Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Prabowo Lantik 9 Pejabat Baru, Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI

Kamis, 15 Oktober 2026 17:32 WIB

Belum Menang dalam 4 Laga, Garudayaksa FC Punya Misi Penting Lawan Arema FC

Kamis, 15 Oktober 2026 17:24 WIB

Jalan Perbatasan Ciwidey–Gununghalu Kini Mulus, KDS: Dorong Ekonomi Warga

Kamis, 15 Oktober 2026 16:16 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Prabowo Lantik 9 Pejabat Baru, Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI
  • Belum Menang dalam 4 Laga, Garudayaksa FC Punya Misi Penting Lawan Arema FC
  • Jalan Perbatasan Ciwidey–Gununghalu Kini Mulus, KDS: Dorong Ekonomi Warga
  • Serangan di Arab Saudi Tewaskan 12 Orang, Kemlu Pantau Keselamatan WNI
  • Perbup Tak Kunjung Terbit, Ketua FPP dan PKB KBB Pertanyakan Komitmen Bupati Jeje
  • Bikin Geram! Bali Krisi Bensin: Antrean SPBU Mengular, Pasar Gelap Digital Merajalela!
  • Dua Terduga Pencuri Motor di Jalan Japati Bandung Ditangkap, Polisi Temukan Narkotika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 15 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bantah Dugaan KDRT di Surade, Ibu Tiri Sebut Korban Idap Kanker Darah

By SusanaMinggu, 22 Februari 2026 09:16 WIB2 Mins Read
Bocah 12 tahun di Sukabumi meninggal dengan luka misterius. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus meninggalnya NS (12), pelajar SMP asal Kampung Cimandala, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, menyita perhatian publik. Bocah tersebut meninggal dunia pada Jumat, 20 Februari 2026, dengan kondisi kulit melepuh di beberapa bagian tubuh.

Muncul dugaan korban mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Sorotan pun mengarah kepada ibu tirinya, TR (47). Namun, TR secara tegas membantah tudingan tersebut dan menyatakan anak tirinya wafat akibat penyakit serius.

Ibu Tiri Sebut Korban Mengidap Gangguan Darah

TR menjelaskan bahwa NS diduga mengalami gangguan darah yang mengarah pada kanker darah atau leukemia autoimun. Ia menegaskan kondisi korban murni disebabkan sakit, bukan penganiayaan.

“Iya itu sakit saja, sakit panas. Dari keterangan yang disampaikan saat pemeriksaan di Polsek, disebutkan anak itu didiagnosis kanker darah atau leukemia autoimun. Jadi memang benar sakit,” ujar TR, dikutip Minggu (22/2/2026).

Ia juga membantah anggapan bahwa luka melepuh di tubuh korban merupakan akibat penyiksaan.

“Kalau ada kulit yang melepuh, itu akibat panas tinggi karena kanker darah. Informasi itu juga disampaikan oleh saksi,” katanya.

Kronologi Sebelum Korban Meninggal

Menurut TR, sehari sebelum meninggal, tepatnya Kamis, 19 Februari 2026, NS sempat dibawa ke RSUD Jampangkulon bersama ayah kandungnya. Namun, TR mengaku tidak mengetahui detail keterangan medis karena saat itu sedang mengurus administrasi pendaftaran.

“Yang mendampingi almarhum itu bapaknya. Saya sibuk di bagian pendaftaran, jadi tidak tahu penjelasan medis secara rinci,” ungkapnya.

Terkait beredarnya video kondisi korban yang viral di media sosial, TR menyebut rekaman tersebut dibuat sebelum ada diagnosa medis resmi. Video itu kemudian menyebar luas dan memicu beragam spekulasi warganet.

“Belum ada apa-apa sudah diunggah dan dibagikan di grup, akhirnya jadi ramai seperti itu,” ujarnya.

Bantah Dugaan Kekerasan dan Pertengkaran

Menanggapi isu pertengkaran, TR mengakui sempat terjadi konflik antara anak kandungnya dan NS. Namun, ia menyebut pertengkaran tersebut sebatas perselisihan biasa antar anak.

“Memang pernah bertengkar, tapi namanya anak-anak itu biasa. Bukan sekali saja, dan akhirnya tetap baikan lagi,” jelasnya.

TR juga membantah adanya dugaan kekerasan yang disebut terjadi pada 2025. Ia menegaskan telah merawat NS sejak duduk di kelas tiga sekolah dasar.

“Saya tidak pernah seperti yang dituduhkan. Anak itu saya urus dari kelas tiga SD, mulai pendidikannya, dari tidak bisa baca sampai bisa mengaji,” tegasnya.

Polisi Dalami Penyebab Kematian

Kasus kematian pelajar SMP di Sukabumi ini masih menjadi perhatian aparat kepolisian. Dugaan KDRT maupun klaim penyakit serius sebagai penyebab kematian akan ditelusuri melalui penyelidikan dan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Prabowo Lantik 9 Pejabat Baru, Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI

Jalan Perbatasan Ciwidey–Gununghalu Kini Mulus, KDS: Dorong Ekonomi Warga

Serangan di Arab Saudi Tewaskan 12 Orang, Kemlu Pantau Keselamatan WNI

Perbup Tak Kunjung Terbit, Ketua FPP dan PKB KBB Pertanyakan Komitmen Bupati Jeje

Bikin Geram! Bali Krisi Bensin: Antrean SPBU Mengular, Pasar Gelap Digital Merajalela!

Dua Terduga Pencuri Motor di Jalan Japati Bandung Ditangkap, Polisi Temukan Narkotika

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.