Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Cukup Jalan Kaki! 7 Rekomendasi Kuliner Hits Dekat Stasiun Bogor yang Wajib Dicoba

Minggu, 5 April 2026 02:00 WIB

Menjelajah Rasa di Subang: 10 Kuliner Ikonik yang Bikin Lidah Ketagihan!

Minggu, 5 April 2026 01:00 WIB

Fenomena Link Video Syakirah 7 Menit Kembali Mencuat: Mengapa Anda Harus Berhenti Mencari Tautannya?

Sabtu, 4 April 2026 21:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cukup Jalan Kaki! 7 Rekomendasi Kuliner Hits Dekat Stasiun Bogor yang Wajib Dicoba
  • Menjelajah Rasa di Subang: 10 Kuliner Ikonik yang Bikin Lidah Ketagihan!
  • Fenomena Link Video Syakirah 7 Menit Kembali Mencuat: Mengapa Anda Harus Berhenti Mencari Tautannya?
  • Heboh Link Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Dapur: Awas Jebakan Phishing yang Bisa Kuras Saldo Rekening!
  • Bukan Sekadar Jalan-Jalan! Ini 10 Spot ‘Healing’ Terbaik di Bandung yang Bikin Gagal Move On
  • Rumor Kencan Bernadya dan Iqbaal Ramadhan Pecah! Berawal dari Foto ‘Blur’, Netizen Temukan Bukti Ini
  • Mandat Suci di Lebanon Berakhir di Tanah Air: Momen Haru Kepulangan Jenazah 3 Prajurit TNI
  • Prediksi Persib vs Semen Padang: Bobotoh Cantik Ini Ingatkan Maung Bandung Jangan Jemawa
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 5 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

APTFI Gelar FGD Kolaborasi Riset Wujudkan Kemandirian Ketahanan Bidang Farmasi

By SusanaMinggu, 25 Februari 2024 15:30 WIB3 Mins Read
Farmalkes Kemenkes RI apt. Anwar Wahyudi (Batik Coklat) dan Wakil Ketua Bidang Riset dan Kerjasama APTFI, Prof. I Ketut Adnyana (Batik Ungu). Foto: Istimewa.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kolaborasi Riset di De Paviljoen Hotel Bandung, pada Minggu (25/2/2024).

Wakil Ketua Bidang Riset dan Kerjasama APTFI, Prof. I Ketut Adnyana menyampaikan, acara diskusi kolaborasi riset ini digelar berasal dari kegundahan adanya potensi sumber daya alam yang harus diakselerasi untuk kemaslahatan Indonesia.

“Jadi sebenarnya inisiasi pertama itu dari Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia (STFI) Bandung ini dengan ketuanya dr. Adang Firmansyah, itu berangkat dari kegundahan dan kegalauan Pak Adang yang memang ada satu potensi yang perlu diangkat serta diakselerasi dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan Indonesia, yaitu potensi sumber daya alam beserta isinya,” beber Ketut, Minggu (25/2).

Kemudian, sebagai orang yang berasal dari bidang farmasi, Ia pun merasa memiliki kewajiban untuk memfasilitasi terkait pengolahan sumber dalam alam tersebut, salah satunya dengan program FGD Kolaborasi Riset ini.

Baca Juga:  Bio Farma Dukung Kejaksaan Agung 'Bersih-bersih' Industri Farmasi

“Dan saya merasa memiliki kewajiban untuk memfasilitasi itu, maka sebagai program kita, kita angkat itu ke level yang lebih luas seperti sekarang yaitu Forum Grup Discusion Kolaborasi Riset, supaya tidak hanya antar perguruan tinggi saja, nanti ada STFI dan saya berdiskusi, kita undang dari Kemenkes dan kemudian dari industri yang sudah mengadakan kerjasama panjang dengan STFI dan juga perguruan tinggi yang lainnya,” bebernya.

Sehingga, dari acara ini akan muncul terkait program-program yang bisa di angkat dalam jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

Menurutnya, pihak-pihak yang terlibat dalam FGD Kolaborasi Riset ini nantinya bisa berkolaborasi untuk menghasilkan sebuah produk.

“Alhamdulillah tadi berkembang banyak, jadi skala pendeknya apa yang bisa dilakukan oleh STFI, apa yang bisa dilakukan oleh temen-temen sebenarnya bisa berkolaborasi kemudian di fasilitasi oleh regulator,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemdaprov Revitalisasi Program Kerja untuk Lanjutkan Kemandirian Jabar

Ketut menambahkan, produk yang dihasilkan bisa dinikmati oleh masyarakat luas dalam rangka mewujudkan kemandirian dan ketahanan farmasi di Indonesia.

“Sehingga empat sistem yang saya sebutkan tadi, kaitannya dengan bahan baku, teknologi, regulasi, maupun target pasar itu bisa nyambung, sehingga sederhananya keluar satu produk yang bisa dinikmati oleh masyarakat luas dalam jangka mewujudkan kemandirian maupun ketahanan di bidang farmasi,” tandasnya.

Sementara itu, Farmalkes Kemenkes RI apt. Anwar Wahyudi menyampaikan, kolaborasi riset ini juga merupakan langkah untuk memasukkan obat bahan alam atau obat tradisional ke dalam layanan kesehatan.

“Yang pertama penggunaan di layanan kesehatan formal, karena kita memiliki ribuan obat tradisional, ribuan herbal yang bisa dimanfaatkan, tapi disana membutuhkan pengujian, uji klinis untuk nanti digunakan di rumah sakit dan dokter mau meresepkan, sekarang kan resep dokter itu masih jarang obat tradisional atau pun obat alam,” ujar Anwar.

Baca Juga:  Pemdaprov Revitalisasi Program Kerja untuk Lanjutkan Kemandirian Jabar

Selain itu, Anwar mengatakan langkah-langkah ini di dorong oleh Pemerintah sebagai triger mencapai ketahanan dan kemandirian farmasi Indonesia.

Anwar menambahkan, Pemerintah juga akan mendorong dan memfasilitasi industri herbal agar obat bahan alam tersebut segera bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

“Industrinya masih sedikit, industri herbal itu tidak sebanyak obat-obat konvensional, karena marketnya kecil, industri kan kalau tidak menguntungkan kenapa masuk ranah itu, itu yang terjadi, makanya industri jamu, industri bahan alam, perlu didorong terus difasilitasi sehingga dia bisa masuk layanan kesehatan,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

APTFI farmasi FGD Kolaborasi Riset kemandirian ketahanan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mandat Suci di Lebanon Berakhir di Tanah Air: Momen Haru Kepulangan Jenazah 3 Prajurit TNI

Komisi IV DPRD Jabar Soroti LKPJ 2025: Gini Ratio hingga Tunda Bayar Jadi Catatan

Cuaca Ekstrem Bandung Makan Korban! Pohon Tumbang di Caringin Tewaskan Pengendara

Musda Golkar Jabar Berakhir, Daniel Mutaqien Resmi Jadi Ketua

pembunuhan

Tragis! Bocah 11 Tahun Tewas Terserempet Kereta saat Menuju Rumah Nenek

Cuaca Ekstrem Hantam Bandung, BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi Sepekan ke Depan

Terpopuler
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit, Link Palsu Mengintai Warganet, Cek Aslinya
  • Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri yang Bikin Penasaran, Link Telegram Banyak Dicari
  • Bukan Indonesia? Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Ini
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.