Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu

Sabtu, 12 September 2026 23:16 WIB

Krisis Darurat Kantong Darah di Cianjur, Pasien Talasemia Terpaksa Andalkan Keluarga

Sabtu, 12 September 2026 21:55 WIB

Takluk dari Persija 2-1, Igor Tolic Soroti Celah Lini Belakang Persib

Sabtu, 12 September 2026 21:48 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu
  • Krisis Darurat Kantong Darah di Cianjur, Pasien Talasemia Terpaksa Andalkan Keluarga
  • Takluk dari Persija 2-1, Igor Tolic Soroti Celah Lini Belakang Persib
  • Akhir Perjalanan Kangen Band: Dodhy Umumkan Bubar Akibat ‘Kezaliman’ dan Larang Nyanyikan Lagunya
  • Pasukan Jepang Nyesel Datang? Niat Bantu Karhutla Malah Disambut Parade & Marching Band!
  • BOSS Cabaret Festival 2026 Jadi Ruang Tumbuh Kreativitas Anak Muda
  • Drama Menit Akhir di GBK: Gol Tandukan Ivan Mamut Bawa Persija Bungkam Persib 2-1
  • Kemensos Gunakan Data Baru, 4,3 Juta Keluarga Resmi Masuk Daftar Penerima Bansos
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 12 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pindah Dapur ke Jalanan, Begini Cara Unik Emak-emak Sentil Bobroknya Sistem SPMB Jabar 2026

By Mulki AlbarKamis, 11 Juni 2026 11:17 WIB3 Mins Read
Orang Tua Siswa Gelar Aksi di DPRD Jabar, Memasak di Depan Gedung sebagai Bentuk Protes Kisruh SPMB 2026. (Foto: bukamata.id/Mulki Albar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sejumlah orang tua siswa dan pemerhati pendidikan menggelar aksi protes terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

Aksi tersebut berlangsung dengan cara yang berbeda. Salah seorang peserta aksi, Neni Suhaeni, terlihat memasak aneka makanan seperti bala-bala, ulen, tahu, dan cireng di depan gedung DPRD sebagai simbol kekecewaan terhadap carut-marut pelaksanaan SPMB tahun ini.

Neni mengatakan, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk perjuangan untuk memperjuangkan hak anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mendapatkan akses pendidikan yang layak di sekolah negeri.

“Ini kan kita lagi memperjuangkan hak anak orang miskin, anak-anak yang mau sekolah masuk SMA negeri. Banyak yang merasa dizalimi,” kata Neni kepada wartawan di lokasi aksi.

Ia mencontohkan salah seorang anak di lingkungan tempat tinggalnya yang memiliki nilai akademik tinggi, namun justru terpetakan ke sekolah swasta yang bukan menjadi pilihannya.

Baca Juga:  Daftar Pemenang Pilkada Jabar 2024: Gubernur, Bupati dan Wali Kota

“Anak tetangga saya nilainya matematika sampai 90 sampai 100. Tapi dari sistem malah dimasukkan ke SMK swasta tanpa ada pilihan. Padahal dia maunya masuk SMA negeri atau SMK negeri,” ujarnya.

Menurut Neni, aksi memasak yang dilakukannya merupakan simbol bahwa seharusnya para ibu berada di rumah mengurus keluarga, bukan turun ke jalan untuk memprotes persoalan pendidikan.

“Kita mah ibu-ibu, harusnya memasak untuk anak-anak di rumah dan suami. Anak-anak juga harusnya fokus belajar dan berprestasi di sekolah, bukan orang tuanya harus repot demo seperti ini,” katanya.

Ia menegaskan kegiatan memasak tersebut juga menjadi bentuk protes terhadap persoalan yang terjadi dalam proses penerimaan murid baru tahun ini.

“Ini salah satu bentuk protes. Harusnya saya masak di rumah, tapi waktu dan tenaga malah dibawa ke sini,” ucapnya.

Sementara itu, perwakilan Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP), Iwan Hermawan, menilai pelaksanaan SPMB 2026 di Jawa Barat berlangsung tidak optimal dan menimbulkan keresahan di masyarakat.

Baca Juga:  Gila! Siswa SMA Pangandaran Bikin Situs Judi Online, Omzetnya Rp60 Juta

Menurutnya, salah satu akar persoalan berasal dari pergantian aplikasi yang digunakan dalam proses SPMB.

“Kami dari pemerhati pendidikan sangat kecewa dengan carut-marutnya SPMB 2026. Salah satu titik persoalan adalah adanya penggantian aplikasi. Padahal sebelumnya sudah ada sistem yang berjalan,” kata Iwan.

Ia menyebut minimnya sosialisasi mengenai proses pemetaan calon murid baru juga menyebabkan banyak orang tua salah memahami tahapan yang sedang berlangsung.

“Tanpa sosialisasi yang memadai dilakukan pemetaan. Banyak orang tua mengira itu sudah SPMB, padahal baru pemetaan. Akibatnya banyak yang panik ketika data mereka tidak terverifikasi atau muncul masalah di sistem,” ujarnya.

Selain itu, Iwan juga menyoroti pelayanan pengaduan yang dinilai belum maksimal. Menurutnya, banyak orang tua siswa harus mengantre panjang untuk mendapatkan penjelasan terkait kendala yang mereka alami.

Dalam aksi tersebut, FMPP menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni pembentukan tim investigasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pembentukan panitia khusus (Pansus) oleh DPRD Jawa Barat, serta pemeriksaan oleh Ombudsman terkait dugaan maladministrasi dalam pelaksanaan SPMB 2026.

Baca Juga:  DPRD Jabar Siap Bahas RPJMD 2025–2029, Fokus Kawal Program Dedi-Erwan

“Kami meminta gubernur membentuk tim investigasi. Jika ditemukan kelalaian, harus ada tindakan tegas. DPRD juga harus membentuk pansus untuk mengusut persoalan ini agar tidak terulang tahun depan,” tegasnya.

Iwan menambahkan, persoalan dalam pelaksanaan SPMB hampir selalu muncul setiap tahun karena kebijakan yang kerap berubah dan kurang konsisten.

“SPMB ini menyangkut kepentingan semua orang. Sayangnya sering terjadi pergantian kebijakan dan pergantian pejabat. Akibatnya masyarakat terus menghadapi persoalan yang sama setiap tahun,” katanya.

Ia bahkan memberikan nilai rendah terhadap pelaksanaan SPMB Jawa Barat tahun ini.

“Kalau tahun 2024 saya sampai memberikan karangan bunga karena pelaksanaannya berjalan baik. Untuk tahun 2026 ini, saya beri nilai 4 dari 10,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jabar jawa barat orang tua siswa SPMB
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu

Krisis Darurat Kantong Darah di Cianjur, Pasien Talasemia Terpaksa Andalkan Keluarga

penyaluran bansos PKH dan BPNT 2025 di kantor pos

Kemensos Gunakan Data Baru, 4,3 Juta Keluarga Resmi Masuk Daftar Penerima Bansos

Kaya Raya dan Ditakuti Pejabat! Sisi Lain Mentan Amran: Jago Tebak Tebu, Suka Bantu Anak Yatim Piatu

Ibu dan Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas di Garut, Diduga Korban Aborsi

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.