Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib

Senin, 2 November 2026 14:03 WIB

Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia

Senin, 2 November 2026 13:37 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Senin, 2 November 2026 13:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib
  • Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia
  • Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini
  • Persib Gilas Isenmulang 4-0, Runje: Mental Pemain Luar Biasa!
  • Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik
  • Cuma Butuh Hasil Seri di Australia! Ini Skenario Mulus Persib Melenggang ke 16 Besar ACL 2
  • Jadwal Padat Persib, Bobotoh Soroti Risiko Cedera dan Pentingnya Recovery
  • Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 3 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Gelombang Protes SPMB Sekolah Maung Jabar 2026, Pengamat: Akibat Perencanaan Tergesa-gesa

By Mulki AlbarSelasa, 9 Juni 2026 21:00 WIB3 Mins Read
Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung tingkat SMA di Jawa Barat tahun 2026. Foto: Mulki Albar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung tingkat SMA di Jawa Barat tahun 2026 diwarnai gelombang protes dari ratusan orang tua murid. Berbagai kendala teknis hingga transparansi nilai yang dipertanyakan memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

Menanggapi carut-marut tersebut, Pengamat Pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Cecep Darmawan menilai, ada kesenjangan besar antara regulasi dan pelaksanaan di lapangan. Perubahan sistem IT di tengah jalan pun dinilai sangat memusingkan, baik bagi petugas pelaksana maupun para siswa.

“Saya mengapresiasi niat baik Gubernur dan Dinas Pendidikan. Tapi pastinya, niat baik itu butuh tahapan-tahapan yang memerlukan waktu. Ini kelihatannya kurang kajian antara konsep Sekolah Maung dan proses pendaftarannya, serta kurang waktu untuk sosialisasi dan pelibatan stakeholder,” ucap Prof. Cecep saat dihubungi, Selasa (9/6/2026).

Soroti Error Sistem IT: Masuk Kategori Maladministrasi

Baca Juga:  Janji Perbaikan Jembatan Cicangor Meleset, Dedi Mulyadi Disebut 'Asbun'

Terkait sistem IT yang kerap error, kehilangan akun pendaftar, hingga informasi yang berubah-ubah, Prof. Cecep menegaskan bahwa dampak dari buruknya sistem ini sangat fatal terhadap rasa keadilan dan kepercayaan masyarakat.

Menurutnya, di era teknologi seperti sekarang, kegagalan sistem hingga down seharusnya tidak terjadi jika direncanakan dengan cermat. Ia menyebut kekacauan ini bisa dikategorikan sebagai bentuk maladministrasi yang merugikan publik.

“Mestinya harus dihitung dong, sehingga tidak down. Kalaupun terjadi (error), harusnya cepat diatasi pada saat itu. Yang penting bagi masyarakat itu adalah kepastian apakah anaknya diterima atau tidak, melalui cara yang fair, terbuka, transparan, dan akuntabel. Ini bukan sekadar soal diterima atau tidak, tapi proses edukasi hukum dan publiknya yang penting,” jelasnya.

Baca Juga:  Diprediksi Duet di Pilgub Jabar, Ini Program Unggulan Dedi Mulyadi dan Ridwan Kamil saat Jadi Bupati dan Wali Kota

Dua Akar Masalah: Perencanaan dan Teknologi

Saat ditanya mengenai inti dari benang kusut SPMB tahun ini, Prof. Cecep menjabarkan bahwa ada dua kelemahan utama yang berjalan beriringan yakni perencanaan yang buruk dan teknologi yang belum siap.

“Ini dua-duanya. Perencanaan terlalu keburu-buru dan teknologinya bermasalah. Harusnya diuji coba dulu, diukur kemampuannya. Kali ini sangat tergesa-gesa, akibatnya ya begini,” tegasnya.

Rekomendasi untuk Pemprov dan Disdik Jabar

Guna mencegah persoalan serupa terulang kembali, Prof. Cecep memberikan sejumlah rekomendasi konkret untuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dan Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar.

Pertama, sebelum diterapkan, lakukan kajian bertahap dan libatkan seluruh stakeholder, mulai dari kampus, pengamat, komite sekolah, hingga orang tua murid untuk meminta masukan.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Geram Masih Temukan Banyak Anak Jalanan, Pertanyakan Kinerja DP3AKB Jabar

Kedua, jika konsep Sekolah Maung belum siap sepenuhnya, jangan dipaksakan serentak. Terapkan uji coba terlebih dahulu di beberapa sekolah sebagai percontohan.

“Tenang saja, mau buru-buru apa?” selorohnya.

Ketiga, pastikan sistem IT diuji coba dan diukur kekuatannya. Jika masih ditemukan bug atau potensi masalah, jangan dipaksakan berjalan.

“Perbaiki dulu hingga sempurna, baru dijalankan,” ujarnya.

Keempat, buka seluruh proses seleksi setinggi-mungkin kepada publik untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

“Kesimpulannya, niat yang sudah baik harus diikuti dengan perencanaan yang baik dan pelibatan publik yang masif. Pastikan sistemnya siap, lalu buka transparansi dan akuntabilitas setinggi mungkin,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Disdik Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik

Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar

Viral Video Pasien Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Majalengka, Kadinskes Buka Suara

Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat

Ancaman Musim Hujan di Cimahi, Dari Puting Beliung Hingga Potensi Pergerakan Tanah

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.