Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Siap-siap Borong Pemain Bintang! Klaim Kode Redeem FC Mobile Hari Ini 21 Juni 2026

Minggu, 21 Juni 2026 02:00 WIB
Game Free Fire

Serbu Hadiah Gratis! Intip Daftar Kode Redeem FF Hari Ini 21 Juni 2026, Ada Skin Senjata Keren

Minggu, 21 Juni 2026 01:00 WIB
CPNS

Heboh Tautan Pendaftaran CPNS 2026 di Medsos, Benarkah Sudah Dibuka? Cek Fakta dari BKN

Sabtu, 20 Juni 2026 22:18 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Siap-siap Borong Pemain Bintang! Klaim Kode Redeem FC Mobile Hari Ini 21 Juni 2026
  • Serbu Hadiah Gratis! Intip Daftar Kode Redeem FF Hari Ini 21 Juni 2026, Ada Skin Senjata Keren
  • Heboh Tautan Pendaftaran CPNS 2026 di Medsos, Benarkah Sudah Dibuka? Cek Fakta dari BKN
  • Ranking AFC Melesat, Klub Liga 1 Dapat Durian Runtuh untuk Slot Asia Musim Depan
  • Instagram Rilis Fitur Baru yang Bikin Postingan Carousel Jadi Lebih Hidup
  • Ikuti Jejak Indonesia, Inggris Larang Total Anak di Bawah 16 Tahun Main Medsos Mulai 2027
  • Sisi Lain Icuk Baros: Dari Tukang Servis Kompor Jadi ‘Bos Saep’ Copet Legendaris yang Dicintai Penonton
  • Depak Kurzawa dan Barba, Persib Dikabarkan Incar Eks Striker Real Madrid
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 21 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Asuransi Rp 60 Miliar Buat Ojol Sampai Kuli Panggul: Jurus Dedi Mulyadi Redam Panasnya Jalanan

By Aga GustianaSelasa, 2 September 2025 09:31 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berdialog dengan para pekerja sektor informal, seperti pengemudi ojek online dan buruh harian, Senin (1/9/2025). Pemdaprov Jabar berkomitmen melindungi pekerja nonformal melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Foto : Yogi Prayoga - Biro Adpim Jabar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan langkah konkret untuk melindungi para pekerja informal di tengah situasi sosial yang memanas. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengumumkan bahwa pihaknya mengalokasikan dana sekitar Rp 60 miliar untuk membayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan.

Menurutnya, kebijakan ini menjadi wujud nyata perlindungan sosial bagi kelompok masyarakat yang selama ini kerap terpinggirkan dari jaminan ketenagakerjaan.

“Anggarannya bertahap. Kami kan hari ini sekitar sisa empat bulan. Berarti kan kalau sisa empat bulan, kurang lebih kami siapin Rp 60 miliar-lah. Rp 60 miliar kami siapin,” ujar Dedi di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (1/9/2025).

Dedi menjelaskan, penerima manfaat program ini adalah para pekerja informal, mulai dari pengemudi ojek online (ojol), petani, nelayan, kuli panggul, hingga pedagang asongan. Besaran iuran asuransi yang ditanggung mencapai Rp 201.000 per orang setiap tahunnya, dengan pola pembiayaan melibatkan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta pihak swasta seperti aplikator transportasi daring.

Baca Juga:  Orang Tua Diminta Waspada, Jabar Masuk Provinsi dengan Anak Terpapar Radikalisme Tertinggi Kedua di Indonesia

“Kami rencananya ingin dikerjasamakan. Misalnya ada yang kerja sama dengan bupati dan wali kota, tetapi saya juga mau ajak kerja sama dengan aplikator dari ojek online,” jelasnya.

Baca Juga:  Kebijakannya Disebut Dangkal, Dedi Mulyadi: Daripada Dalam tapi Tenggelam

Ia menekankan, perlindungan ini sangat penting mengingat banyak pekerja informal harus menanggung sendiri biaya pengobatan ketika mengalami kecelakaan kerja. Dedi bahkan menuturkan kisah seorang pengemudi ojek yang harus kehilangan kaki tanpa adanya perlindungan jaminan.

“Nah nanti itu sudah di-cover oleh asuransi kecelakaan kerja, termasuk kaki palsunya. Kemudian selama dia di rumah sakit, itu ada pengganti penghasilan,” katanya.

Program ini, sambung Dedi, sejatinya sudah ia pikirkan sejak masih menjabat sebagai Bupati Purwakarta. Kini, ia berharap skema tersebut dapat dijalankan serentak di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat. Namun, ia menegaskan tidak akan memberikan tambahan alokasi dana bagi daerah yang enggan ikut berkolaborasi.

Baca Juga:  Banjir dan Cuaca Ekstrem Terjang Jawa Barat, 10 Ribu Jiwa Terdampak

“Kalau bupati wali kotanya tidak mau kerja sama, saya enggak akan berikan pada daerah itu. Nanti kalau rakyatnya protes, tanya bupati wali kotanya kenapa enggak mau kerja sama,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Asuransi Ojol BPJS Ketenagakerjaan Dedi Mulyadi jawa barat Ojol pekerja informal Pekerja Lepas Perlindungan Sosial
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Geger Sopir Angkot Kesurupan Usai Kecelakaan di Sumedang, Polisi Ungkap Fakta Medisnya

Viral! Liburan Berujung Panik, Sejumlah Mobil Terjebak Gelombang Pasang di Pantai Ujung Genteng

Padam Listrik

Terungkap! Ini Penyebab Utama Pemadaman Listrik Bergilir yang Landa Sejumlah Wilayah Jawa Barat

Rayakan Ultah ke-19, DPRD Jabar Soroti Kemajuan Infrastruktur Bandung Barat Selatan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Daftar Nominal PKH 2026 Terbaru, Ada yang Dapat Hingga Rp2,7 Juta per Tahun

Refleksi Pedas 19 Tahun KBB: Tokoh Pendiri Sindir Pejabat yang Cuma Pamer Pencapaian Semu!

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
  • Heboh Cut Salwa Trending, Benarkah Ada Video Full Durasi? Ini Fakta yang Terungkap
  • Viral di Media Sosial! Siapa Sebenarnya Cut Salwa dan Cut Salsa yang Bikin Geger Ini?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.