Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pakansari Rasa Si Jalak Harupat, Adam Alis Angkat Topi untuk Bobotoh

Senin, 26 Oktober 2026 21:37 WIB

Pelaku Penganiayaan Suporter Persib di Bogor Ditangkap, Begini Kata Polisi

Senin, 26 Oktober 2026 20:28 WIB

Badai PHK Hantam Jawa Barat, Sektor Garmen dan Otomotif Paling Merana

Senin, 26 Oktober 2026 19:29 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pakansari Rasa Si Jalak Harupat, Adam Alis Angkat Topi untuk Bobotoh
  • Pelaku Penganiayaan Suporter Persib di Bogor Ditangkap, Begini Kata Polisi
  • Badai PHK Hantam Jawa Barat, Sektor Garmen dan Otomotif Paling Merana
  • Takut Malu Kena DNF? Mantan Miss Indonesia Diserbu Netizen Buntut Ricuh JRF 2026
  • Tak Mau Terlena! Dado Minta Persib Lupakan Kemenangan dan Fokus ke Melbourne
  • Bikin Napas Terengah! Intip Jadwal Super Padat Persib Bandung usai Tekuk Garudayaksa FC
  • Daftar Lengkap Nominal PKH Tahap 4 2026: Dari Rp225 Ribu hingga Rp2,7 Juta
  • BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Tahun Cair Lagi? Cek Fakta & Cara Akses Bansos Kemensos Pakai NIK KTP
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Anis Matta Jawab soal Isu Dinasti Politik Keluarga Jokowi: Tidak Relevan

By SusanaJumat, 27 Oktober 2023 10:19 WIB2 Mins Read
Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta. (YouTube Anis Matta)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Isu dinasti politik keluarga Presiden Jokowi kini menjadi isu hangat yang terus diperdebatkan, terlebih dengan majunya Gibran Rakabuming Raka sebagai Cawapres Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

Seperti diketahui, Keluarga Jokowi saat ini memegang jabatan dalam pemerintahan. Putra sulungnya, Gibran sebagai Wali Kota Solo, menantunya Bobby Nasution sebagai Wali Kota Medan, dan putra bungsunya, Kaesang Pangarep kini menjadi Ketua Umum PSI.

Melihat hal itu tentunya, isu dinasti politik ini menjadi ramai dibahas menjelang Pemilu 2024, ditambah dengan adanya putusan MK terkait batas usia Capres-Cawapres yang dinilai memudahkan Gibran melenggang ke Pilpres 2024.

Itu juga ditambah dengan adik ipar Jokowi, yakni Ketua MK Anwar Usman yang berperan dalam putusan MK tersebut.

Baca Juga:  Pegi Setiawan Puji Hakim Eman Sulaeman Berani Tegakkan Keadilan, Sebut Nama Jokowi dan Prabowo

Mengenai isu dinasti politik ini, Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta turut menanggapi dengan menyatakan bahwa isu dinasti tidak ada relevansinya dalam sistem demokrasi.

Dalam sistem demokrasi ini, Anis melanjutkan bahwa yang menempati jabatan pemerintahan tersebut melalui pemilihan bukan penunjukan.

Baca Juga:  Buntut Penurunan Nilai Demokrasi, Civitas Akademika Unpad Sampaikan Petisi untuk Jokowi

“Isu dinasti tidak ada relevansinya dalam sistem demokrasi. Ini kan jabatan yang dipilih oleh rakyat, Itu kan semuanya melalui proses pemilihan bukan penunjukan, jadi tidak tepat,” ujar Anis, dikutip dalam YouTube Anis Matta, Jumat (27/10/2023).

Anis Matta pun kemudian memberikan contoh terkait majunya AHY dalam Pilkada DKI dan Puan Maharani yang sebelumnya dikampanyekan PDIP menjadi Capres.

“Kita lihat Mas AHY maju di Pilkada DKI kalah kan sama Anies, terus Mba Puan juga dikampanyekan oleh PDIP sebagai Capres, tapi orang realistis melihat sisi elektoralnya tidak dapat, makanya pilih Ganjar, padahal kan yang menentukan ibunya,” ujarnya.

Baca Juga:  Termasuk Mantan Kepala Kejati, 3 Calon Pj Gubernur Jabar Diusulkan DPRD ke Kemendagri

Melihat contoh tersebut, dinasti politik itu tidak selalu berpengaruh terhadap Pemilu, akan tetapi elektabilitas sosok lah yang jadi pengaruhnya.

“Jadi karena orang tunduk pada aturan elektabilitas, mungkin saja bahwa sisi dinasti itu keluarga besar politik itu bisa berpengaruh, tapi tidak selalu. Bu Mega kenyataannya jadi presiden setelah itu kalah,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

jokowi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pelaku Penganiayaan Suporter Persib di Bogor Ditangkap, Begini Kata Polisi

Badai PHK Hantam Jawa Barat, Sektor Garmen dan Otomotif Paling Merana

Daftar Lengkap Nominal PKH Tahap 4 2026: Dari Rp225 Ribu hingga Rp2,7 Juta

Dua Halte BRT Kiaracondong Disoroti, Jarak ke Rel Dinilai Terlalu Dekat

Rencana Skatepark Teuku Umar Bandung Picu Kekhawatiran soal Ruang Olahraga Anak

ilustrasi bansos

Modus Beli Rokok demi Kembalian Asli, Pengedar Uang Palsu Nyaris Diamuk Warga Ngamprah

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Prediksi Madura United vs Persib: Ujian Kedalaman Skuad Pangeran Biru di Tengah Jadwal Padat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.