Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Update Terbaru! Kode Redeem ML 17 April 2026: Dapatkan Skin Epic dan Fragmen Langka Secara Gratis

Jumat, 17 April 2026 06:00 WIB

Buruan! 100+ Kode Redeem FF April 2026 Masih Aktif, Hadiah Skin Langka Menanti

Jumat, 17 April 2026 05:00 WIB

Kuliner Pagi Bandung Lagi Viral, Ini 3 Spot Sarapan Favorit Warga

Jumat, 17 April 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Update Terbaru! Kode Redeem ML 17 April 2026: Dapatkan Skin Epic dan Fragmen Langka Secara Gratis
  • Buruan! 100+ Kode Redeem FF April 2026 Masih Aktif, Hadiah Skin Langka Menanti
  • Kuliner Pagi Bandung Lagi Viral, Ini 3 Spot Sarapan Favorit Warga
  • Sekali Klik Bisa Kena! Link Viral Ini Ancam Rekening dan Data Pribadi
  • Banjir Pemain Bintang! Kode Redeem FC Mobile 17 April 2026: Klaim Pack Spesial dan Jutaan Koin Sekarang!
  • Siap Booyah! Kode Redeem FF 17 April 2026: Klaim Bundle Arctic Blue dan Diamond Voucher Gratis Sekarang!
  • Skenario Final Ideal? Intip Jadwal Panas Semifinal Liga Champions: PSG vs Bayern & Atletico vs Arsenal
  • Sentilan Bojan Hodak: Di Eropa Klub Divisi 7 Punya Lapangan Sendiri, Persib Harus Lebih Profesional!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 17 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi: Evaluasi MBG Harus Menyeluruh, Kita Harus Jaga Kualitas

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSelasa, 23 September 2025 15:03 WIB2 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. (Foto: bukamata.id/Rizal Fadillah)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus siswa yang mengalami keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik. Menanggapi hal ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh, khususnya pada pola penyajian makanan.

Hal itu disampaikan Dedi saat ditemui di UIN Bandung, Selasa (23/9/2025).

“Ini harus jadi bahan evaluasi. Mereka yang bertugas menyediakan makanan MBG harus bisa memperhitungkan jarak waktu antara jam dimasak dan jam dimakan. Jangan sampai masak terlalu sore atau malam. Kalau bisa, lebih baik agak mepet ke pagi agar nasi dan lauk yang disajikan masih dalam keadaan fresh,” tegas Dedi.

Dedi menyebut, pihaknya tidak langsung menerapkan moratorium atau penghentian sementara program MBG. Namun, ia memastikan evaluasi besar-besaran akan dilakukan dalam waktu dekat.

Baca Juga:  Didampingi Putrinya, Dedi Mulyadi Terekam Akrab dengan Perempuan Cantik: Siapa Dia?

“Minggu depan saya mengundang kepala MBG yang membidangi wilayah Jawa Barat untuk melakukan evaluasi secara paripurna, secara terbuka. Harapannya, kasus keracunan siswa tidak terulang lagi,” ujarnya.

Ketika disinggung soal potensi tindak pidana bagi penyelenggara yang terlibat, Dedi menyatakan masih akan membahas lebih lanjut bersama pihak terkait.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Pastikan Pemprov Jabar Bantu Anggaran PSU Tasikmalaya

“Kita akan segera mengundang untuk bicara bersama. Bagaimana penyelenggara yang makanannya menimbulkan keracunan bagi siswa, apakah bisa terus melanjutkan atau harus dievaluasi, nanti akan saya tanyakan langsung,” katanya.

Menurut Dedi, program MBG memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan gizi siswa. Namun, aspek teknis seperti kualitas bahan, kebersihan dapur, hingga waktu distribusi makanan tidak boleh diabaikan.

Baca Juga:  26.968 PPPK Paruh Waktu di Jabar Belum Terima Upah, Dedi Mulyadi Beri Penjelasan

“Ini soal anak-anak kita. Jangan sampai niat baik malah berujung pada masalah kesehatan. Perlu kehati-hatian, jangan hanya sebatas memenuhi target, tapi juga harus menjaga kualitas,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi evaluasi program Makan Bergizi Gratis kasus keracunan siswa MBG kualitas penyajian makanan MBG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Promo HUT Kota Sukabumi 2026 dari bank bjb, Kuliner dan Ngopi Jadi Lebih Hemat!

Program DPLK bank bjb Bertabur Hadiah 2026, Total Reward Capai Rp40 Juta

Rafael Situmorang Soroti Reformasi Kepolisian dan Perlindungan Kelompok Rentan

Ilustrasi korban meninggal.

Geger! Kerangka Manusia Ditemukan di Bawah Jembatan Dayeuhkolot

Modus Cinta Berujung Penipuan di Batujajar, Motor Dibawa Kabur Usai Diajak Belanja

Spionase di Tengah Gencatan Senjata: Iran Ringkus Kuartet Terduga Mata-mata Israel

Terpopuler
  • Link Video Diburu Netizen, Fakta di Balik Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbongkar
  • Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri, Fakta Asli dari Kebun Sawit hingga Dapur Terungkap
  • Update Kode Redeem FF 12 April 2026: Buruan Ambil Skin Titan & Emote Langka Hari Ini!
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Terbongkar! Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Ternyata Bukan Cerita Asli
  • Viral! Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Full Durasi No Sensor dari Kebun Sawit ke Dapur
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.