Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sama-Sama Tercekik Biaya Hidup! Warga Prancis Berani Runtuhkan Kota, Rakyat RI Cuma Sibuk Mode Bertahan?

Selasa, 20 Oktober 2026 10:00 WIB

Persib Mengancam di Posisi 5 Besar! Ini Kalkulasi Peluang Maung Bandung Geser Macan Kemayoran

Selasa, 20 Oktober 2026 09:42 WIB

Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga

Selasa, 20 Oktober 2026 09:31 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sama-Sama Tercekik Biaya Hidup! Warga Prancis Berani Runtuhkan Kota, Rakyat RI Cuma Sibuk Mode Bertahan?
  • Persib Mengancam di Posisi 5 Besar! Ini Kalkulasi Peluang Maung Bandung Geser Macan Kemayoran
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Ancaman Asap Karhutla Belum Usai, Kasus ISPA Lampaui 300 Ribu Orang: Ini Daerah yang Paling Terdampak
  • Bukan Cuma Dijemur, Ini Metode Paling Ampuh Membasmi Kutu Busuk dan Telurnya Sampai Tuntas
  • Berburu Sarapan di Bandung? Ini 5 Tempat Lontong Kari yang Bisa Dicoba
  • Bantuan Subsidi Upah 2026 Total Rp900 Ribu, Kapan Cair ke Rekening Pekerja?
  • 5 Wisata Kuliner Malam Cirebon 2026, Wajib Coba Empal Gentong!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 20 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Asuransi Rp 60 Miliar Buat Ojol Sampai Kuli Panggul: Jurus Dedi Mulyadi Redam Panasnya Jalanan

By Aga GustianaSelasa, 2 September 2025 09:31 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berdialog dengan para pekerja sektor informal, seperti pengemudi ojek online dan buruh harian, Senin (1/9/2025). Pemdaprov Jabar berkomitmen melindungi pekerja nonformal melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Foto : Yogi Prayoga - Biro Adpim Jabar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan langkah konkret untuk melindungi para pekerja informal di tengah situasi sosial yang memanas. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengumumkan bahwa pihaknya mengalokasikan dana sekitar Rp 60 miliar untuk membayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan.

Menurutnya, kebijakan ini menjadi wujud nyata perlindungan sosial bagi kelompok masyarakat yang selama ini kerap terpinggirkan dari jaminan ketenagakerjaan.

“Anggarannya bertahap. Kami kan hari ini sekitar sisa empat bulan. Berarti kan kalau sisa empat bulan, kurang lebih kami siapin Rp 60 miliar-lah. Rp 60 miliar kami siapin,” ujar Dedi di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (1/9/2025).

Dedi menjelaskan, penerima manfaat program ini adalah para pekerja informal, mulai dari pengemudi ojek online (ojol), petani, nelayan, kuli panggul, hingga pedagang asongan. Besaran iuran asuransi yang ditanggung mencapai Rp 201.000 per orang setiap tahunnya, dengan pola pembiayaan melibatkan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta pihak swasta seperti aplikator transportasi daring.

Baca Juga:  Profil Maula Akbar, Putra Dedi Mulyadi yang Siap Meminang Wakil Bupati Garut

“Kami rencananya ingin dikerjasamakan. Misalnya ada yang kerja sama dengan bupati dan wali kota, tetapi saya juga mau ajak kerja sama dengan aplikator dari ojek online,” jelasnya.

Baca Juga:  Resmi Dilantik, Warganet Salfok pada Pendamping Dedi Mulyadi

Ia menekankan, perlindungan ini sangat penting mengingat banyak pekerja informal harus menanggung sendiri biaya pengobatan ketika mengalami kecelakaan kerja. Dedi bahkan menuturkan kisah seorang pengemudi ojek yang harus kehilangan kaki tanpa adanya perlindungan jaminan.

“Nah nanti itu sudah di-cover oleh asuransi kecelakaan kerja, termasuk kaki palsunya. Kemudian selama dia di rumah sakit, itu ada pengganti penghasilan,” katanya.

Program ini, sambung Dedi, sejatinya sudah ia pikirkan sejak masih menjabat sebagai Bupati Purwakarta. Kini, ia berharap skema tersebut dapat dijalankan serentak di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat. Namun, ia menegaskan tidak akan memberikan tambahan alokasi dana bagi daerah yang enggan ikut berkolaborasi.

Baca Juga:  Program Barak Militer Dipolisikan, Dedi Mulyadi: Caper!

“Kalau bupati wali kotanya tidak mau kerja sama, saya enggak akan berikan pada daerah itu. Nanti kalau rakyatnya protes, tanya bupati wali kotanya kenapa enggak mau kerja sama,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BPJS Ketenagakerjaan Dedi Mulyadi jawa barat Ojol
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sama-Sama Tercekik Biaya Hidup! Warga Prancis Berani Runtuhkan Kota, Rakyat RI Cuma Sibuk Mode Bertahan?

Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga

Ancaman Asap Karhutla Belum Usai, Kasus ISPA Lampaui 300 Ribu Orang: Ini Daerah yang Paling Terdampak

Bantuan Subsidi Upah 2026 Total Rp900 Ribu, Kapan Cair ke Rekening Pekerja?

Eropa Membara! Berawal dari Aksi Pelajar Prancis, Gelombang Unjuk Rasa Meluas Hingga Bentrokan di 6 Negara

Demo Jakarta

Jelang Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Disdik Jabar Tebar Ancaman Sanksi Bagi Pelajar yang Nekat Ikut Aksi

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Flexing Nikah Berbuah Hujatan! Nasib Tragis Juan dan Evelyn hingga Gulung Tikar dari Youtube!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.