Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Paul Munster Resmi Berpisah dengan Bhayangkara FC, Ada Apa Jelang Musim Baru?

Rabu, 12 Agustus 2026 12:39 WIB

Harga Emas Hari Ini 12 Agustus 2026 Naik! Antam Tembus Rp2,8 Juta per Gram

Rabu, 12 Agustus 2026 12:21 WIB
zodiak

Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini: Capricorn Harus Introspeksi, Sagitarius Bikin Pusing!

Rabu, 12 Agustus 2026 12:17 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Paul Munster Resmi Berpisah dengan Bhayangkara FC, Ada Apa Jelang Musim Baru?
  • Harga Emas Hari Ini 12 Agustus 2026 Naik! Antam Tembus Rp2,8 Juta per Gram
  • Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini: Capricorn Harus Introspeksi, Sagitarius Bikin Pusing!
  • Persib Mulai TC di Bali, 7 Pemain Timnas Menyusul! Ada Marc Klok hingga Sandy Walsh
  • 450 Ribu Warga Jabar Terdampak Kekeringan, Distribusi Air Bersih Capai 8,7 Juta Liter
  • Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Cair Agustus 2026: Cek Nama Penerima, Nominal Terbaru, dan Solusi Data Desil
  • VIRAL! Tolak Pasang Bendera dan Debat Soal Kemerdekaan Indonesia, Tukang Cukur Diintimidasi Aparat?
  • Alun-alun Bandung Kembali Dibuka 17 Agustus, Warga Bisa Ikuti Pesta Rakyat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Banjir Dayeuhkolot Rendam Ribuan Rumah, Warga Terdampak Capai Belasan Ribu Jiwa

By SusanaJumat, 16 Mei 2025 19:20 WIB3 Mins Read
Banjir kembali melanda wilayah Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Foto: Agi Ilman.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wilayah Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, kembali diterjang banjir usai hujan deras mengguyur kawasan Bandung Utara sejak Rabu malam (14/5/2025).

Dua desa terdampak cukup parah, yakni Desa Citeureup dan Desa Dayeuhkolot, dengan ketinggian air bervariasi antara 40 hingga 70 sentimeter.

Di Desa Dayeuhkolot, banjir merendam 1.934 rumah, 2 sekolah, dan 18 tempat ibadah, dengan total 2.303 kepala keluarga (KK) atau 8.940 jiwa terdampak.

Sementara di Desa Citeureup, terdapat 3.041 KK atau 8.197 jiwa terdampak, dengan 2.318 rumah, 5 sekolah, 17 tempat ibadah, dan 3 fasilitas umum turut terendam.

Camat Dayeuhkolot, Asep Suryadi, mengungkapkan bahwa banjir mulai terjadi pada pukul 20.00 WIB dan mulai memasuki permukiman sekitar dua jam kemudian.

“Air mulai naik jam delapan malam dan sekitar jam sepuluh sudah masuk ke rumah warga. Tanggul di Sungai Cipalasari, Cigede, dan Cikapundung tak sanggup menampung debit air yang tinggi, sehingga air melimpas,” ujar Asep, Jumat (16/5/2025).

Menurut Asep, banjir kali ini disebabkan oleh hujan deras di wilayah hulu. Besarnya volume air yang datang secara tiba-tiba membuat banjir menyerupai banjir bandang.

“Ini akibat hujan besar di Bandung Utara. Sungai-sungai yang bermuara ke Dayeuhkolot melimpah dan menyebabkan limpasan air yang besar,” katanya.

Di Desa Citeureup, tercatat 9 RW terdampak banjir, sementara di Desa Dayeuhkolot ada 8 RW. Meski air sempat surut pada Kamis pagi, genangan masih tersisa di RW 4 dan RW 14 Desa Dayeuhkolot.

Kondisi paling parah terjadi di RW 9 Desa Citeureup, tepatnya di kawasan Pasigaran. Air banjir membawa lumpur dan sampah dalam jumlah besar, mengganggu aktivitas serta akses warga.

“Lumpur dan material sampah cukup banyak, jadi harus segera dibersihkan,” jelas Asep.

Sebagai respons cepat, pada Kamis (15/5/2025) digelar kerja bakti massal yang melibatkan unsur pemerintah kecamatan, desa, forkopimcam, hingga warga.

Bantuan juga datang dari Dinas PUPR berupa alat berat, BPBD, serta Damkar yang mengirimkan mobil penyemprot air untuk membantu proses pembersihan jalan.

“Alhamdulillah kemarin dapat bantuan beko kecil dari PUPR, BPBD juga turun, dan Damkar bantu bersihkan jalan dengan semprotan air,” ungkapnya.

Kerja bakti dilanjutkan hingga malam hari untuk membuka akses jalan yang tertutup lumpur. Keesokan paginya, pembersihan berlanjut ke sejumlah fasilitas umum seperti SMPN 1 Dayeuhkolot serta SDN 3 dan SDN 6 di Desa Citeureup.

Meski kondisi mulai membaik, air sempat kembali naik pada Jumat dini hari, meski tidak setinggi sebelumnya. Asep menyebutkan perlunya perbaikan tanggul pendek di dekat jembatan sebagai solusi jangka menengah.

“Kita terus koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, untuk mengatasi sumber utama limpasan air ini,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

banjir Dayeuhkolot hujan deras warga terdampak
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

450 Ribu Warga Jabar Terdampak Kekeringan, Distribusi Air Bersih Capai 8,7 Juta Liter

VIRAL! Tolak Pasang Bendera dan Debat Soal Kemerdekaan Indonesia, Tukang Cukur Diintimidasi Aparat?

Alun-alun Bandung Kembali Dibuka 17 Agustus, Warga Bisa Ikuti Pesta Rakyat

Harga Cabai Tanjung di Bandung Meroket Tembus Rp100 Ribu per Kg

Bansos

PKH dan BPNT Agustus 2026 Cair! Begini Cara Cek Status Penerima Bansos

Bansos Ibu Hamil 2026 Cair Rp750 Ribu! Cek Penerima PKH Pakai NIK KTP

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.