Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Jangan Termakan Jadwal Cair Palsu, Begini Cara Benar Cek PKH dan BPNT November 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 06:00 WIB

Bosan ke Tempat yang Itu-itu Saja? Coba 5 Wisata Bogor Anti-Mainstream Ini

Kamis, 29 Oktober 2026 03:00 WIB

Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Kamis, 29 Oktober 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Termakan Jadwal Cair Palsu, Begini Cara Benar Cek PKH dan BPNT November 2026
  • Bosan ke Tempat yang Itu-itu Saja? Coba 5 Wisata Bogor Anti-Mainstream Ini
  • Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya
  • Kolaborasi Fiersa Besari dan Arei Hadirkan Cerita di Balik Ekspedisi Gunung Elbrus
  • Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Persib Semakin Kokoh di Puncak Grup E ACL Two
  • Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029
  • Hanya Pakaian Tertinggal di Tepi Sungai, Lansia Sumedang Ditemukan Meninggal di Cimanuk
  • Demo BEM se-Tasikmalaya Ricuh, Pagar DPRD Dijebol hingga Diseret ke Tengah Jalan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 29 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi Dikritik: Sibuk Ngonten, Minim Kebijakan Nyata

By Aga GustianaSelasa, 8 April 2025 19:22 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Foto: Biro Adpim Jabar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Mantan Ketua DPRD Jawa Barat, Eka Santosa, melontarkan kritik tajam terhadap gaya kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Menurutnya, pendekatan yang diambil Dedi lebih banyak berfokus pada pencitraan di media sosial ketimbang menghadirkan kebijakan yang konkret dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam pernyataannya pada Selasa (8/4/2025), Eka membandingkan gaya kepemimpinan Dedi dengan para gubernur Jawa Barat terdahulu yang dikenal memiliki integritas, visi kebangsaan, serta komitmen terhadap kepentingan rakyat.

“Saya mengenal banyak Gubernur Jabar, dari era awal kemerdekaan sampai sekarang. Mereka punya karakter kuat dan kebijakan yang membumi,” ujar Eka, yang juga Ketua LSM Gerakan Hejo.

Ia menyebut nama-nama besar seperti Mohamad Sanusi Hardjadinata, Letjen Purn H. Mashudi, Solihin GP, hingga Aang Kunaefi sebagai sosok teladan dalam kepemimpinan. Mereka, kata Eka, bukan hanya cerdas dan tegas, tapi juga membangun Jawa Barat dengan fondasi intelektual dan kepedulian sosial.

Baca Juga:  Sukses Gelar Debat Pertama Pilgub Jabar, KPU Bakal Evaluasi Soal Teknis

Eka memuji berbagai program dari para gubernur sebelumnya, seperti “Rak Gan Tang” oleh Solihin GP yang menggerakkan penghijauan, hingga “DAKABALAREA” milik Nana Nuriana saat krisis moneter yang fokus pada ketahanan pangan dan pendidikan untuk anak-anak.

Bahkan di era Ridwan Kamil, Eka menilai kepemimpinan masih memiliki nilai intelektual, meskipun ia mengkritik keberadaan tim akselerasi yang dianggap menimbulkan masalah seperti kasus di Bank BJB.

Baca Juga:  7 Kuliner Khas Tasikmalaya yang Wajib Dicoba: Autentik, Sederhana, dan Bikin Ketagihan

Namun semua itu, menurut Eka, sangat berbeda dengan gaya Dedi Mulyadi yang dinilainya terlalu berorientasi pada media sosial.

Eka secara khusus menyoroti tindakan Dedi Mulyadi yang kerap menegur pejabat lain melalui TikTok atau media sosial lainnya. Salah satu contohnya adalah teguran kepada Bupati Indramayu, Lucky Hakim, yang disampaikan secara terbuka di TikTok terkait urusan ke luar negeri.

“Harusnya komunikasi dibangun secara kepemimpinan, bukan konten. Kalau bisa ditelepon, kenapa harus viral?” kritiknya.

Ia juga menyinggung aksi bersih-bersih sungai yang dilakukan Dedi. “Kesan yang muncul malah seperti pencitraan. Padahal sebagai gubernur, tugas utama adalah membuat regulasi agar pengelolaan sampah lebih baik secara sistematis,” tambah Eka.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi: Kemajuan Jabar Berawal dari Bahasa, Kuliner, Fashion, dan Seni Tradisi

Lebih lanjut, Eka menantang Dedi untuk membuktikan ketegasannya dalam kasus pelanggaran lingkungan oleh BUMD Jaswita, pasca penyegelan tempat wisata yang dikelola perusahaan tersebut.

“Jaswita itu di bawah Pemprov. Kalau melanggar lingkungan, berani tidak Dedi Mulyadi mengevaluasi? Kalau perlu, ganti direkturnya atau bubarkan sekalian,” pungkasnya.

Eka berharap Dedi Mulyadi mampu beralih dari pendekatan populis berbasis konten menuju kebijakan konkret yang berpihak pada rakyat dan lingkungan hidup di Jawa Barat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi DPRD gubernur HL jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Jangan Termakan Jadwal Cair Palsu, Begini Cara Benar Cek PKH dan BPNT November 2026

Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029

Hanya Pakaian Tertinggal di Tepi Sungai, Lansia Sumedang Ditemukan Meninggal di Cimanuk

Demo BEM se-Tasikmalaya Ricuh, Pagar DPRD Dijebol hingga Diseret ke Tengah Jalan

Empat Kali Lolos dalam Dua Bulan, Kurir Sabu di Bandung Barat Akhirnya Tertangkap

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.