Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Karena Lemah, Ini Alasan Strategis Kenapa Thailand Sengaja Lepas Kemenangan Lawan Filipina

Sabtu, 3 Oktober 2026 20:29 WIB

Jalur Penghubung Kawali-Sukadana Ciamis Lumpuh Total Usai Tebing Longsor 100 Meter, Irigasi Ikut Jebol

Sabtu, 3 Oktober 2026 20:21 WIB

Kasus Tidak Unsur Pidana? Begini Akhir Tragis Dugaan Pungli Alkid Jogja yang Bikin Netizen Geram!

Sabtu, 3 Oktober 2026 18:12 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Karena Lemah, Ini Alasan Strategis Kenapa Thailand Sengaja Lepas Kemenangan Lawan Filipina
  • Jalur Penghubung Kawali-Sukadana Ciamis Lumpuh Total Usai Tebing Longsor 100 Meter, Irigasi Ikut Jebol
  • Kasus Tidak Unsur Pidana? Begini Akhir Tragis Dugaan Pungli Alkid Jogja yang Bikin Netizen Geram!
  • Ujian Kedalaman Skuad Persib di Oktober 2026: 7 Laga Padat Bikin Maung Bandung Wajib Rotasi Total
  • Diabaikan Negara Sendiri? Viral Cerita Atlet Indonesia Peraih 60 Medali Hasil Dukungan Sponsor Luar Negeri
  • Pemerintah Siapkan BSU 2026 Sebesar Rp900 Ribu, Cek Jadwal Pencairan dan Syarat Penerimanya
  • Profil Irjen Hengki: Dari Jajaran Reserse hingga Resmi Menakhodai Polda Jawa Barat
  • Bikin Geregetan! Sosok Aedan Scipio, Pesepakbola Berambut Nyaris 2 Meter yang Guncang Dunia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 3 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Bukan Karena Lemah, Ini Alasan Strategis Kenapa Thailand Sengaja Lepas Kemenangan Lawan Filipina

By Aga GustianaSabtu, 3 Oktober 2026 20:29 WIB3 Mins Read
Pelatih Thailand, Anthony Hudson. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ada pemandangan kontras yang tersaji pada partai pamungkas Grup B FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jumat (3/10/2026). Tim nasional Thailand secara mengejutkan tumbang di tangan Filipina dengan skor tipis 1-2. Kendati menelan kekalahan, skuad berjuluk Gajah Perang tetap melenggang mulus tanpa hambatan menuju partai puncak turnamen sepak bola paling bergengsi di Asia Tenggara ini.

Dalam duel tersebut, dua gol kemenangan kubu The Azkals diborong sempurna oleh penyerang tajam mereka, Bjorn Kristiansen. Sementara itu, Thailand hanya mampu memperkecil kedudukan melalui aksi Iklhas Sanron.

Meski kehilangan tiga poin di laga pamungkas, posisi Thailand di singgasana klasemen akhir Grup B sama sekali tidak tergoyahkan. Keberhasilan mereka lolos ke final dikapitalisasi dari kemenangan krusial 2-0 atas Vietnam pada pertandingan fase grup sebelumnya.

Pasukan besutan Anthony Hudson itu akhirnya mengunci status sebagai juara grup lewat koleksi enam poin. Mereka unggul secara keunggulan head-to-head atas Vietnam yang harus puas finis di peringkat kedua.

Baca Juga:  Skuad Timnas Indonesia Berubah! Dony Tri dan Yakob Sayuri Dicoret, 2 Nama Baru Masuk

Bongkar Pasang Skuad: Sengaja “Parkir” Pilar Utama

Usut punya usut, kekalahan tipis dari Filipina ternyata bukanlah sebuah kecelakaan murni di lapangan, melainkan bagian dari grand design taktik sang pelatih kepala. Anthony Hudson secara terang-terangan mengambil resiko besar dengan melakukan rotasi massal. Juru taktik asal Inggris itu sengaja mencadangkan sembilan pemain inti yang sebelumnya tampil beringas saat menghantam Vietnam.

Baca Juga:  Persib Kirim 2 Pemain ke Timnas, 4 Nama Ini Terpental dari Garuda Calling

Langkah radikal ini diambil semata-mata demi melindungi kondisi fisik dan menjaga kebugaran para pemain puncaknya agar siap seratus persen menghadapi laga final yang sesungguhnya.

“Kami memutuskan untuk mengistirahatkan sekitar 5 hingga 7 pemain pada pertandingan ini, demi memastikan skuad dalam kondisi bugar dan siap untuk laga final; ini situasi yang sangat positif bagi kami,” ujar Hudson dikutip dari Instagram Timnas Thailand.

Hudson menambahkan bahwa eksperimen besar-besaran tersebut memang sengaja dikalkulasikan dengan matang. Jika seandainya laga kontra Filipina merupakan pertandingan hidup-mati atau “wajib menang” untuk lolos, tentu pendekatan strateginya akan jauh berbeda total.

“Kami melakukan sekitar 8 atau 9 perubahan pada susunan pemain dibandingkan pertandingan sebelumnya. Alasan melakukan rotasi pemain sebanyak itu adalah, seperti yang saya sebutkan, untuk memastikan para pemain yang rencananya akan jadi pilihan utama berada dalam kondisi sebugar mungkin. Jika pertandingan ini merupakan laga ‘wajib menang’ untuk bisa lolos, tantangannya akan sangat berbeda-namun justru itulah alasan kami memilih untuk mengistirahatkan para pemain tersebut,” jelasnya.

Baca Juga:  Dua Bintang Persib Merapat ke Timnas Indonesia, Igor Tolic Beri Pesan Khusus

Dengan strategi “mengorbankan” rekor sempurna di fase grup ini, Thailand kini bisa bernapas lega. Skuad utama Gajah Perang memiliki waktu istirahat yang jauh lebih panjang dan berada dalam kondisi fisik paling prima untuk menatap panggung perebutan trofi juara ASEAN Cup 2026.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

FIFA ASEAN Cup 2026 Filipina Thailand
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Diabaikan Negara Sendiri? Viral Cerita Atlet Indonesia Peraih 60 Medali Hasil Dukungan Sponsor Luar Negeri

Bikin Geregetan! Sosok Aedan Scipio, Pesepakbola Berambut Nyaris 2 Meter yang Guncang Dunia

Bukan Kebetulan! John Herdman Ungkap Rahasia Timnas Indonesia Hancurkan Bangladesh 9-2

Kantor FAM Malaysia.

FAM Layangkan Protes Resmi ke FIFA Terkait Lonjakan Injury Time Laga Indonesia vs Bangladesh

Bukan Shin Tae-yong, Justin Hubner Sebut John Herdman Bisa Bawa Garuda Naik Level

Pemain Malaysia Menangis di Lapangan: Pesta Setengah Lusin Gol Dihancurkan Amukan 9 Gol Indonesia

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.