Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Foto Menteri ESDM Bahlil Lahadalia diwawancara wartawan.

Rupiah dan Minyak Dunia Tertekan, Bahlil Beri Sinyal Hijau: Anggaran Subsidi BBM Tetap Aman

Selasa, 19 Mei 2026 22:47 WIB

Link Video Viral TKW Taiwan 3 vs 1 yang Bikin Penasaran Hingga Banyak Ramai Diburu Netizen

Selasa, 19 Mei 2026 22:16 WIB
ilustrasi bansos

Kabar Gembira! Pencairan Bansos 2026 Dipercepat, Cek Jadwal Terbarunya

Selasa, 19 Mei 2026 21:57 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Rupiah dan Minyak Dunia Tertekan, Bahlil Beri Sinyal Hijau: Anggaran Subsidi BBM Tetap Aman
  • Link Video Viral TKW Taiwan 3 vs 1 yang Bikin Penasaran Hingga Banyak Ramai Diburu Netizen
  • Kabar Gembira! Pencairan Bansos 2026 Dipercepat, Cek Jadwal Terbarunya
  • Laga Terakhir Super League 2026: Persib Ditinggal Marc Klok, Ini Kondisi Tim
  • Geger! Video ‘Guru Bahasa Inggris vs Murid’ Viral, Warganet Temukan Kejanggalan
  • Link Video Viral “TKW Taiwan 3 Vs 1” Diincar Netizen, Waspada Jebakan Siber!
  • Menuju Tangga Juara, Manajemen Persib Akhirnya Buka-bukaan Soal Masa Depan Bojan Hodak
  • Ambisi Juara Ternoda, Persib Bandung Terpaksa ‘Bakar Uang’ Rp5 Miliar Akibat Sanksi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 19 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Penertiban Warung Ciater, Pakar Ingatkan Dampak Ekonomi Warga

By Aga GustianaSenin, 11 Agustus 2025 11:27 WIB2 Mins Read
Warung ikonik di Ciater dibongkar
Warung ikonik di Ciater dibongkar. (Foto: tangkap layar Instagram @subang.info)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Rencana penertiban warung-warung di sepanjang Jalan Ciater, Subang, oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi, mendapat sorotan dari berabagai kalangan.

Pakar Kebijakan Publik dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono, menilai langkah penataan tersebut memiliki tujuan positif dari sisi estetika dan ketertiban kawasan. Menurutnya, penghilangan kesan kumuh di jalur wisata yang menghubungkan Kabupaten Bandung Barat dan Subang dapat meningkatkan citra daerah.

Namun, Kristian mengingatkan bahwa pembongkaran warung juga berpotensi menimbulkan dampak ekonomi yang signifikan bagi warga.

“Usaha membuka warung merupakan kegiatan ekonomi yang menghasilkan pendapatan. Jika warung-warung digusur, pemiliknya akan kehilangan sumber penghasilan. Pemerintah harus menyiapkan alternatif kegiatan ekonomi yang berkelanjutan,” jelasnya saat dihubungi bukamata.id, Senin (11/8/2025).

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala SMAN 1 Cianjur Usai Berangkatkan Siswa Study Tour

Ia menegaskan, kebijakan ini memerlukan koordinasi sistemik yang melibatkan bukan hanya perangkat daerah yang mengurus penataan kawasan, tetapi juga instansi yang menangani pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Selain itu, Kristian menyarankan agar relokasi pedagang tidak sekadar memindahkan lokasi, tetapi mempertimbangkan tempat yang justru lebih menguntungkan secara ekonomi.

Baca Juga:  Cegah Guru Dipidana, Dedi Mulyadi Wajibkan Orang Tua Bikin Surat Pernyataan

“Relokasi harus benar-benar memberi peluang usaha yang lebih baik, bukan sekadar memindahkan masalah,” tambahnya.

Penertiban warung di Ciater sendiri menuai pro-kontra di masyarakat. Sejumlah warga dan warganet menilai warung tidak hanya menjadi sumber mata pencaharian, tetapi juga berfungsi sebagai tempat istirahat pengendara di jalur dengan medan ekstrem.

Pemprov Jawa Barat memastikan program penataan akan tetap berjalan, dengan skema relokasi dan pemberian kompensasi sebesar Rp10 juta untuk setiap pedagang yang terdampak.

Meski ada kompensasi, kebijakan ini memicu gelombang kritik di media sosial. Sejumlah netizen menilai warung-warung tersebut berperan besar dalam menjaga keamanan dan kenyamanan jalur, sekaligus menjadi sumber mata pencaharian warga.

Baca Juga:  Pangkas Anggaran Media Massa, Dedi Mulyadi Andalkan Kekuatan Emak-Emak TikTok

Komentar warganet di akun Instagram @subang.info mencerminkan kekhawatiran itu.

“Keinginan makan Indomie kuah sambil lihat pemandangan yang indah pupus lah sudah,” tulis seorang pengguna.

“Tanjakan Emen bakal gelap dan sepi. Kalau kendaraan mogok, sudah tidak ada tempat istirahat lagi,” ujar netizen lain.

Ada pula yang mengkhawatirkan meningkatnya pengangguran, kemiskinan, dan potensi kejahatan di jalur tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

dampak ekonomi Dedi Mulyadi kebijakan publik pakar Unpar penataan kawasan penertiban warung Ciater relokasi pedagang Subang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Foto Menteri ESDM Bahlil Lahadalia diwawancara wartawan.

Rupiah dan Minyak Dunia Tertekan, Bahlil Beri Sinyal Hijau: Anggaran Subsidi BBM Tetap Aman

ilustrasi bansos

Kabar Gembira! Pencairan Bansos 2026 Dipercepat, Cek Jadwal Terbarunya

Kisah Kartika: Kuliah Kelar, Toga Terpasang, Tapi Kondisi Ayahnya Saat Ditelepon Bikin Semua Orang Terdiam

Penangkapan Jurnalis WNI Asal Bandung di Misi Kemanusiaan Gaza Tuai Kecaman

Bisnis Kios Kripto Hancur Lebur, Raksasa ATM Bitcoin Global Resmi Nyatakan Bangkrut!

Geger Video Lorong RSUD Palabuhanratu: Niatnya Bikin Vlog Malah Diikuti Bocah Misterius

Terpopuler
  • Link Asli Video Viral? Guru Vs Murid Durasi 6 Menit Bikin Penasaran Publik
  • Dicari Link Full 6 Menit, Video Guru Bahasa Inggris Ini Justru Bikin Publik Curiga
  • Video 6 Menit Guru Bahasa Inggris Viral di TikTok dan X, Ternyata Banyak Kejanggalan
  • Link Video Viral Tukang Cilok, Konten Prank Bikin Penasaran!
  • Link Video Viral Skandal Guru Bahasa Inggris vs Murid, Benarkah Ada Kelanjutannya?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.