bukamata.id – Merayakan hari jadi yang ke-385, Pemerintah Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya untuk melakukan transformasi besar-besaran. Bupati Bandung, Dadang Supriatna (KDS), mengungkapkan bahwa ego sektoral antarwilayah di Bandung Raya harus segera diakhiri demi menyelesaikan masalah klasik yang menghantui warga, mulai dari kemacetan parah hingga banjir yang tak kunjung usai.
Dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung, Senin (20/4/2026), KDS menyebut bahwa persoalan sampah dan tata ruang adalah masalah bersama yang memerlukan keterlibatan aktif Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Persoalan banjir, kemacetan, sampah, dan tata ruang ini harus diselesaikan bersama. Kami siap berkolaborasi, termasuk menyiapkan dukungan anggaran,” tegas KDS di hadapan para pemangku kepentingan.
Ekonomi Tumbuh Pesat, Fokus pada Kemiskinan Ekstrem
Di bawah kepemimpinan KDS, Kabupaten Bandung mencatatkan pemulihan ekonomi yang impresif. Jika pada 2021 pertumbuhan ekonomi sempat terpuruk di angka minus 7,5 persen, kini pada 2025 melonjak hingga 6,38 persen. Sektor pariwisata, UMKM, dan pertanian menjadi mesin penggerak utama.
Namun, KDS tidak menampik adanya tantangan sosial di wilayah seperti Pangalengan dan Pacira, di mana angka kemiskinan ekstrem masih ditemukan di kalangan pensiunan. Program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) serta beasiswa BESTI terus digeber untuk memperkuat kualitas SDM di masa depan.
Dedi Mulyadi: Kembalikan Bandung Sebagai “Peradaban Air”
Hadir dalam acara tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) memberikan catatan kritis sekaligus solutif terkait tata ruang. Menurutnya, akar masalah banjir di Bandung adalah beralihfungsinya lahan serapan menjadi kawasan pemukiman.
“Kita harus benahi tata ruang. Jangan bangun bangunan di kawasan rawa atau sawah. Ini menjadi akar persoalan banjir yang terus berulang,” ujar KDM dengan nada lugas.
KDM menawarkan konsep “Rumah Panggung Estetik” sebagai solusi ekonomi bagi petani di Bandung Selatan. Alih-alih hanya merenovasi rumah, ia ingin hunian petani teh diubah menjadi aset pariwisata.
“Kita akan bantu renovasi rutilahu para petani teh agar menjadi rumah panggung estetik yang didalamnya ada empat kamar, dua kamar untuk dia dan keluarganya, dua kamar lagi jadi homestay supaya mereka dapat penghasilan tambahan dari sana,” jelas KDM.
Menuju Bandung Selatan yang Lebih Hijau
Sinergi antara Pemkab Bandung dan Pemprov Jabar ke depan akan difokuskan pada penghijauan masif di kawasan pegunungan. Penanaman tanaman keras seperti teh dan kopi tidak hanya bertujuan untuk menahan air (konservasi), tetapi juga dirancang untuk meningkatkan taraf hidup petani melalui insentif dan pemberdayaan ekonomi kreatif.
Dengan semangat kolaborasi yang kuat di usia ke-385 ini, Bandung Raya diharapkan tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi satu kesatuan ekosistem pembangunan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










