bukamata.id – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang, mengajak orang tua dan sekolah untuk lebih aktif mengenalkan nilai-nilai Pancasila kepada Generasi Alpha dan Generasi Z. Menurutnya, penguatan pemahaman Pancasila sejak dini menjadi penting di tengah derasnya arus informasi digital dan masuknya berbagai pengaruh dari luar yang dapat memengaruhi cara pandang generasi muda.
Hal tersebut disampaikan Rafael saat membahas relevansi Pancasila bagi generasi muda dalam wawancara pada Jumat (5/6/2026).
Menurut Rafael, Pancasila tidak cukup hanya diajarkan sebagai materi hafalan di sekolah. Generasi muda perlu memahami alasan lahirnya Pancasila, sejarah pembentukannya, serta pentingnya ideologi tersebut dalam menjaga persatuan bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama, ras, dan golongan.
“Anak-anak muda perlu mengetahui sejarah Pancasila itu munculnya kapan dan mengapa bangsa ini membutuhkan Pancasila. Dengan begitu mereka memahami bahwa Pancasila bukan sekadar hafalan, tetapi fondasi kehidupan berbangsa,” ujarnya.
Rafael menilai Generasi Alpha dan Generasi Z akan menjadi penerus kepemimpinan Indonesia di masa depan. Karena itu, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila seperti kemanusiaan, keadilan sosial, toleransi, dan demokrasi harus mulai dibumikan sejak sekarang.
Menurutnya, proses pengenalan Pancasila tidak bisa hanya dibebankan kepada lembaga pendidikan. Orang tua juga memiliki peran penting dalam memberikan teladan dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Implementasi Pancasila bukan hanya diterapkan di sekolah. Orang tua juga harus berperan mengenalkan dan memberikan contoh-contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa pengenalan Pancasila kepada generasi muda sebaiknya dilakukan melalui contoh konkret yang dekat dengan kehidupan mereka. Misalnya dengan mengajarkan sikap menghargai perbedaan agama, menghormati sesama, membantu orang lain, serta membiasakan berdiskusi dan menyampaikan pendapat secara santun.
Rafael menilai pendekatan tersebut akan lebih mudah dipahami dibandingkan hanya menjelaskan teori atau isi sila-sila Pancasila tanpa contoh penerapan nyata.
“Jangan hanya berbicara soal Pancasila secara teori. Berikan contoh-contoh kecil yang bisa mereka lihat dan lakukan setiap hari agar lebih mudah dipahami,” ujarnya.
Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang semakin masif, Rafael juga mengingatkan pentingnya meningkatkan literasi generasi muda. Menurutnya, derasnya informasi yang beredar di ruang digital harus diimbangi dengan pemahaman yang kuat mengenai identitas dan nilai-nilai kebangsaan.
Ia berharap sekolah, keluarga, media massa, dan pemerintah dapat bersama-sama membangun gerakan untuk membumikan kembali nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda.
“Pancasila harus terus diperkenalkan kepada Generasi Alpha dan Gen Z. Mereka adalah generasi yang nantinya akan mewarisi bangsa ini, sehingga penting bagi mereka memahami nilai-nilai yang menjadi dasar berdirinya Indonesia,” katanya.
Rafael optimistis Pancasila akan tetap relevan menghadapi perkembangan zaman. Namun, hal tersebut hanya dapat terwujud apabila generasi muda tidak sekadar mengenal Pancasila sebagai simbol negara, melainkan memahami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau anak-anak muda memahami mengapa Pancasila lahir dan mengapa bangsa ini memilih Pancasila sebagai dasar negara, mereka akan lebih siap menjaga persatuan dan keberlangsungan Indonesia di masa depan,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










