Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Viral video ukhti mukena pink.

Misteri Ukhti Mukena Pink, Video ‘No Sensor’ Viral yang Memicu Spekulasi Warganet

Jumat, 13 Maret 2026 12:00 WIB

John Herdman Kepincut Kapten Persib, Cek Statistik Marc Klok di Maung Bandung

Jumat, 13 Maret 2026 11:00 WIB

Hanya Ada di Indonesia! Marketing ‘Ngawur’ Aldi Taher Malah Bikin Burgernya Ludes dalam Sekejap

Jumat, 13 Maret 2026 10:46 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Misteri Ukhti Mukena Pink, Video ‘No Sensor’ Viral yang Memicu Spekulasi Warganet
  • John Herdman Kepincut Kapten Persib, Cek Statistik Marc Klok di Maung Bandung
  • Hanya Ada di Indonesia! Marketing ‘Ngawur’ Aldi Taher Malah Bikin Burgernya Ludes dalam Sekejap
  • Naskah Khutbah Jumat 13 Maret 2026: Strategi Menjemput Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir
  • Hampers Jadi Mewah! 70 Koleksi Kartu Ucapan Idul Fitri 2026 Desain Estetik, Bisa Edit Sendiri
  • Maung Bandung Mengaum di ASEAN! Persib Resmi Jadi Klub Terbaik Indonesia, Lewati Persija
  • Timnas Indonesia Update: Haye Tinggalkan Persib, Hilgers Sinyal Kuat Comeback
  • THR Pensiunan PNS 2026 Sudah Cair, PT Taspen Pastikan Gaji April Segera Masuk Rekening
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 13 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bantah Dugaan KDRT di Surade, Ibu Tiri Sebut Korban Idap Kanker Darah

By SusanaMinggu, 22 Februari 2026 09:16 WIB2 Mins Read
Bocah 12 tahun di Sukabumi meninggal dengan luka misterius. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus meninggalnya NS (12), pelajar SMP asal Kampung Cimandala, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, menyita perhatian publik. Bocah tersebut meninggal dunia pada Jumat, 20 Februari 2026, dengan kondisi kulit melepuh di beberapa bagian tubuh.

Muncul dugaan korban mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Sorotan pun mengarah kepada ibu tirinya, TR (47). Namun, TR secara tegas membantah tudingan tersebut dan menyatakan anak tirinya wafat akibat penyakit serius.

Ibu Tiri Sebut Korban Mengidap Gangguan Darah

TR menjelaskan bahwa NS diduga mengalami gangguan darah yang mengarah pada kanker darah atau leukemia autoimun. Ia menegaskan kondisi korban murni disebabkan sakit, bukan penganiayaan.

“Iya itu sakit saja, sakit panas. Dari keterangan yang disampaikan saat pemeriksaan di Polsek, disebutkan anak itu didiagnosis kanker darah atau leukemia autoimun. Jadi memang benar sakit,” ujar TR, dikutip Minggu (22/2/2026).

Ia juga membantah anggapan bahwa luka melepuh di tubuh korban merupakan akibat penyiksaan.

“Kalau ada kulit yang melepuh, itu akibat panas tinggi karena kanker darah. Informasi itu juga disampaikan oleh saksi,” katanya.

Kronologi Sebelum Korban Meninggal

Menurut TR, sehari sebelum meninggal, tepatnya Kamis, 19 Februari 2026, NS sempat dibawa ke RSUD Jampangkulon bersama ayah kandungnya. Namun, TR mengaku tidak mengetahui detail keterangan medis karena saat itu sedang mengurus administrasi pendaftaran.

“Yang mendampingi almarhum itu bapaknya. Saya sibuk di bagian pendaftaran, jadi tidak tahu penjelasan medis secara rinci,” ungkapnya.

Terkait beredarnya video kondisi korban yang viral di media sosial, TR menyebut rekaman tersebut dibuat sebelum ada diagnosa medis resmi. Video itu kemudian menyebar luas dan memicu beragam spekulasi warganet.

“Belum ada apa-apa sudah diunggah dan dibagikan di grup, akhirnya jadi ramai seperti itu,” ujarnya.

Bantah Dugaan Kekerasan dan Pertengkaran

Menanggapi isu pertengkaran, TR mengakui sempat terjadi konflik antara anak kandungnya dan NS. Namun, ia menyebut pertengkaran tersebut sebatas perselisihan biasa antar anak.

“Memang pernah bertengkar, tapi namanya anak-anak itu biasa. Bukan sekali saja, dan akhirnya tetap baikan lagi,” jelasnya.

TR juga membantah adanya dugaan kekerasan yang disebut terjadi pada 2025. Ia menegaskan telah merawat NS sejak duduk di kelas tiga sekolah dasar.

“Saya tidak pernah seperti yang dituduhkan. Anak itu saya urus dari kelas tiga SD, mulai pendidikannya, dari tidak bisa baca sampai bisa mengaji,” tegasnya.

Polisi Dalami Penyebab Kematian

Kasus kematian pelajar SMP di Sukabumi ini masih menjadi perhatian aparat kepolisian. Dugaan KDRT maupun klaim penyakit serius sebagai penyebab kematian akan ditelusuri melalui penyelidikan dan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

dugaan KDRT Sukabumi ibu tiri bantah aniaya kasus anak meninggal kulit melepuh kronologi pelajar meninggal Surade NS Surade meninggal pelajar SMP meninggal Sukabumi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi PNS.

THR Pensiunan PNS 2026 Sudah Cair, PT Taspen Pastikan Gaji April Segera Masuk Rekening

Puasa Hari ke-23 Ramadhan di Bandung: Waktu Imsak Terbaru

Diduga ODGJ, Kakak di Garut Tega Tusuk Adik hingga Tewas

Gus Yaqut Resmi Ditahan KPK: Pakai Rompi Oranye Nomor 129 Usai Diperiksa 5 Jam

Jangan Terlewat! Ini Jadwal Maghrib dan Buka Puasa di Bandung Hari Ini, 12 Maret 2026

Borong Medali di NTB, Atlet KORMI Kabupaten Bandung Diguyur Uang Kadeudeuh oleh Kang DS

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Viral ‘Ukhti Mukena Pink’ Tanpa Sensor, Begini Fakta yang Perlu Kamu Tahu!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Heboh di Media Sosial, Video Ukhti Mukena Pink Bersensor Putih Bikin Netizen Penasaran
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Viral Link Video Ukhti Mukena Pink No Sensor, Waspada Jebakan Batman!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.