bukamata.id – Di Desa Babakan Raden, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, berdiri SDN Tegal Benteng—sebuah sekolah dasar yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak belajar. Namun kenyataannya, gedung sekolah ini jauh dari kata aman. Atapnya banyak yang roboh, meninggalkan rangka baja terbuka. Dinding mulai retak, cat kusam mengelupas, tiang penyangga miring seakan menunggu waktu untuk runtuh.
Seorang guru memperlihatkan kondisi ruang kelas yang mengkhawatirkan dalam video yang diunggah akun Instagram @rka.maulana. Beberapa jendela tak lagi memiliki kaca, pintu hilang, dan lantai ruang kelas hanya menyisakan debu karena keramik terkelupas.
Ruang Belajar Layaknya Bangunan Terbengkalai
“Di sini nggak ada kacanya, boro-boro kacanya. Pintunya juga nggak ada Pak Dedi,” ujar salah seorang guru, menuding ke kondisi kelas yang nyaris tak layak pakai.
Meja dan kursi memang masih tersedia, namun berada di ruangan yang lebih mirip bangunan terbengkalai daripada tempat menimba ilmu. “Iya, ini lantainya tinggal debu-debu doang. Keramiknya udah pada nggak ada. Hampir semua kelas tidak layak dipakai. Tuh atapnya juga sudah pada roboh, tinggal besi-besinya doang, Pak,” tambah guru lain dengan nada cemas.
Seruan Darurat ke Gubernur
Kondisi ini membuat para guru nekat menyampaikan keluhannya langsung kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. “Pak Dedi, gimana ini sekolahan saya di SDN Tegal Benteng, Desa Babakan Raden, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor. Coba lihat bangunannya tidak layak, khawatir anak-anak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Belajar dengan penuh ketakutan, takut tiba-tiba bangunan roboh,” ucap seorang guru dalam video tersebut.
Walau secara administratif, SD berada di bawah kewenangan Pemkab Bogor, para guru berharap perhatian Gubernur dapat mendorong perbaikan cepat. Mereka menekankan, keselamatan siswa lebih penting daripada sekadar menunggu birokrasi berjalan.
Harapan di Tengah Kekhawatiran
Di tengah debu dan reruntuhan, harapan sederhana tetap ada: agar anak-anak bisa belajar dengan tenang, tanpa rasa takut bangunan roboh di atas kepala mereka. Para guru menegaskan, perbaikan sekolah bukan hanya soal fasilitas, tapi soal masa depan anak-anak yang menuntut ilmu di SDN Tegal Benteng.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










