Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Update Ranking FIFA: Indonesia Naik ke Posisi 116 Usai Permalukan Singapura di ASEAN Cup 2026

Sabtu, 26 September 2026 06:19 WIB

Berburu Cita Rasa Malam di Purwakarta: Deretan Kuliner Legendaris yang Menggoyang Lidah

Sabtu, 26 September 2026 06:00 WIB

Bikin Panik Warga! Kabar Internet Nasional Mati 25–27 September Ternyata Hoaks

Sabtu, 26 September 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Update Ranking FIFA: Indonesia Naik ke Posisi 116 Usai Permalukan Singapura di ASEAN Cup 2026
  • Berburu Cita Rasa Malam di Purwakarta: Deretan Kuliner Legendaris yang Menggoyang Lidah
  • Bikin Panik Warga! Kabar Internet Nasional Mati 25–27 September Ternyata Hoaks
  • Warga Bandung Merapat! Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 Dipajang di PVJ, Ada Meet and Greet Legenda
  • 3 Oleh-Oleh Dekat Braga Bandung yang Bikin Liburan Makin Lengkap, Ada Kuliner Tempo Dulu!
  • Kuliner Malam Bogor: Deretan Sajian Hangat Penggugah Selera di Kota Hujan
  • Wisata Kuliner Malam Karawang: Dari Sunda Autentik hingga Soto Legendaris
  • Perluas Akses Rute Bandung-Jakarta, TRAVL Resmikan Titik Keberangkatan Baru di Jalan Diponegoro
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 26 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bandung Belum Sepenuhnya Inklusif: Difabel Masih Kesulitan Mendapat Pekerjaan

By Muhammad Rafki Razif KiransyahJumat, 27 Juni 2025 10:34 WIB3 Mins Read
Kepala Disnaker Kota Bandung, Andri Darusman
Kepala Disnaker Kota Bandung, Andri Darusman. (Foto: Rafki R/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kota Bandung terus mendorong keterlibatan penyandang disabilitas dalam dunia kerja. Namun hingga pertengahan tahun 2025, baru 64 perusahaan yang diketahui mempekerjakan tenaga kerja disabilitas.

Padahal, berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung, jumlah penyandang disabilitas di kota ini mencapai lebih dari 7.300 orang.

Kepala Disnaker Kota Bandung, Andri Darusman, menyebut angka partisipasi penyandang disabilitas dalam dunia kerja masih sangat minim.

“Baru sekitar 240 orang disabilitas yang bekerja di 64 perusahaan. Padahal secara aturan, setiap perusahaan wajib mempekerjakan minimal 1 persen tenaga kerja disabilitas, sementara instansi pemerintah wajib 2 persen,” jelas Andri saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jumat (27/6/2025).

Andri menambahkan bahwa ragam disabilitas sangat beragam, mulai dari fisik hingga mental, sehingga penempatan kerja harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu.

Baca Juga:  Prakiraan Cuaca Bandung 21 Maret 2025: Malam Berpotensi Hujan!

“Saat ini, yang paling banyak terserap adalah dari kalangan disabilitas fisik ringan, termasuk teman-teman tuli,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Disnaker Kota Bandung juga akan menjadi contoh dengan membuka peluang kerja di lingkungan mereka sendiri.

“Kami akan merekrut dua orang penyandang disabilitas untuk bekerja di kantor Disnaker. Kalau ada 100 pegawai, maka 2 persen berarti 2 orang. Ini langkah awal yang semoga bisa jadi contoh bagi instansi lain,” ucapnya.

Langkah ini diharapkan menjadi pemicu agar instansi pemerintahan maupun sektor swasta lebih aktif menciptakan ruang kerja yang inklusif dan berkeadilan bagi warga difabel di Kota Bandung.

Harapan yang Tak Pernah Padam

Di tengah semangat inklusi yang terus digaungkan, masih banyak penyandang disabilitas yang berjuang keras mendapatkan kesempatan kerja. Salah satunya adalah Anastasia Natania F., atau yang akrab disapa Tasya.

Baca Juga:  4 Tempat Wisata Murah dan Hits di Kota Bandung untuk Mengisi Akhir Pekan

Tasya, 21 tahun, adalah penyandang disabilitas tunarungu. Meski memiliki keterbatasan dalam berbicara, semangatnya untuk mandiri tak pernah surut. Ia hadir di pameran bursa kerja di Graha Manggala Siliwangi, Selasa (17/6/2025), dengan harapan menemukan peluang kerja yang sesuai.

Bersama temannya, lulusan SLB Negeri Sukapura, Tasya telah melamar di lebih dari 30 tempat—terutama di kedai kopi—namun belum juga diterima.

“Saya sudah melamar di banyak tempat. Tapi belum ada yang menerima,” ujar Tasya melalui tulisan dan bahasa isyarat kepada tim bukamata.id.

Sejak lulus pada 2022, Tasya tak pernah berhenti berusaha. Ia terus mencari lowongan, mengirim lamaran, dan belajar dari setiap penolakan.

“Yang penting terus berjuang. Jangan menyerah,” katanya singkat, namun penuh makna.

Baca Juga:  Yuk! Rasakan Sensasi Berkeliling Museum Geologi Bandung di Malam Hari

Ia telah menanti hampir satu tahun untuk mendapatkan pekerjaan yang benar-benar inklusif. Meski lelah, ia tetap percaya waktunya akan tiba.

Tasya dan temannya, Shilvia—yang juga tunarungu—datang ke bursa kerja tidak hanya membawa harapan pribadi, tetapi juga membawa suara dari banyak teman disabilitas lainnya.

“Saya ingin pemerintah, terutama Pak Wali Kota Bandung, bisa bantu kami. Kami siap bekerja. Kami hanya butuh kesempatan,” ucapnya penuh harap.

Inklusi Adalah Keadilan

Tasya dan Shilvia ingin dikenal bukan karena keterbatasan mereka, tetapi karena potensi dan semangat yang mereka miliki. Cerita mereka menjadi pengingat bahwa inklusi bukan hanya soal memenuhi kuota, tetapi tentang penghargaan atas nilai kemanusiaan.

“Semoga ada yang melihat kami bukan sebagai beban, tapi sebagai bagian dari solusi,” tutup Tasya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

disabilitas Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bikin Panik Warga! Kabar Internet Nasional Mati 25–27 September Ternyata Hoaks

Kecelakaan Maut di Bundaran Cibiru Bandung, Pelajar Tewas Usai Tertabrak Truk Box

Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi

Modal Kunci Asli, Dua Pelaku Gasak Isi Toko di Margaasih hingga Rugi Rp30,8 Juta

5 Provinsi dengan Kasus PHK Tertinggi, Jabar Tempati Posisi Pertama!

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Polri Bongkar 4 Dugaan Peristiwa Korupsi

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.