Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tabel Angsuran KUR BNI 2026 Plafon Rp100 Juta: Panduan Simulasi Cicilan Murah untuk Tambahan Modal UMKM

Sabtu, 4 Juli 2026 15:45 WIB

Tabel Angsuran KUR BRI 2026: Simulasi Cicilan Plafon Rp100 Juta Tanpa Jaminan untuk Modal Usaha

Sabtu, 4 Juli 2026 15:34 WIB

Bukan Cuma Uang! Ternyata Ini Alasan Kuat Sandy Walsh Mau Terima Kontrak 3 Tahun di Persib Bandung

Sabtu, 4 Juli 2026 13:47 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tabel Angsuran KUR BNI 2026 Plafon Rp100 Juta: Panduan Simulasi Cicilan Murah untuk Tambahan Modal UMKM
  • Tabel Angsuran KUR BRI 2026: Simulasi Cicilan Plafon Rp100 Juta Tanpa Jaminan untuk Modal Usaha
  • Bukan Cuma Uang! Ternyata Ini Alasan Kuat Sandy Walsh Mau Terima Kontrak 3 Tahun di Persib Bandung
  • Benarkah Persib ‘Hancurkan’ Karier Pemain Timnas? Menguliti Profil & Kredibilitas Arul El Pundit
  • Bagan Resmi 16 Besar Piala Dunia 2026: Peta Persaingan Fase Gugur Menuju Semifinal
  • Truk Rem Blong Picu Tabrakan Beruntun di Sukabumi, Sopir Sempat Terjepit Kabin Terguling
  • Jadwal Babak 16 Besar Piala Dunia 2026: Bentrokan Akbar Argentina vs Mesir di Atlanta
  • Sah! Lionel Messi Resmi Jadi Pemain Tersubur Sepanjang Sejarah Piala Dunia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 4 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Penertiban Warung Ciater, Pakar Ingatkan Dampak Ekonomi Warga

By Aga GustianaSenin, 11 Agustus 2025 11:27 WIB2 Mins Read
Warung ikonik di Ciater dibongkar
Warung ikonik di Ciater dibongkar. (Foto: tangkap layar Instagram @subang.info)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Rencana penertiban warung-warung di sepanjang Jalan Ciater, Subang, oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi, mendapat sorotan dari berabagai kalangan.

Pakar Kebijakan Publik dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono, menilai langkah penataan tersebut memiliki tujuan positif dari sisi estetika dan ketertiban kawasan. Menurutnya, penghilangan kesan kumuh di jalur wisata yang menghubungkan Kabupaten Bandung Barat dan Subang dapat meningkatkan citra daerah.

Namun, Kristian mengingatkan bahwa pembongkaran warung juga berpotensi menimbulkan dampak ekonomi yang signifikan bagi warga.

“Usaha membuka warung merupakan kegiatan ekonomi yang menghasilkan pendapatan. Jika warung-warung digusur, pemiliknya akan kehilangan sumber penghasilan. Pemerintah harus menyiapkan alternatif kegiatan ekonomi yang berkelanjutan,” jelasnya saat dihubungi bukamata.id, Senin (11/8/2025).

Baca Juga:  Bandung Raya Langganan Banjir, Dedi Mulyadi Siapkan Relokasi dan Bantuan Rp10 Juta per KK

Ia menegaskan, kebijakan ini memerlukan koordinasi sistemik yang melibatkan bukan hanya perangkat daerah yang mengurus penataan kawasan, tetapi juga instansi yang menangani pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Selain itu, Kristian menyarankan agar relokasi pedagang tidak sekadar memindahkan lokasi, tetapi mempertimbangkan tempat yang justru lebih menguntungkan secara ekonomi.

Baca Juga:  Spirit Bojong Kokosan Warnai Gelar Senja HUT ke-80 RI di Gasibu Bandung

“Relokasi harus benar-benar memberi peluang usaha yang lebih baik, bukan sekadar memindahkan masalah,” tambahnya.

Penertiban warung di Ciater sendiri menuai pro-kontra di masyarakat. Sejumlah warga dan warganet menilai warung tidak hanya menjadi sumber mata pencaharian, tetapi juga berfungsi sebagai tempat istirahat pengendara di jalur dengan medan ekstrem.

Pemprov Jawa Barat memastikan program penataan akan tetap berjalan, dengan skema relokasi dan pemberian kompensasi sebesar Rp10 juta untuk setiap pedagang yang terdampak.

Meski ada kompensasi, kebijakan ini memicu gelombang kritik di media sosial. Sejumlah netizen menilai warung-warung tersebut berperan besar dalam menjaga keamanan dan kenyamanan jalur, sekaligus menjadi sumber mata pencaharian warga.

Baca Juga:  Warga Jabar Serbu Samsat! Penghapusan Tunggakan Pajak Kendaraan Disambut Antusias

Komentar warganet di akun Instagram @subang.info mencerminkan kekhawatiran itu.

“Keinginan makan Indomie kuah sambil lihat pemandangan yang indah pupus lah sudah,” tulis seorang pengguna.

“Tanjakan Emen bakal gelap dan sepi. Kalau kendaraan mogok, sudah tidak ada tempat istirahat lagi,” ujar netizen lain.

Ada pula yang mengkhawatirkan meningkatnya pengangguran, kemiskinan, dan potensi kejahatan di jalur tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

dampak ekonomi Dedi Mulyadi kebijakan publik pakar Unpar penataan kawasan penertiban warung Ciater relokasi pedagang Subang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Truk Rem Blong Picu Tabrakan Beruntun di Sukabumi, Sopir Sempat Terjepit Kabin Terguling

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek BPNT Juli 2026 Lewat HP, Ini Tanda Bantuan Sudah Cair

Anak Diduga Hilang dari Katapang Ditemukan Meninggal di Jembatan BBS Bandung Barat

Om Zein saat menghadiri acara di Purwakarta.

Imbas Lagu Kontroversial ‘Lalaki Langit’, Bupati Purwakarta Diperiksa Intensif 8 Jam di Kemendagri

Pencabulan

Dugaan Kasus Rudapaksa di Sapan Bandung, Korban Masih Jalani Pemulihan Trauma

Wacana Provinsi Sunda Menguat, DPRD Jabar Sepakati Pembahasan Resmi

Terpopuler
  • Ini Link Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 untuk Pantau Jadwal dan Skema Pertandingan
  • Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?
  • Jangan Asal Klik! Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral, Begini Fakta dan Bahaya Link Palsunya
  • Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Viral! Ini Isi Lagu Om Zein yang Tuai Polemik
  • Swatt Lasagna Viral! Kue Premium Bandung Ini Ternyata Langganan Para Artis Top
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.