bukamata.id – Jadwal neraka membayangi langkah Persib Bandung sepanjang Oktober 2026. Skuad berjuluk Maung Bandung ini dihadapkan pada agenda super padat dengan melakoni total tujuh pertandingan hanya dalam kurun waktu 21 hari saja. Tak tanggung-tanggung, gelombang laga tersebut terbagi ke dalam tiga ajang berbeda sekaligus: kancah domestik Liga 1 serta panggung internasional Asia melalui AFC Champions League Two dan ASEAN Club Championship.
Maraton pertandingan ini resmi dimulai pada 8 Oktober 2026, di mana skuad Pangeran Biru harus terbang ke Thailand untuk meladeni perlawanan Port FC. Belum sempat memulihkan tenaga secara optimal, ujian berat langsung menanti di tanah air tiga hari berselang menghadapi Dewa United di kompetisi Liga 1.
Belum cukup sampai di situ, tensi tinggi kembali tersaji pada pertengahan bulan. Persib dijadwalkan menjamu wakil Vietnam, The Cong-Viettel FC, pada 14 Oktober, sebelum kembali berduel melawan Persik Kediri pada 18 Oktober.
Puncak kelelahan fisik diprediksi terjadi pada pekan terakhir Oktober. Dalam rentang waktu yang sangat sempit yakni hanya enam hari saja, Maung Bandung harus melahap tiga laga beruntun: bersua Madura United pada 22 Oktober, menghadapi Garudayaksa FC pada 25 Oktober, dan ditutup dengan lawatan berat kontra klub raksasa Australia, Melbourne Victory, pada 28 Oktober 2026.
Menanggapi jadwal ekstrem ini, rekrutan anyar Persib, Luka Menalo, buka suara. Gelandang serang berpaspor Bosnia-Herzegovina ini paham betul bahwa mengandalkan sebelas pemain inti saja adalah sebuah misi yang hampir mustahil dituntaskan. Oleh karena itu, kedalaman skuad akan menjadi senjata utama tim kepelatihan.
“Kami membutuhkan semua pemain karena akan ada banyak pertandingan dan banyak menit bermain untuk semua pemain. Saya pikir hal yang sama juga akan terjadi pada November dan Desember, dengan banyak, banyak pertandingan,” ujar Luka, Sabtu (3/10/2026).
Pemain anyar tersebut menambahkan, minimnya waktu pemulihan antar-laga menuntut setiap pilar di dalam tim untuk selalu siap siaga kapan pun pelatih memberikan instruksi turun ke lapangan. Rotasi besar-besaran dipastikan bakal menjadi pemandangan lumrah demi menjaga kebugaran fisik penggawa Maung Bandung agar tidak bertumbangan di tengah jalan.
Kendati mengakui bahwa kalender kompetisi bulan ini terasa begitu melelahkan dan di luar batas kewajaran normal, pesepak bola berusia matang itu tetap memandangnya dari sudut pandang positif sebagai bagian dari risiko dunia profesional yang digelutinya bersama rekan-rekan setim.
“Ini gila, tetapi itulah profesi kami. Itulah yang kami lakukan, itulah yang kami dibayar untuk melakukannya, dan kami menikmatinya,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









