Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Klaim Kode Redeem FF 30 Juli 2026: Deretan Hadiah Eksklusif Tanpa Top Up

Kamis, 30 Juli 2026 01:00 WIB

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Rabu, 29 Juli 2026 19:39 WIB

Belum Debut Tapi Sudah Jatuh Hati, Mariano Peralta Ungkap Pengalaman Pertama Bersama Persib

Rabu, 29 Juli 2026 19:11 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Klaim Kode Redeem FF 30 Juli 2026: Deretan Hadiah Eksklusif Tanpa Top Up
  • Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang
  • Belum Debut Tapi Sudah Jatuh Hati, Mariano Peralta Ungkap Pengalaman Pertama Bersama Persib
  • Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat
  • Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat
  • Garuda Siap Tempur! Indonesia Dapat Grup Panas Hadapi Malaysia hingga India di FIFA ASEAN Cup 2026
  • Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan
  • Update Penyaluran BLT Kesra Rp900.000 Juli 2026: Status Terbaru dan Klarifikasi Pemerintah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Atasi Macet dan Banjir Bandung Raya, Bupati Dadang Supriatna Ajak Kota Tetangga Buang Ego Sektoral

By Aga GustianaSenin, 20 April 2026 21:07 WIB3 Mins Read
Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung. (Foto: dok Pemkab Bandung)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Merayakan hari jadi yang ke-385, Pemerintah Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya untuk melakukan transformasi besar-besaran. Bupati Bandung, Dadang Supriatna (KDS), mengungkapkan bahwa ego sektoral antarwilayah di Bandung Raya harus segera diakhiri demi menyelesaikan masalah klasik yang menghantui warga, mulai dari kemacetan parah hingga banjir yang tak kunjung usai.

Dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung, Senin (20/4/2026), KDS menyebut bahwa persoalan sampah dan tata ruang adalah masalah bersama yang memerlukan keterlibatan aktif Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Persoalan banjir, kemacetan, sampah, dan tata ruang ini harus diselesaikan bersama. Kami siap berkolaborasi, termasuk menyiapkan dukungan anggaran,” tegas KDS di hadapan para pemangku kepentingan.

Ekonomi Tumbuh Pesat, Fokus pada Kemiskinan Ekstrem

Di bawah kepemimpinan KDS, Kabupaten Bandung mencatatkan pemulihan ekonomi yang impresif. Jika pada 2021 pertumbuhan ekonomi sempat terpuruk di angka minus 7,5 persen, kini pada 2025 melonjak hingga 6,38 persen. Sektor pariwisata, UMKM, dan pertanian menjadi mesin penggerak utama.

Namun, KDS tidak menampik adanya tantangan sosial di wilayah seperti Pangalengan dan Pacira, di mana angka kemiskinan ekstrem masih ditemukan di kalangan pensiunan. Program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) serta beasiswa BESTI terus digeber untuk memperkuat kualitas SDM di masa depan.

Dedi Mulyadi: Kembalikan Bandung Sebagai “Peradaban Air”

Hadir dalam acara tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) memberikan catatan kritis sekaligus solutif terkait tata ruang. Menurutnya, akar masalah banjir di Bandung adalah beralihfungsinya lahan serapan menjadi kawasan pemukiman.

“Kita harus benahi tata ruang. Jangan bangun bangunan di kawasan rawa atau sawah. Ini menjadi akar persoalan banjir yang terus berulang,” ujar KDM dengan nada lugas.

KDM menawarkan konsep “Rumah Panggung Estetik” sebagai solusi ekonomi bagi petani di Bandung Selatan. Alih-alih hanya merenovasi rumah, ia ingin hunian petani teh diubah menjadi aset pariwisata.

“Kita akan bantu renovasi rutilahu para petani teh agar menjadi rumah panggung estetik yang didalamnya ada empat kamar, dua kamar untuk dia dan keluarganya, dua kamar lagi jadi homestay supaya mereka dapat penghasilan tambahan dari sana,” jelas KDM.

Menuju Bandung Selatan yang Lebih Hijau

Sinergi antara Pemkab Bandung dan Pemprov Jabar ke depan akan difokuskan pada penghijauan masif di kawasan pegunungan. Penanaman tanaman keras seperti teh dan kopi tidak hanya bertujuan untuk menahan air (konservasi), tetapi juga dirancang untuk meningkatkan taraf hidup petani melalui insentif dan pemberdayaan ekonomi kreatif.

Dengan semangat kolaborasi yang kuat di usia ke-385 ini, Bandung Raya diharapkan tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi satu kesatuan ekosistem pembangunan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandung Raya Dadang Supriatna Dedi Mulyadi HUT Kabupaten Bandung 385 Kabupaten Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat

Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat

Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan

Teras Cihampelas Resmi Diserahkan ke Pemprov Jabar, Oktober Ditargetkan Sudah Bersih

Babak Baru Kasus Taufik Hidayat, Kejati Jabar Ungkap Alasan Berkas Belum Bisa Dilanjutkan

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.