRabu, 1 April 2026 14:01 WIB2 Mins Read
DPRD Jawa Barat soroti kematian dua anak harimau di Kebun Binatang Bandung. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus kematian dua anak harimau di Kebun Binatang Bandung kembali memicu perhatian serius dari legislatif daerah.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat meminta semua pihak terkait segera menyelesaikan persoalan yang menyangkut pengelolaan lembaga konservasi tersebut.

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat perlu ikut terlibat aktif dalam menyelesaikan polemik yang terjadi, terutama terkait status pengelolaan Kebun Binatang Bandung pasca perubahan lembaga konservasi.

MoU Pengelolaan Akan Berakhir, April Jadi Momentum Penting

Ono Surono mengungkapkan bahwa terdapat nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Kehutanan dan Pemerintah Kota Bandung yang akan berakhir pada 6 Mei 2026.

Dalam skema tersebut, Pemerintah Kota Bandung memiliki tanggung jawab utama dalam pengelolaan kebun binatang setelah pencabutan status lembaga konservasi dari pengelola sebelumnya.

Menurutnya, bulan April menjadi periode krusial untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk penempatan satwa agar tetap berada dalam pengawasan yang sesuai standar konservasi.

Ia menyebutkan, sebagian satwa dilindungi kemungkinan perlu dipindahkan ke lembaga konservasi lain di wilayah Jawa Barat dan sekitar Bandung, dengan dukungan dari kementerian terkait.

Desakan Penyelesaian Status Satwa dan Karyawan

Selain persoalan satwa, DPRD Jabar juga menyoroti ketidakjelasan status para pekerja di Kebun Binatang Bandung. Menurut Ono, keberlangsungan pengelolaan satwa sangat bergantung pada tenaga kerja yang merawatnya setiap hari.

“Dua hal ini harus berjalan bersama, yaitu pengelolaan satwa dan kejelasan status pegawai. Kalau status pegawai tidak jelas, tentu akan berdampak pada perawatan hewan,” ujarnya di Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (30/3/2026).

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Bandung diminta segera mengambil keputusan terkait status kepegawaian, termasuk rencana pengangkatan tenaga harian agar operasional di lapangan tidak terganggu.

Koordinasi Lintas Lembaga Dinilai Belum Optimal

Ono juga menyoroti belum optimalnya koordinasi antara pihak pengelola, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), dan instansi terkait lainnya. Kondisi tersebut dinilai menghambat penyelesaian persoalan secara menyeluruh.

Ia menyebutkan perlunya penunjukan kepemimpinan sementara di kebun binatang agar koordinasi dapat berjalan lebih efektif dan tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.

DPRD Minta Pemkot Bandung Bertindak Cepat

DPRD Jawa Barat menegaskan pentingnya langkah cepat dari Wali Kota Bandung dalam mengambil keputusan strategis terkait pengelolaan kebun binatang.

Menurut Ono, penyelesaian masalah tidak boleh berlarut-larut karena berdampak langsung terhadap kesejahteraan satwa dan operasional lembaga konservasi.

Ia menekankan bahwa kewenangan pengelolaan sudah jelas diatur dalam MoU yang berlaku, sehingga semua pihak diharapkan fokus pada solusi, bukan saling menyalahkan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

El Nino

Ribuan Hektare Sawah Sukabumi Terancam Puso: El Nino Picu Krisis Air di Lumbung Pangan Selatan

Modal Ngaku Intel dan Tuduh Bawa Narkoba, Pria Ini Gasak Uang Warga Rp600 Ribu

Suarakan Jeritan Warga Garut Selatan, Band Metal VoB Soroti Jalan Rusak 10 Tahun

program MBG

Prabowo Sebut ‘Biadab’ Tapi MBG Lanjut Terus? Tragedi Keracunan Massal Karo Bikin Gempar!

Terungkap! Detik-detik Honda Ferio Tabrak Aiptu Asep Suhara hingga Terpental 8 Meter

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Cek Desil DTSEN Pakai NIK KTP, Begini Cara Tahu Status Bansos Agustus 2026

Terpopuler
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
  • Kehabisan Akal Promosi? Brand Miras Buat Challenge Ayat Al-Qur’an Berhadiah Alkohol!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.