Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Masuk Grup Neraka tapi Belum Aman: Mengapa Persib Masih Harus Lewati Kualifikasi ACL Two?

Rabu, 19 Agustus 2026 11:00 WIB
gempa

Ribuan Gempa Susulan Masih Guncang Flores, Korban Jiwa Tembus 70 Orang

Rabu, 19 Agustus 2026 10:40 WIB
penyaluran bansos PKH dan BPNT 2025 di kantor pos

Desil Bansos Tak Sesuai Kenyataan? Ini Cara Mudah Mengubahnya Pakai HP dan Persyaratannya

Rabu, 19 Agustus 2026 10:16 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Masuk Grup Neraka tapi Belum Aman: Mengapa Persib Masih Harus Lewati Kualifikasi ACL Two?
  • Ribuan Gempa Susulan Masih Guncang Flores, Korban Jiwa Tembus 70 Orang
  • Desil Bansos Tak Sesuai Kenyataan? Ini Cara Mudah Mengubahnya Pakai HP dan Persyaratannya
  • Dedi Mulyadi Beberkan PR Jabar di Usia 81 Tahun, dari Lapangan Kerja hingga Lingkungan
  • Bandung Kembali Digoyang Gempa Pagi Ini, BMKG Ungkap Pemicunya
  • Umur 86 Bikin Shock! Rahasia Dewi Soekarno, Istri Keenam Soekarno Tetap Awet Muda Saat Hadir di Istana Merdeka
  • Dinilai Kurang Empati, Ucapan Dedi Mulyadi ke Maba Unpad Keisha Soal ‘Tak Bisa Pilih Nasib’ Tuai Kritik
  • Banjir Hadiah! Buruan Klaim Kode Redeem FF 19 Agustus 2026 Sebelum Kehabisan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 19 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Persib

Masuk Grup Neraka tapi Belum Aman: Mengapa Persib Masih Harus Lewati Kualifikasi ACL Two?

By Aga GustianaRabu, 19 Agustus 2026 11:00 WIB3 Mins Read
Pemain Persib. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Nasib unik sekaligus menegangkan tengah dialami kampiun Super League 2025/2026, Persib Bandung. Kendati undian (drawing) fase grup AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027 telah menetapkan Maung Bandung berada di Grup E Zona Timur bersama raksasa Korea Selatan FC Seoul, Melbourne Victory (Australia), dan The Cong-Viettel (Vietnam), tiket tersebut ternyata belum sepenuhnya berada di genggaman.

Pangeran Biru diwajibkan melewati satu rintangan krusial: laga play-off hidup-mati kontra utusan Filipina, Manila Digger, pada 31 Agustus 2026 mendatang.

Muncul pertanyaan di kalangan pencinta sepak bola nasional, mengapa sang juara bertahan liga domestik tak bisa langsung melenggang mulus ke putaran utama?

Biang Kerok di Balik Jalur Play-off Persib

Alasan utama Persib tidak mengantongi tiket otomatis ke fase grup bersumber dari koefisien liga dan pemeringkatan kompetisi klub AFC.

Otoritas tertinggi sepak bola Asia tersebut membagikan jatah tiket berdasarkan rekam jejak performa klub suatu negara dalam beberapa musim terakhir. Khusus untuk alokasi musim 2026/2027, tolok ukur yang dipakai adalah kalkulasi poin dari edisi 2024/2025.

Dalam daftar pemeringkatan tersebut, Indonesia berada di posisi ke-26 secara keseluruhan dengan torehan 18,653 poin. Jika dipersempit ke kawasan Timur Asia, posisi Indonesia tertahan di urutan ke-11.

Lantaran bertengger di peringkat ke-11 kawasan Timur, Indonesia belum berhak mendapatkan slot langsung (direct slot) ke fase grup ACL Two. Jatah istimewa tersebut diborong oleh negara-negara dengan peringkat asosiasi yang lebih tinggi.

Walhasil, Indonesia hanya diberi satu jatah melalui jalur kualifikasi (preliminary/play-off). Berhubung Persib memenangi Super League, merekalah yang berhak memanfaatkan slot kualifikasi milik Indonesia tersebut. Filipina—yang berada satu tingkat di bawah Indonesia—mengalami nasib serupa, sehingga wakil kedua negara harus saling jegal.

Menatap Deja Vu Musim Lalu di GBLA

Laga penentuan ini bak siaran ulang dari musim terdahulu. Persib dan Manila Digger sebelumnya sempat beradu sikut pada fase play-off ACL Two 2025/2026. Kala itu, Maung Bandung sukses membungkam wakil Filipina tersebut dengan skor tipis 2-1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Kali ini, skenario serupa kembali terulang. Pertandingan bakal kembali digelar di Stadion GBLA pada 31 Agustus 2026. Bedanya, ketiadaan gemuruh bobotoh di tribune bakal terasa, mengingat Pangeran Biru harus menjalani hukuman sanksi tanpa penonton dari AFC akibat pelanggaran suporter di musim sebelumnya.

Dua Takdir Berbeda: Lolos Grup Neraka atau Turun Kasta?

Laga sengit ini bukan sekadar urusan gengsi, melainkan penentu level panggung Asia yang bakal diarungi armada Bandung musim ini. Ada dua skenario yang akan dihadapi Persib berdasarkan hasil akhir pertandingan:

  • Jika Persib Menang: Ciro Alves dan kawan-kawan berhak melangkah resmi ke Grup E ACL Two (kompetisi kasta kedua AFC) untuk menantang FC Seoul, Melbourne Victory, dan The Cong-Viettel.
  • Jika Persib Tergelincir: Perjalanan internasional Persib tidak langsung terhenti. Mereka akan “turun kasta” dan terlempar ke fase grup AFC Challenge League (kompetisi kasta ketiga AFC).

Sebagai pembanding, runner-up Super League 2025/2026 justru langsung mengamankan tempat di putaran grup AFC Challenge League tanpa perlu melakoni play-off. Namun dari segi gengsi dan level persaingan, ACL Two tetap jauh lebih tinggi ketimbang AFC Challenge League.

Kini, seluruh persiapan dimaksimalkan oleh tim pelatih. Laga tunggal pada akhir Agustus nanti bakal menjadi penghakiman, apakah Sang Maung mampu kembali menembus panggung elite Asia atau harus puas bertarung di level ketiga.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ACL Two Manila Digger Persib Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Drama 5 Gol di Bali! Persib Tundukkan Bali United 3-2, Gelar Juara Akhirnya Dibawa Pulang

Tak Bikin Pusing Hasil Drawing, Persib Bandung Prioritaskan Laga Play-off di GBLA

Bobotoh Wajib Tahu! Ini 12 Spot Nobar Persib vs Bali United Paling Seru di Bandung Malam Ini

Prediksi Susunan Pemain Persib vs Bali United: Tolic Siap Rotasi, Penggawa Timnas Turun Gunung?

Bukan Takut Tergeser, Luka Menalo Malah Bahagia! Mariano Peralta Jadi Pesaing Baru di Persib

Persib Bandung Kelebihan Pemain Asing Jelang Super League, Igor Tolic Tegaskan Hal Ini

Terpopuler
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • BPRS HIK Parahyangan Akui Hadapi Penyesuaian Likuiditas, Dana Deposito Tetap Jadi Kewajiban
  • Kode Redeem ML 14 Agustus 2026 Terbaru, Ada Diamond dan Skin Gratis Hari Ini
  • Menembus Angka 75,90: Menguji Rekor IPM Jawa Barat di Tengah Bayang Ketimpangan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.