Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Batal Main Sore! Duel Persib vs Arema Resmi Balik ke Jadwal ‘Prime Time’

Jumat, 17 April 2026 11:15 WIB

UU ITE Mengintai! Penyebar Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Viral Terancam Denda Rp1 Miliar

Jumat, 17 April 2026 10:38 WIB
peltih persib, bojan hodak

Bukan Soal Gaji, Ini 3 ‘Syarat’ Bojan Hodak untuk Persib Bandung demi Standar Eropa

Jumat, 17 April 2026 10:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Batal Main Sore! Duel Persib vs Arema Resmi Balik ke Jadwal ‘Prime Time’
  • UU ITE Mengintai! Penyebar Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Viral Terancam Denda Rp1 Miliar
  • Bukan Soal Gaji, Ini 3 ‘Syarat’ Bojan Hodak untuk Persib Bandung demi Standar Eropa
  • Viral Chat Vulgar Mahasiswa, IPB Tegaskan Komitmen Usut Tuntas Kasus
  • Resmi! Dewa United vs Persib Digelar Tanpa Penonton, Bobotoh Dilarang Datang
  • KLAIM SEKARANG! Kode Redeem FF 17 April 2026: Banjir Skin Senjata Permanen dan Bundle Langka
  • Zaki Abbas, Bocah Ajaib yang Bikin Nama Indonesia Wangi di Markas KPOP!
  • Update Terbaru! Kode Redeem ML 17 April 2026: Dapatkan Skin Epic dan Fragmen Langka Secara Gratis
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 17 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bantah Dugaan KDRT di Surade, Ibu Tiri Sebut Korban Idap Kanker Darah

By SusanaMinggu, 22 Februari 2026 09:16 WIB2 Mins Read
Bocah 12 tahun di Sukabumi meninggal dengan luka misterius. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus meninggalnya NS (12), pelajar SMP asal Kampung Cimandala, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, menyita perhatian publik. Bocah tersebut meninggal dunia pada Jumat, 20 Februari 2026, dengan kondisi kulit melepuh di beberapa bagian tubuh.

Muncul dugaan korban mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Sorotan pun mengarah kepada ibu tirinya, TR (47). Namun, TR secara tegas membantah tudingan tersebut dan menyatakan anak tirinya wafat akibat penyakit serius.

Ibu Tiri Sebut Korban Mengidap Gangguan Darah

TR menjelaskan bahwa NS diduga mengalami gangguan darah yang mengarah pada kanker darah atau leukemia autoimun. Ia menegaskan kondisi korban murni disebabkan sakit, bukan penganiayaan.

“Iya itu sakit saja, sakit panas. Dari keterangan yang disampaikan saat pemeriksaan di Polsek, disebutkan anak itu didiagnosis kanker darah atau leukemia autoimun. Jadi memang benar sakit,” ujar TR, dikutip Minggu (22/2/2026).

Ia juga membantah anggapan bahwa luka melepuh di tubuh korban merupakan akibat penyiksaan.

“Kalau ada kulit yang melepuh, itu akibat panas tinggi karena kanker darah. Informasi itu juga disampaikan oleh saksi,” katanya.

Kronologi Sebelum Korban Meninggal

Menurut TR, sehari sebelum meninggal, tepatnya Kamis, 19 Februari 2026, NS sempat dibawa ke RSUD Jampangkulon bersama ayah kandungnya. Namun, TR mengaku tidak mengetahui detail keterangan medis karena saat itu sedang mengurus administrasi pendaftaran.

“Yang mendampingi almarhum itu bapaknya. Saya sibuk di bagian pendaftaran, jadi tidak tahu penjelasan medis secara rinci,” ungkapnya.

Terkait beredarnya video kondisi korban yang viral di media sosial, TR menyebut rekaman tersebut dibuat sebelum ada diagnosa medis resmi. Video itu kemudian menyebar luas dan memicu beragam spekulasi warganet.

“Belum ada apa-apa sudah diunggah dan dibagikan di grup, akhirnya jadi ramai seperti itu,” ujarnya.

Bantah Dugaan Kekerasan dan Pertengkaran

Menanggapi isu pertengkaran, TR mengakui sempat terjadi konflik antara anak kandungnya dan NS. Namun, ia menyebut pertengkaran tersebut sebatas perselisihan biasa antar anak.

“Memang pernah bertengkar, tapi namanya anak-anak itu biasa. Bukan sekali saja, dan akhirnya tetap baikan lagi,” jelasnya.

TR juga membantah adanya dugaan kekerasan yang disebut terjadi pada 2025. Ia menegaskan telah merawat NS sejak duduk di kelas tiga sekolah dasar.

“Saya tidak pernah seperti yang dituduhkan. Anak itu saya urus dari kelas tiga SD, mulai pendidikannya, dari tidak bisa baca sampai bisa mengaji,” tegasnya.

Polisi Dalami Penyebab Kematian

Kasus kematian pelajar SMP di Sukabumi ini masih menjadi perhatian aparat kepolisian. Dugaan KDRT maupun klaim penyakit serius sebagai penyebab kematian akan ditelusuri melalui penyelidikan dan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

dugaan KDRT Sukabumi ibu tiri bantah aniaya kasus anak meninggal kulit melepuh kronologi pelajar meninggal Surade NS Surade meninggal pelajar SMP meninggal Sukabumi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral Chat Vulgar Mahasiswa, IPB Tegaskan Komitmen Usut Tuntas Kasus

Promo HUT Kota Sukabumi 2026 dari bank bjb, Kuliner dan Ngopi Jadi Lebih Hemat!

Program DPLK bank bjb Bertabur Hadiah 2026, Total Reward Capai Rp40 Juta

Rafael Situmorang Soroti Reformasi Kepolisian dan Perlindungan Kelompok Rentan

Ilustrasi korban meninggal.

Geger! Kerangka Manusia Ditemukan di Bawah Jembatan Dayeuhkolot

Modus Cinta Berujung Penipuan di Batujajar, Motor Dibawa Kabur Usai Diajak Belanja

Terpopuler
  • Link Video Diburu Netizen, Fakta di Balik Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbongkar
  • Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri, Fakta Asli dari Kebun Sawit hingga Dapur Terungkap
  • Update Kode Redeem FF 12 April 2026: Buruan Ambil Skin Titan & Emote Langka Hari Ini!
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Terbongkar! Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Ternyata Bukan Cerita Asli
  • Viral! Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Full Durasi No Sensor dari Kebun Sawit ke Dapur
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.