bukamata.id – Suasana Bandung Zoo atau Kebun Binatang Bandung tampak sepi pada Minggu (22/2/2026). Destinasi wisata di Jalan Tamansari No. 6, Kota Bandung itu masih disegel sejak 5 Februari 2026 setelah izin lembaga konservasi pengelolanya dicabut pemerintah pusat.
Penutupan dilakukan menyusul pencabutan izin lembaga konservasi oleh Kementerian Kehutanan terhadap Yayasan Margasatwa Tamansari sebagai pihak pengelola. Meski demikian, Pemerintah Kota Bandung memastikan kebun binatang tersebut akan kembali dibuka saat Hari Raya Idulfitri.
Menjelang rencana pembukaan, pihak pengelola memastikan kondisi satwa tetap terjaga. Humas Bandung Zoo, Syulhan Syafi’i, menyebut seluruh satwa dalam kondisi sehat.
“Kalau sekarang secara keseluruhan satwa kita sehat,” ujarnya.
Ia juga menanggapi temuan Geopix pada pertengahan Januari 2026 yang menyebut sejumlah satwa membutuhkan perhatian dan evaluasi mendesak, termasuk dugaan stres. Menurutnya, kondisi terkini menunjukkan tidak ada kematian satwa. “Dari tingkat kematian bahkan sekarang itu nol,” kata Syulhan.
Perawatan satwa, lanjutnya, dilakukan oleh keeper atau penjaga yang telah menjalani pelatihan khusus. Proses menjadi keeper tidak instan karena mereka harus melalui tahapan training sebelum terjun langsung merawat satwa.
Selain memastikan tidak ada kematian, pihak kebun binatang juga mencatat adanya kelahiran satwa baru. Di antaranya rusa, sejumlah burung, serta landak Jawa. Namun, jumlah resmi satwa masih tetap 711 ekor karena satwa yang baru lahir belum langsung dimasukkan dalam laporan.
“Kita belum catatkan karena masih rentan. Nanti secara periodik baru dilaporkan,” jelasnya.
Terkait isu stres, ia mencontohkan gajah yang di habitat alaminya bisa berjalan hingga 20 kilometer per hari. Kondisi di kebun binatang tentu berbeda sehingga membutuhkan perlakuan khusus.
Untuk mengurangi kejenuhan, gajah dirawat dengan rutinitas harian seperti diberi camilan pagi, dimandikan, kandang dibersihkan, serta diajak berjalan oleh mahout sebelum makan utama.
“Treatment-nya tiap pagi kita ajak jalan-jalan, cari suasana baru, baru dikasih makan,” ujarnya.
Di tengah polemik penutupan, pengelola juga mengusulkan kepada Pemerintah Kota Bandung agar kebun binatang dibuka sementara selama Ramadan dengan pengawasan pemerintah, Balai Konservasi Sumber Daya Alam, maupun perguruan tinggi.
Menurutnya, pembukaan sementara dapat membantu memenuhi kebutuhan wisata masyarakat sekaligus mengatasi persoalan internal, termasuk pembayaran pesangon karyawan.
Ia menyebut selama libur Lebaran, pengunjung Bandung Zoo bisa mencapai lebih dari 100 ribu orang dalam 10 hari. Dalam satu bulan periode Lebaran, jumlahnya bahkan diperkirakan menembus 300 ribu pengunjung.
Selain itu, terdapat 123 karyawan terdampak dengan kebutuhan pesangon sekitar Rp9,5 miliar. Sekitar 30 UMKM dengan lebih dari 100 pekerja juga kehilangan penghasilan sejak penutupan.
Meski begitu, pihak pengelola memastikan perawatan satwa tetap berjalan optimal setiap hari sambil menunggu keputusan resmi pemerintah terkait operasional kebun binatang saat Lebaran.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










