Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi video 18+

Video Tak Senonoh Oknum Polisi NTT Viral di Medsos, Link Diburu Netizen

Rabu, 25 Maret 2026 19:34 WIB

Sungkeman Paling Ekstrem! Ada ‘Tendangan Lebaran’ dan Salto Sampai Orang Tua Bengek

Rabu, 25 Maret 2026 19:00 WIB
parang gombong

Cuma 2 Jam dari Jakarta! 6 Spot Wisata Purwakarta Paling Hits Siap Segarkan Pikiran di Akhir Pekan

Rabu, 25 Maret 2026 18:07 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Video Tak Senonoh Oknum Polisi NTT Viral di Medsos, Link Diburu Netizen
  • Sungkeman Paling Ekstrem! Ada ‘Tendangan Lebaran’ dan Salto Sampai Orang Tua Bengek
  • Cuma 2 Jam dari Jakarta! 6 Spot Wisata Purwakarta Paling Hits Siap Segarkan Pikiran di Akhir Pekan
  • Anak Harimau Benggala Hara Mati di Bandung Zoo, Virus dari Induk Jadi Penyebab
  • DPRD Jabar Soroti Pelayanan Medis Pemudik, Rencana Pos Kesehatan Permanen Segera Dibangun
  • Hara, Anak Harimau Benggala Tewas di Bandung Zoo, Penyebab Belum Terungkap
  • Sinyal Bahaya bagi Lawan, Bojan Hodak Ungkap Kondisi Terkini Skuad Persib Usai Libur Panjang
  • Dari Persib ke Timnas! Hodak Dorong Dua Pemainnya Tampil Percaya Diri
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 25 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Anak Harimau Benggala Hara Mati di Bandung Zoo, Virus dari Induk Jadi Penyebab

By SusanaRabu, 25 Maret 2026 18:01 WIB2 Mins Read
Dua bayi harimau Benggala lahir dari induk Jelita dan jangan Shah Rukh Khan di Bandung Zoo, Sabtu (12/7/2025). Foto Dok Bandung Zoo.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkap penyebab kematian seekor anak Harimau Benggala bernama Hara di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo).

Ia menyebut, kematian satwa tersebut diduga akibat infeksi virus yang diturunkan dari induknya.

Farhan menjelaskan, induk harimau tersebut merupakan carrier atau pembawa virus khas keluarga kucing besar. Kedua anaknya telah terinfeksi sejak lahir, namun hanya satu yang berhasil bertahan.

“Anak harimau. Jadi begini, induknya menjadi carrier virus. Ini virus khas keluarga kucing besar. Keduanya sudah terinfeksi sejak lahir. Yang satu tidak terselamatkan, yang satu sedang kita upayakan,” kata Farhan, Rabu (25/3/2026).

Baca Juga:  Kelam Akhir Kisah Yana Mulyana, Dipecat Secara Tidak Hormat Kemendagri

Ia menegaskan, kematian Hara bukan disebabkan oleh faktor kelalaian perawatan. Menurutnya, kondisi ini murni karena infeksi virus bawaan dari induk.

“Bukan karena tidak terawat, tapi karena virus yang dibawa induknya,” ujarnya.

Farhan juga menyebut anak harimau yang masih hidup yakni Huru telah dipisahkan dari induknya dan kini dalam penanganan intensif.

Ia mengidentifikasi virus tersebut sebagai Panleukopenia, penyakit yang umum menyerang keluarga felin dan dapat menurunkan sel darah putih.

Baca Juga:  KDM Sentil Wali Kota Bandung soal Teras Cihampelas: Berani Bereskan?

“Namanya panleukopenia, penyakit virus yang menyerang keluarga kucing besar seperti harimau dan kucing,” katanya.

Meski sempat kritis, kondisi anak harimau yang masih hidup dilaporkan mulai membaik.

Berdasarkan laporan tim dokter hewan, satwa tersebut telah melewati fase kritis 72 jam dan menunjukkan perkembangan positif.

“Kondisi terbaru membaik dibanding kemarin. Diare sudah tidak ada, tidak muntah, dan lebih aktif,” kata Farhan.

Ia menambahkan, penanganan dilakukan secara intensif oleh tim dokter, termasuk pemberian antibiotik, antiemetik, cairan rehidrasi, suplemen imun, hingga antivirus. Asupan makan juga mulai diberikan secara bertahap dengan bantuan keeper.

Baca Juga:  Wali Kota Bandung Klaim Stok Gas Aman, Minta Warga Tak Panic Buying

Farhan memastikan pengawasan terhadap satwa di kebun binatang dilakukan secara penuh. Ia juga menyebut kasus ini menjadi perhatian bersama lintas pemerintah agar tidak terulang.

“100 persen standby, semua informasi terpantau, tidak ada yang ditelantarkan,” ujarnya.

Ia mengaku prihatin atas kejadian tersebut dan berencana meninjau langsung ke lokasi dalam waktu dekat.

“Saya sangat prihatin dan sedih, tetapi ini harus menjadi perhatian agar tidak terulang,” katanya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anak harimau mati Bandung Zoo Hara Harimau Benggala satwa kebun binatang virus Panleukopenia harimau Wali Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

DPRD Jabar Soroti Pelayanan Medis Pemudik, Rencana Pos Kesehatan Permanen Segera Dibangun

Hara, Anak Harimau Benggala Tewas di Bandung Zoo, Penyebab Belum Terungkap

H+2 Jadi Puncak Arus Balik di Bandung, Volume Kendaraan Tembus 149 Ribu

Mirip Film! 7 Ekor Anjing Kompak Jalan Kaki 17KM Demi Kabur dari Jagal

Tiang PJU Roboh di Jalan Riau Bandung, Tak Ada Korban Jiwa

ASN

THR Sudah Cair, Ini Jadwal Pencairan Gaji ke-13 PNS 2026

Terpopuler
  • Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Bikin Warganet Heboh, Hati-hati Link Phishing
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Heboh Video Viral Ukhti Mukena Pink, Benarkah Ada Versi Tanpa Sensor? Ini Faktanya
  • Warganet Penasaran! Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Disebut-sebut Ada Versi Full, Ini Faktanya
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Benarkah Ada Link Telegram Part 2?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.