Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Baru Hajar Melbourne Victory, Persib Justru Kehilangan Igor Tolic di Super League

Kamis, 29 Oktober 2026 18:29 WIB

Selalu Bawa Celurit dan Hobi Ajak Tawuran, Ini Pengakuan Pelaku Pembacokan Bobotoh

Kamis, 29 Oktober 2026 18:14 WIB

PKL Bandung Wajib Tahu! Lapak Permanen Dilarang, Jualan Maksimal 12 Jam

Kamis, 29 Oktober 2026 17:55 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Baru Hajar Melbourne Victory, Persib Justru Kehilangan Igor Tolic di Super League
  • Selalu Bawa Celurit dan Hobi Ajak Tawuran, Ini Pengakuan Pelaku Pembacokan Bobotoh
  • PKL Bandung Wajib Tahu! Lapak Permanen Dilarang, Jualan Maksimal 12 Jam
  • Tagih Janji Aksi 20 Oktober, Ratusan Mahasiswa Kembali Demo di Gedung DPRD Jabar
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Akhirnya Pecah Telur! Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Melbourne Victory Tak Berdaya
  • Anak Mantan Cuci Piring Jadi Wali Kota Kanada! Kisah Alvin Tedjo Bikin Gempar!
  • Bandung Digital Safety Forum 2026 Dorong Jurnalis Aktif Cegah Kejahatan Digital Berbasis AI
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 29 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Di Balik Sengkarut SPMB Jabar 2026: Mengulas Profil, Rekam Jejak, dan Kekayaan Kadisdik Purwanto

By Aga GustianaKamis, 11 Juni 2026 10:34 WIB5 Mins Read
Dari kiri, Kadisdik Jabar Purwanto, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, dan Bupati Purwakarta Saeful Bahri Binzen. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Jawa Barat tengah diterpa badai protes. Keluhan wali murid bergaung di mana-mana, mulai dari sistem aplikasi pendaftaran yang mendadak lumpuh hingga kacaunya akurasi peta koordinat tempat tinggal calon siswa.

Merespons kegaduhan ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil langkah radikal dengan mencopot Suhendar dari jabatannya sebagai Kepala UPTD Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik).

Kendati demikian, langkah tersebut dinilai belum menyelesaikan akar masalah. Komisi V DPRD Jawa Barat secara blak-blakan menunjuk hidung Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, sebagai pihak yang paling bertanggung jawab penuh atas arah kebijakan makro institusi tersebut.

Lantas, seperti apa sepak terjang Purwanto yang kini kinerjanya tengah disorot tajam oleh legislatif? Berikut ulasan mendalam mengenai sosoknya.

Tuntutan DPRD Jabar: Pimpinan Tertinggi Harus Tanggung Jawab

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Zaini Shofari, menegaskan bahwa mengevaluasi jajaran staf teknis di level bawah tidak akan menyelesaikan kekacauan SPMB tahun ini. Menurutnya, kegagalan operasional di lapangan merefleksikan bagaimana kebijakan itu dikomandoi dari atas.

Zaini menjelaskan bahwa mutasi ataupun pemberhentian jabatan merupakan wilayah prerogatif gubernur. Namun, publik tidak boleh menutup mata bahwa unit kerja seperti Tikomdik hanyalah pelaksana teknis di lapangan.

“Saya pikir Tikomdik itu bagian teknis dari sebuah kebijakan. Yang membuat kebijakan tentu ada struktur di atasnya, ada kepala dinas sebagai penanggung jawab,” ujar Zaini saat dihubungi, Rabu (10/6/2026).

Ia menambahkan bahwa fokus evaluasi total harus diarahkan langsung kepada pemegang kemudi kebijakan instansi, bukan sekadar memotong rantai birokrasi di tingkat bawah.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Pastikan Tak Ada Ampun Bagi Penyunat Kompensasi Sopir Angkot Puncak Bogor

“Kalau pun dicopot atau diganti, itu kewenangan gubernur. Tapi Tikomdik hanya bagian kecil dari wilayah sebuah kebijakan. Yang harus bertanggung jawab tentu pihak yang memimpin dan mengendalikan kebijakan tersebut,” katanya.

Di sisi lain, dari hasil audiensi yang digelar parlemen bersama perwakilan masyarakat dan jajaran Dinas Pendidikan, Zaini menyebut ada titik terang berupa janji perbaikan sistem demi menyelamatkan sisa tahapan seleksi.

“Kemarin Dinas Pendidikan dan Tikomdik berjanji tidak akan ada lagi masalah dalam sistem pendaftaran. Mereka berjanji akan melakukan perbaikan agar SPMB 2026 berjalan dengan baik,” tuturnya.

Hubungan Dekat Purwanto dan Dedi Mulyadi sejak di Purwakarta

Sorotan terhadap posisi Purwanto kian menarik perhatian publik mengingat statusnya yang dikenal luas sebagai salah satu orang dekat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Hubungan keduanya bukanlah ikatan kerja baru, melainkan relasi strategis yang sudah terbangun sejak lama di tingkat daerah.

Sebelum sama-sama berkiprah di Gedung Sate, keduanya merupakan duet pembuat kebijakan di Kabupaten Purwakarta. Saat Dedi Mulyadi menjabat sebagai Bupati Purwakarta, Purwanto dipercaya untuk menakhodai Dinas Pendidikan di sana sejak tahun 2018. Kerja sama yang solid di masa lalu inilah yang membuat Purwanto mendapat kepercayaan besar dari Dedi Mulyadi untuk naik kelas mengurus skala wilayah yang lebih luas di tingkat provinsi pada Mei 2025 lalu.

Kedekatan emosional dan profesional ini kini diuji, di mana Dedi Mulyadi sebagai gubernur dituntut bersikap tegas di tengah desakan DPRD agar tidak tebang pilih dalam mengevaluasi penanggung jawab kekacauan SPMB 2026.

Kiprah Akademis dan Riwayat Karier Purwanto

Purwanto memiliki rekam jejak yang panjang di dunia pendidikan. Lahir di Kabupaten Ciamis pada 5 Maret 1974, ia merupakan figur yang gemar menuangkan pemikirannya ke dalam literasi. Salah satu karya bukunya yang dikenal publik berjudul Pendidikan Karakter di Sekolah: Teori, Praktik, dan Model Kepemimpinan.

Secara akademis, latar belakangnya murni dari dunia keguruan. Ia menyelesaikan program sarjana di Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) IKIP Bandung—yang kini berganti nama menjadi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Di kampus yang sama, Purwanto sukses merengkuh gelar Magister hingga Doktoral.

Baca Juga:  Terbang ke Medan, Sekda Herman Suntik Semangat Atlet Jabar di PON XXI 2024

Perjalanan karier birokrasinya merangkak dari bawah sejak akhir era 90-an:

  • 1997: Resmi diangkat menjadi PNS dan mengajar sebagai guru di SDN Buniwangi, Kabupaten Sukabumi.
  • 2001 – 2005: Pindah tugas ke wilayah Kabupaten Purwakarta dan mengajar di SDN Munjuljaya.
  • 2005 – 2015: Alih tugas ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Purwakarta. Di sana ia menempati posisi Staf Pelaksana, berlanjut menjadi Kasi Pendidikan, Agama, dan Kesehatan, hingga dipromosikan sebagai Kepala Bidang Sosial Budaya.
  • 2015 – 2018: Bergeser ke Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta untuk mengemban amanah sebagai Sekretaris Dinas.
  • 2018 – 2025: Diangkat menjadi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta.

Kariernya menembus level provinsi pada Mei 2025. Pola mutasi ini terjadi saat Gubernur Dedi Mulyadi memboyong empat pejabat tepercaya dari Kabupaten Purwakarta untuk mengisi pos-pos strategis di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Jaringan Organisasi yang Menggurita

Kemampuan kepemimpinan Purwanto tidak lepas dari keaktifannya di berbagai organisasi kepemudaan, profesi, hingga kepramukaan sejak masa muda. Berikut adalah deretan organisasi yang pernah ia pimpin:

  • Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Purwakarta (1996)
  • Wakil Sekretaris Badko HMI Jawa Bagian Barat (1998)
  • Ketua Umum DPD KNPI Purwakarta (2002 dan 2005)
  • Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Purwakarta (2005)
  • Wakil Ketua Dewan Pendidikan (2010)
  • Wakil Ketua BKPRMI Kabupaten Purwakarta (2004)
  • Ketua Bidang Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Barat (2014)
  • Ketua Umum IKA UPI Komisariat Kampus Purwakarta (2018)
  • Ketua Departemen Pengembangan Profesi IKA UPI Pusat (2016)
  • Wakil Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Purwakarta (2014)
  • Ketua PGRI Kabupaten Purwakarta (2020)
Baca Juga:  Akses Berubah Total, Lalin Diputar Imbas Proyek Gedung Sate–Gasibu

Intip LHKPN: Kepemilikan Tanah dan Koleksi Mobil Antik

Sebagai pejabat eselon, Purwanto patuh melaporkan posisi keuangannya. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per tanggal 31 Desember 2025, total pundi-pundi kekayaan bersisihnya berada di angka Rp3.567.716.797 tanpa catatan utang.

Aset terbesarnya berupa properti senilai Rp1,78 miliar, yang mencakup 18 bidang tanah dan bangunan. Seluruh properti tersebut berlokasi di Kabupaten Purwakarta dan tercatat sebagai hasil sendiri. Selain tanah, Purwanto mengantongi likuiditas yang kuat berupa kas dan setara kas senilai Rp1,39 miliar.

Sisi menarik dari sang Kadisdik terlihat di dalam garasinya. Selain memiliki kendaraan modern untuk menunjang mobilitas harian, ia tampaknya menggemari kendaraan klasik pabrikan Eropa. Berikut isi garasi Purwanto dengan total nilai Rp375 juta:

  1. Honda HRV Minibus (Tahun 2015) hasil sendiri – Rp100.000.000
  2. Toyota Fortuner (Tahun 2017) hasil sendiri – Rp200.000.000
  3. Mobil Antik Volkswagen Sedan (Tahun 1968) hasil sendiri – Rp35.000.000
  4. Mobil Klasik Volkswagen Minibus (Tahun 1973) hasil sendiri – Rp40.000.000

Kini, kredibilitas dan kematangan kepemimpinan Purwanto sedang diuji di tengah sorotan publik. Masyarakat Jawa Barat menanti langkah taktis nyata dari sang Kadisdik untuk membenahi karut-marut SPMB 2026.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi jawa barat purwakarta SPMB
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Selalu Bawa Celurit dan Hobi Ajak Tawuran, Ini Pengakuan Pelaku Pembacokan Bobotoh

PKL Bandung Wajib Tahu! Lapak Permanen Dilarang, Jualan Maksimal 12 Jam

Tagih Janji Aksi 20 Oktober, Ratusan Mahasiswa Kembali Demo di Gedung DPRD Jabar

Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak

Anak Mantan Cuci Piring Jadi Wali Kota Kanada! Kisah Alvin Tedjo Bikin Gempar!

Bandung Digital Safety Forum 2026 Dorong Jurnalis Aktif Cegah Kejahatan Digital Berbasis AI

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.