Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Piala Dunia 2026 Dimulai! Ini Cara Nonton Gratis di TV dan Live Streaming Resmi

Kamis, 11 Juni 2026 12:37 WIB

Diserang Verbal di GBK, Ini Respons Beckham Putra

Kamis, 11 Juni 2026 12:03 WIB

Tragis! Lansia 78 Tahun Tewas Terjebak Kebakaran Rumah Kontrakan di Bandung

Kamis, 11 Juni 2026 11:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Piala Dunia 2026 Dimulai! Ini Cara Nonton Gratis di TV dan Live Streaming Resmi
  • Diserang Verbal di GBK, Ini Respons Beckham Putra
  • Tragis! Lansia 78 Tahun Tewas Terjebak Kebakaran Rumah Kontrakan di Bandung
  • Harga Emas Hari Ini 11 Juni 2026 Turun Signifikan, Simak Daftar Lengkapnya
  • Pantauan Terkini: Polisi Siagakan 4 Rantis di DPRD Jabar Jelang Aksi Mahasiswa Unpad
  • Pindah Dapur ke Jalanan, Begini Cara Unik Emak-emak Sentil Bobroknya Sistem SPMB Jabar 2026
  • Di Balik Sengkarut SPMB Jabar 2026: Mengulas Profil, Rekam Jejak, dan Kekayaan Kadisdik Purwanto
  • Demo Besar di Bandung Hari Ini, Pengendara Diminta Hindari Jalan Diponegoro
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 11 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bandung Belum Sepenuhnya Inklusif: Difabel Masih Kesulitan Mendapat Pekerjaan

By Muhammad Rafki Razif KiransyahJumat, 27 Juni 2025 10:34 WIB3 Mins Read
Kepala Disnaker Kota Bandung, Andri Darusman
Kepala Disnaker Kota Bandung, Andri Darusman. (Foto: Rafki R/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kota Bandung terus mendorong keterlibatan penyandang disabilitas dalam dunia kerja. Namun hingga pertengahan tahun 2025, baru 64 perusahaan yang diketahui mempekerjakan tenaga kerja disabilitas.

Padahal, berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung, jumlah penyandang disabilitas di kota ini mencapai lebih dari 7.300 orang.

Kepala Disnaker Kota Bandung, Andri Darusman, menyebut angka partisipasi penyandang disabilitas dalam dunia kerja masih sangat minim.

“Baru sekitar 240 orang disabilitas yang bekerja di 64 perusahaan. Padahal secara aturan, setiap perusahaan wajib mempekerjakan minimal 1 persen tenaga kerja disabilitas, sementara instansi pemerintah wajib 2 persen,” jelas Andri saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jumat (27/6/2025).

Andri menambahkan bahwa ragam disabilitas sangat beragam, mulai dari fisik hingga mental, sehingga penempatan kerja harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu.

Baca Juga:  Kenakan Rompi Merah, ASN Pemkot Bandung Jadi Tersangka Korupsi Lelang Proyek

“Saat ini, yang paling banyak terserap adalah dari kalangan disabilitas fisik ringan, termasuk teman-teman tuli,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Disnaker Kota Bandung juga akan menjadi contoh dengan membuka peluang kerja di lingkungan mereka sendiri.

“Kami akan merekrut dua orang penyandang disabilitas untuk bekerja di kantor Disnaker. Kalau ada 100 pegawai, maka 2 persen berarti 2 orang. Ini langkah awal yang semoga bisa jadi contoh bagi instansi lain,” ucapnya.

Langkah ini diharapkan menjadi pemicu agar instansi pemerintahan maupun sektor swasta lebih aktif menciptakan ruang kerja yang inklusif dan berkeadilan bagi warga difabel di Kota Bandung.

Harapan yang Tak Pernah Padam

Di tengah semangat inklusi yang terus digaungkan, masih banyak penyandang disabilitas yang berjuang keras mendapatkan kesempatan kerja. Salah satunya adalah Anastasia Natania F., atau yang akrab disapa Tasya.

Baca Juga:  Tanpa Gebrakan, Gunungan Sampah Kota Bandung Baru Hilang Mei 2024

Tasya, 21 tahun, adalah penyandang disabilitas tunarungu. Meski memiliki keterbatasan dalam berbicara, semangatnya untuk mandiri tak pernah surut. Ia hadir di pameran bursa kerja di Graha Manggala Siliwangi, Selasa (17/6/2025), dengan harapan menemukan peluang kerja yang sesuai.

Bersama temannya, lulusan SLB Negeri Sukapura, Tasya telah melamar di lebih dari 30 tempat—terutama di kedai kopi—namun belum juga diterima.

“Saya sudah melamar di banyak tempat. Tapi belum ada yang menerima,” ujar Tasya melalui tulisan dan bahasa isyarat kepada tim bukamata.id.

Sejak lulus pada 2022, Tasya tak pernah berhenti berusaha. Ia terus mencari lowongan, mengirim lamaran, dan belajar dari setiap penolakan.

“Yang penting terus berjuang. Jangan menyerah,” katanya singkat, namun penuh makna.

Baca Juga:  Maksimalkan Bisnis di Bulan Ramadhan, KiriminAja Gelar Meet and Share Bareng UMKM Bandung

Ia telah menanti hampir satu tahun untuk mendapatkan pekerjaan yang benar-benar inklusif. Meski lelah, ia tetap percaya waktunya akan tiba.

Tasya dan temannya, Shilvia—yang juga tunarungu—datang ke bursa kerja tidak hanya membawa harapan pribadi, tetapi juga membawa suara dari banyak teman disabilitas lainnya.

“Saya ingin pemerintah, terutama Pak Wali Kota Bandung, bisa bantu kami. Kami siap bekerja. Kami hanya butuh kesempatan,” ucapnya penuh harap.

Inklusi Adalah Keadilan

Tasya dan Shilvia ingin dikenal bukan karena keterbatasan mereka, tetapi karena potensi dan semangat yang mereka miliki. Cerita mereka menjadi pengingat bahwa inklusi bukan hanya soal memenuhi kuota, tetapi tentang penghargaan atas nilai kemanusiaan.

“Semoga ada yang melihat kami bukan sebagai beban, tapi sebagai bagian dari solusi,” tutup Tasya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

disabilitas Disnaker Bandung Kota Bandung lowongan kerja difabel
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tragis! Lansia 78 Tahun Tewas Terjebak Kebakaran Rumah Kontrakan di Bandung

Pantauan Terkini: Polisi Siagakan 4 Rantis di DPRD Jabar Jelang Aksi Mahasiswa Unpad

Pindah Dapur ke Jalanan, Begini Cara Unik Emak-emak Sentil Bobroknya Sistem SPMB Jabar 2026

Di Balik Sengkarut SPMB Jabar 2026: Mengulas Profil, Rekam Jejak, dan Kekayaan Kadisdik Purwanto

demo dprd jabar

Demo Besar di Bandung Hari Ini, Pengendara Diminta Hindari Jalan Diponegoro

El Nino

Alarm Merah Iklim: El Nino 2026 Diprediksi Pecahkan Rekor Terpanas Sepanjang Masa

Terpopuler
  • Geger! Link Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral Ramai Dicari Warganet
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Viral di TikTok, Video Cut Salwa Jadi Perbincangan Publik, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.