Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Piala Dunia 2026 Dimulai! Ini Cara Nonton Gratis di TV dan Live Streaming Resmi

Kamis, 11 Juni 2026 12:37 WIB

Diserang Verbal di GBK, Ini Respons Beckham Putra

Kamis, 11 Juni 2026 12:03 WIB

Tragis! Lansia 78 Tahun Tewas Terjebak Kebakaran Rumah Kontrakan di Bandung

Kamis, 11 Juni 2026 11:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Piala Dunia 2026 Dimulai! Ini Cara Nonton Gratis di TV dan Live Streaming Resmi
  • Diserang Verbal di GBK, Ini Respons Beckham Putra
  • Tragis! Lansia 78 Tahun Tewas Terjebak Kebakaran Rumah Kontrakan di Bandung
  • Harga Emas Hari Ini 11 Juni 2026 Turun Signifikan, Simak Daftar Lengkapnya
  • Pantauan Terkini: Polisi Siagakan 4 Rantis di DPRD Jabar Jelang Aksi Mahasiswa Unpad
  • Pindah Dapur ke Jalanan, Begini Cara Unik Emak-emak Sentil Bobroknya Sistem SPMB Jabar 2026
  • Di Balik Sengkarut SPMB Jabar 2026: Mengulas Profil, Rekam Jejak, dan Kekayaan Kadisdik Purwanto
  • Demo Besar di Bandung Hari Ini, Pengendara Diminta Hindari Jalan Diponegoro
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 11 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pindah Dapur ke Jalanan, Begini Cara Unik Emak-emak Sentil Bobroknya Sistem SPMB Jabar 2026

By Mulki AlbarKamis, 11 Juni 2026 11:17 WIB3 Mins Read
Orang Tua Siswa Gelar Aksi di DPRD Jabar, Memasak di Depan Gedung sebagai Bentuk Protes Kisruh SPMB 2026. (Foto: bukamata.id/Mulki Albar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sejumlah orang tua siswa dan pemerhati pendidikan menggelar aksi protes terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

Aksi tersebut berlangsung dengan cara yang berbeda. Salah seorang peserta aksi, Neni Suhaeni, terlihat memasak aneka makanan seperti bala-bala, ulen, tahu, dan cireng di depan gedung DPRD sebagai simbol kekecewaan terhadap carut-marut pelaksanaan SPMB tahun ini.

Neni mengatakan, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk perjuangan untuk memperjuangkan hak anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mendapatkan akses pendidikan yang layak di sekolah negeri.

“Ini kan kita lagi memperjuangkan hak anak orang miskin, anak-anak yang mau sekolah masuk SMA negeri. Banyak yang merasa dizalimi,” kata Neni kepada wartawan di lokasi aksi.

Ia mencontohkan salah seorang anak di lingkungan tempat tinggalnya yang memiliki nilai akademik tinggi, namun justru terpetakan ke sekolah swasta yang bukan menjadi pilihannya.

Baca Juga:  Jawa Barat Masih Berpotensi Diguyur Hujan Meski Musim Kemarau

“Anak tetangga saya nilainya matematika sampai 90 sampai 100. Tapi dari sistem malah dimasukkan ke SMK swasta tanpa ada pilihan. Padahal dia maunya masuk SMA negeri atau SMK negeri,” ujarnya.

Menurut Neni, aksi memasak yang dilakukannya merupakan simbol bahwa seharusnya para ibu berada di rumah mengurus keluarga, bukan turun ke jalan untuk memprotes persoalan pendidikan.

“Kita mah ibu-ibu, harusnya memasak untuk anak-anak di rumah dan suami. Anak-anak juga harusnya fokus belajar dan berprestasi di sekolah, bukan orang tuanya harus repot demo seperti ini,” katanya.

Ia menegaskan kegiatan memasak tersebut juga menjadi bentuk protes terhadap persoalan yang terjadi dalam proses penerimaan murid baru tahun ini.

“Ini salah satu bentuk protes. Harusnya saya masak di rumah, tapi waktu dan tenaga malah dibawa ke sini,” ucapnya.

Sementara itu, perwakilan Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP), Iwan Hermawan, menilai pelaksanaan SPMB 2026 di Jawa Barat berlangsung tidak optimal dan menimbulkan keresahan di masyarakat.

Baca Juga:  Kabar Gembira, Mutasi Kendaraan dari Luar Jabar Kini Gratis!

Menurutnya, salah satu akar persoalan berasal dari pergantian aplikasi yang digunakan dalam proses SPMB.

“Kami dari pemerhati pendidikan sangat kecewa dengan carut-marutnya SPMB 2026. Salah satu titik persoalan adalah adanya penggantian aplikasi. Padahal sebelumnya sudah ada sistem yang berjalan,” kata Iwan.

Ia menyebut minimnya sosialisasi mengenai proses pemetaan calon murid baru juga menyebabkan banyak orang tua salah memahami tahapan yang sedang berlangsung.

“Tanpa sosialisasi yang memadai dilakukan pemetaan. Banyak orang tua mengira itu sudah SPMB, padahal baru pemetaan. Akibatnya banyak yang panik ketika data mereka tidak terverifikasi atau muncul masalah di sistem,” ujarnya.

Selain itu, Iwan juga menyoroti pelayanan pengaduan yang dinilai belum maksimal. Menurutnya, banyak orang tua siswa harus mengantre panjang untuk mendapatkan penjelasan terkait kendala yang mereka alami.

Dalam aksi tersebut, FMPP menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni pembentukan tim investigasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pembentukan panitia khusus (Pansus) oleh DPRD Jawa Barat, serta pemeriksaan oleh Ombudsman terkait dugaan maladministrasi dalam pelaksanaan SPMB 2026.

Baca Juga:  Produksi Padi untuk Tekan Inflasi, Jabar Lakukan Panen Raya di Majalengka

“Kami meminta gubernur membentuk tim investigasi. Jika ditemukan kelalaian, harus ada tindakan tegas. DPRD juga harus membentuk pansus untuk mengusut persoalan ini agar tidak terulang tahun depan,” tegasnya.

Iwan menambahkan, persoalan dalam pelaksanaan SPMB hampir selalu muncul setiap tahun karena kebijakan yang kerap berubah dan kurang konsisten.

“SPMB ini menyangkut kepentingan semua orang. Sayangnya sering terjadi pergantian kebijakan dan pergantian pejabat. Akibatnya masyarakat terus menghadapi persoalan yang sama setiap tahun,” katanya.

Ia bahkan memberikan nilai rendah terhadap pelaksanaan SPMB Jawa Barat tahun ini.

“Kalau tahun 2024 saya sampai memberikan karangan bunga karena pelaksanaannya berjalan baik. Untuk tahun 2026 ini, saya beri nilai 4 dari 10,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jabar jawa barat orang tua siswa SPMB
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tragis! Lansia 78 Tahun Tewas Terjebak Kebakaran Rumah Kontrakan di Bandung

Pantauan Terkini: Polisi Siagakan 4 Rantis di DPRD Jabar Jelang Aksi Mahasiswa Unpad

Di Balik Sengkarut SPMB Jabar 2026: Mengulas Profil, Rekam Jejak, dan Kekayaan Kadisdik Purwanto

demo dprd jabar

Demo Besar di Bandung Hari Ini, Pengendara Diminta Hindari Jalan Diponegoro

El Nino

Alarm Merah Iklim: El Nino 2026 Diprediksi Pecahkan Rekor Terpanas Sepanjang Masa

PKH dan BPNT Tahap II 2026 Segera Cair, Cek Nama Anda Bisa Dapat Bantuan atau Tidak

Terpopuler
  • Geger! Link Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral Ramai Dicari Warganet
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Viral di TikTok, Video Cut Salwa Jadi Perbincangan Publik, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.